<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101</id><updated>2012-01-27T06:30:19.043-08:00</updated><category term='Hikayah'/><category term='Berita Aktual'/><category term='Self Improving'/><category term='Rumah Studio'/><category term='Ma&apos;had'/><category term='Tips'/><category term='Program Acara'/><category term='Islamuna'/><category term='keluarga Sakinah'/><category term='Canda Kita'/><category term='Photo Crew'/><title type='text'>radio-ku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4783773511614145416</id><published>2010-08-09T07:39:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T07:46:25.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Meraih Cinta di Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Rasa-rasanya nggak ada deh orang yang nggak mau dicintai. kita yakin kita semua pengen dicintai. Karena ketika dicintai seseorang, insya Allah akan tumbuh rasa percaya diri. Cinta juga akan memberikan rasa pasti dalam diri kita bahwa kita diakui sekaligus dihargai. Nggak kebayang banget kan kalo kita dimusuhin temen. Percaya diri kita bakalan drop banget. Mau ketemu orang tersebut jadi minder, dan mungkin malah takut. Terus, jelas aja kalo kita dimusuhi berarti nggak diterima oleh teman kita itu. Artinya, kita nggak diakui dan dihargai. Wuih, merana banget khan.!!!&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, ngomongin cinta di bulan Ramadhan ini, tentunya yang kepikiran sama kita adalah, bagaimana meraih cinta Allah di bulan yang penuh berkah ini. Iya kan? kita ingin memfokuskan pembahasannya ke sini. Karena di bulan Ramadhan ini, Allah Ta’ala benar-benar obral pahala. Dia memberikan cintaNya kepada kita semua, yang insya Allah adalah orang-orang yang beriman, dengan beragam kesempatan untuk mengumpulkan pahala di bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Itu sebabnya, aneh banget deh kalo kita nggak berusaha meraih cintaNya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, jika kita ingin meraih cinta dari teman kita, katakanlah yang lawan jenis. Pasti kita akan memoles segala apa yang kita miliki agar bisa dilihat oleh orang yang diharapkan bisa memberikan cintanya kepada kita. Abis-abisan kita dandan, dan jor-joran banget tampil sesempurna mungkin untuk meraih cintanya. Cinta yang akan membuat kita merasa percaya diri, diakui, dan sekaligus dihargai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam lagu tentang cinta antar lawan jenis saja bukan hanya begitu indah didengar, tapi juga dirasakan. Gimana nggak, banyak pencipta lagu cinta yang memasukkan emosinya ketika membuat lagu. Sehingga tak terasa sudah mencengkeram emosi kita sejak pertama kali mendengarkan lagu cinta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika Radja bersenandung, “Aku tak ingin melupakanmu, aku tak ingin meninggalkanmu…” dalam salah satu lagu cintanya, yang kepikiran sama kita adalah bagaimana perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta itu nggak mau terpisah sedetik pun dari sang kekasih pujaan  hatinya. Bahkan bila mungkin akan terus menyalakan sinyal cintanya, agar amplitudo gelombang hati masing-masing saling berinterfensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, jika di Ramadhan ini kita ingin meraih cinta dari Allah Swt., maka seharusnya dan mungkin lebih dari apa yang disenandungkan Radja dalam lagunya tersebut. Tentu kita ingin banget meraih ridho Allah en ngedapetin cintaNya di bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Itu sebabnya, amat wajar jika kita berusaha memperbaiki diri kita. Pikiran dan perasaan kita difokuskan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan Allah Swt. Perbuatan yang bisa mendapatkan ridho dan cintaNya. Betul nggak sih? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampe deh, kita ‘pinter kodek’ alias pengen enak sendiri. Iya, kita pengen dapetin cinta dari Allah Swt., tapi kita sama sekali ogah ngelakuin apa yang Allah perintahkan. Gimana bakalan bisa ngeraih cintanya. Itu sama saja dengan niat kita ingin ditaksir orang yang kita idamkan, tapi kita nggak berusaha menampilkan diri kita agar bisa dilirik oleh orang yang kita harapkan akan memberikan cinta kepada kita. Mimpi kali yee?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, rasanya pantes banget deh kalo kita mati-matian berusaha untuk ngedapetin cintaNya di bulan yang terbaik dari bulan-bulan lainnya dalam kalender hijriah ini. Sayang banget kan kita lewati begitu saja bulan penuh bonus pahala ini. Kita yakin banget deh, jika memang kita nyadar, pasti bakalan ngerahin segala daya dan upaya biar kita bisa dapetin kesempatan meraih pahala yang udah disebar karena cinta Allah Swt. kepada kita. Iya nggak seh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Allah akan membukakan pintu-pintu surga dan menutup pintu neraka. Itu artinya, Allah memberi kesempatan kepada kita untuk berbuat lebih banyak dalam mengumpulkan pahala. Sabda Rasulullah saw.: Apabila tiba bulan Ramadan, dibuka pintu-pintu Surga dan ditutup pintu-pintu Neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu (HR Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadis qudsiy Rasulullah saw. bersabda: Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, bau mulut orang berpuasa benar-benar lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kesturi. Dia meninggalkan makanannya, minumannya, syahwatnya semata-mata karena Aku. Puasa itu adalah bagiKu. Dan Aku sendirilah yang akan memberikan pahalanya. Dan kebajikan (pada bulan Ramadhan) diberi pahala dengan sepuluh kali lipat kebajikan yang semisalnya. (HR Bukhari dari Abu Hurayrah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta tapi eror&lt;br /&gt;Aduuuh.. parah nggak sih, kalo cinta tapi eror? kita sih nggak mau nuduh-nuduh. Nggak mau juga nuding-nuding siapa aja yang emang eror. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata eror yang diambil dari bahasa Inggris (error) ini bermakna: kesalahan teratur, terjadi dalam pemerolehan atau belajar bahasa. Bisa juga masuk dalam istilah hukum dengan makna: kesesatan yang dapat menjadikan batalnya suatu perjanjian jika menyangkut sifat pokok benda yang diperjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, kita nggak bakalan ngebahas lebih lanjut soal bahasa tersebut. Kita maknai saja secara sederhana bahwa eror atau error itu sebagai kesalahan. Nah, kalo ngomongin cinta tapi eror, berarti cinta yang salah. Cinta yang keliru. Kita cinta tapi salah atau keliru dalam memaknai cinta dan cara mendapatkan cinta tersebut. Malah, bisa jadi kita cinta tapi nggak nyambung dengan upaya untuk mendapatkan cinta tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh kayak sekarang nih, kita yakin banyak banget dari kita yang berusaha dan berlomba untuk meraih cinta di bulan Ramadhan ini, tapi kayaknya juga nggak tahu caranya untuk meraih cinta tersebut. Sebagian mungkin bukan lagi nggak tahu, tapi nggak mau tahu. Wah, gaswat itu namanya. Ada yang puasa biar dapet pahala. Rela menahan rasa lapar dan haus. Bela-belain nggak melakukan kegiatan berat dan bahkan minta ditambah jatah tidur. Tapi lisannya sering nyakitin orang, lidahnya dipake ngegosip alias ngomongin kejelekan orang, bahkan aktivitas pacaran tetep dilakuin meski dikurangi frekuensi ketemuannya. Lha, itu sih, ngelaksanain satu kewajiban sambil melanggar larangan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pacaran emang nggak batal puasanya, kecuali pas pacaran mereka makan dan minum. Batal puasanya karena makan dan minum di siang hari. Tapi aktivitas pacaran bisa mengurangi pahala kita. Itu sebabnya, Rasulullah saw. bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga”  (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Rugi banget! Rugi abis! Nggak mau dong kita cuma dapetin lapar dan haus aja. Padahal, puasa itu seharusnya menjadikan kita yang melaksanakannya mendapat predikat orang-orang yang bertakwa. Allah Swt. berfirman: &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS al-Baqarah [2]: 183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana mungkin bisa ngedapetin segala yang diberikan Allah Swt. jika kita nggak ngikutin prosedur yang ditetapkan oleh Allah Swt. untuk meraih cintaNya? Plis deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kita pengen dapetin pahala di bulan Ramadhan karena cinta kita kepada Allah Swt., maka untuk negdapetin segala yang Allah berikan buat kita karena cintaNya kepada kita, tentunya kita harus meraihnya dengan aturan yang sudah dijelaskan melalui tuntunan Allah dan RasulNya. Kalo nggak, pasti cinta kita eror deh. Tul nggak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah sayang banget sama kita&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, alhamdulillah sampai juga kita di Ramadhan ini. Bulan yang setiap harinya Allah berikan kemudahan bagi kita untuk meraih pahala yang sudah disiapkan untuk kita. Pahala yang banyak. Ampunan yang besar. Bahkan di bulan ini pun Allah memberikan ‘super bonus’ dengan diturunkannya Malam Kemuliaan alias “Lailatul Qodar”. Jika kita mendapatkannya dan ketika itu kita sedang beribadah kepada Allah Swt., insya Allah pahala kita layaknya orang yang beribadah selama 1000 bulan. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Swt. berfirman (yang artinya): Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS al-Qadr [97]: 1-5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurayrah ra berkata, bersabda Rasulullah saw.:”Siapa saja yang bangun pada malam Qadr karena dorongan iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang lalu.” (HR Bukhari, Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lailatul Qadr adalah malam yang penuh berkah dan rahmat dari Allah Swt. Oya, Qadr itu punya makna al-Manzilah yang artinya kedudukan atau derajat. Selain itu qadr juga bermakna asy-Syarif dengan arti kemuliaan. Tuh catet lho. Jangan lupa ya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar al-Warraq menjelaskan tentang kenapa dinamai dengan Lailatul Qadr, beliau menyebutkan bahwa alasannya adalah karena pada malam tersebut diturunkan sebuah kitab yang mempunyai Qadr (kemuliaan) oleh malaikat yang mempunyai Qadr, kepada Rasulullah saw. yang mulai dan untuk umat yang mulia pula. Subhanallah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah, jika tidak ada Ramadhan, mungkin kita kebingungan gimana caranya ngebersihin diri kita yang banyak dosa ini. Ini sekaligus menunjukkan bahwa Allah Swt. tuh sayang banget sama kita, kaum muslimin. Karena dengan Ramadhan, kita bisa berlomba meraih pahala yang tebarkan karena kecintaan Allah Swt. kepada orang-orang yang beriman. Dan, ada nilai plus lagi buat kita. Mumpung diberikan kesempatan untuk menikmatinya, kita harus mengerahkan segala daya upaya agar bisa meraih cintaNya. Agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa kepadaNya. So, nggak jaman lagi kalo ada di antara kita yang nggak puasa, udah ketinggalan jaman kalo ada kita-kita yang puasanya getol tapi pacarannya juga hot. Hih, amit-amit dah. Semoga kita terhindar dari segala perbuatan maksiat yang bisa mengurangi atau bahkan membakar pahala puasa kita jadi abu. Naudzubillahi min dzalik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, Emang sih, kalo maksiat, meski di luar bulan Ramadhan tetep nggak boleh. Tepatnya apapun jenis perbuatan maksiatnya, tetep haram untuk dilakukan. Lebih-lebih di bulan Ramadhan, kayaknya lebih nggak pantes lagi kalo itu dilakukan. Tul nggak? Itu sebabnya, jangan nekatz untuk melakukan maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo puasa nggak menjadikan kita mawas diri, nggak menjadikan kita malu, bahkan nggak menjadikan kita jadi anak shaleh, itu berarti ada “apa-apanya”. Sebab, seharusnya kan puasa bisa menjadi perisai kita dari berbuat yang nggak bener. Puasa adalah tameng kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah saw.: Puasa adalah perisai (dari api neraka). Jika seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan bertengkar. Jika dimaki-maki orang lain, katakanlah: ‘Saya sedang berpuasa’ (HR Bukhari)&lt;br /&gt;Diriwayatkan pula dari Abu Hurayrah r.a.: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa tidak meninggalkan dusta dan berbuat buruk pada bulan Ramadhan, Allah tidak butuh kepada usahanya meninggalkan makan dan minum. (HR Bukhari)&lt;br /&gt;Nah lho. Hadis ini memberikan sinyal buat kita, bahwa kalo kita masih tetep kuat maksiat meski sedang puasa, maka jangan harap kalo puasa kita mendapat berkah dari Allah Swt. Ih, naudzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke deh, karena Allah Swt sayang banget sama kita, maka sudah sepantasnya kita berusaha utuk meraih cintaNya di bulan Ramadhan ini. Insya Allah kita bisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4783773511614145416?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4783773511614145416/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4783773511614145416' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4783773511614145416'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4783773511614145416'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2010/08/meraih-cinta-di-bulan-ramadhan.html' title='Meraih Cinta di Bulan Ramadhan'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4724894639158704729</id><published>2010-08-01T21:30:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T21:36:58.349-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>Memulai Sebuah Perubahan</title><content type='html'>Kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan,maupun kelalaian. Namun, ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang bersamaan,ternyata keluarganya 'babak belur', di kantor sendiri tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangankan mengubah Indonesia, mengubah anaknya saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap istri saja tidak sanggup. Jawabnya adalah: kita tidak pernah punya waktu yang memadai untuk bersungguh-sungguh mengubah diri sendiri. Tentu&lt;br /&gt;saja, jawaban ini tidak mutlak benar. Tapi jawaban ini perlu diingat baik-baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa pun yang bercita-cita besar, rahasianya adalah perubahan diri sendiri. Ingin mengubah Indonesia, caranya ubah saja diri sendiri. Betapapun kuatnya keinginan kita untuk mengubah orang lain, tapi kalau tidak dimulai dari diri sendiri, semua itu menjadi hampa. Setiap keinginan mengubah hanya akan&lt;br /&gt;menjadi bahan tertawaan kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Orang di sekitar kita akan menyaksikan kesesuaian ucapan dengan tindakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh jadi orang yang banyak memikirkan diri sendiri itu dinilai egois. Pandangan itu ada benarnya jika kita memikirkan diri sendiri lalu hasilnya juga hanya untuk diri sendiri.Tapi yang dimaksud di sini adalah memikirkan diri sendiri, justru sebagai upaya sadar dan sungguh-sungguh untuk memperbaiki yang lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan yang lebih jelas untuk pandangan ini adalah seperti kita membangun pondasi untuk membuat rumah. Apalah artinya kita memikirkan dinding, memikirkan genteng, memikirkan tiang sehebat apa pun, kalau pondasinya tidak pernah kita bangun. Jadi yang merupakan titik kelemahan manusia adalah lemahnya kesungguhan untuk mengubah dirinya, yang diawali dengan keberanian melihat kekurangan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin mana pun bakal jatuh terhina manakala tidak punya keberanian mengubah dirinya. Orang sukses manapun bakal rubuh kalau dia tidak punya keberanian untuk mengubah dirinya.Kata kuncinya adalah keberanian.Berani mengejek itu gampang, berani menghujat itu gampang, tapi, tidak sembarang&lt;br /&gt;orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri. Ini hanya milik orang-orang yang sukses sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berani membuka kekurangan orang lain, itu biasa. Orang yang berani membincangkan orang lain, itu tidak istimewa. Sebab itu bisa dilakukan orang yang tidak punya apa-apa  sekali pun. Tapi, kalau ada  orang yang berani melihat kekurangan diri sendiri, bertanya tentang  kekurangan itu secara sistematis,  lalu dia buat sistem untuk melihat kekurangan dirinya, inilah calon orang  besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Mengubah diri dengan sadar, itu juga mengubah orang lain. Walaupun dia tidak  mengucap sepatah kata pun  untuk perubahan itu, perbuatannya sudah menjadi ucapan yang sangat berarti  bagi orang lain.&lt;br /&gt;Percayalah, kegigihan kita memperbaiki diri, akan membuat orang lain melihat  dan merasakannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Memang pengaruh dari kegigihan mengubah diri sendiri tidak akan spontan  dirasakan. Tapi percayalah, itu  akan membekas dalam benak orang. Makin lama, bekas itu akan membuat orang  simpati dan terdorong untuk juga  melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Ini akan terus berimbas, dan akhirnya seperti bola salju. Perubahan bergulir semakin besar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jadi kalau ada orang yang bertanya tentang sulitnya mengubah anak, sulitnya  mengubah istri, jawabannya dalam diri orang itu sendiri. Jangan dulu menyalahkan orang lain, ketika mereka tidak mau berubah. Kalau kita sebagai ustadz, kyai, jangan banyak menyalahkan santrinya. Tanya dulu diri sendiri. Kalau kita sebagai pemimpin, jangan banyak menyalahkan karyawan, lihat dulu diri sendiri seperti apa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kalau kita sebagai pemimpin negara, jangan banyak menyalahkan rakyatnya. Lebih baik para penyelenggara negara gigih memperbaiki diri sehingga bisa menjadi teladan. Insya Allah, walaupun tanpa banyak berkata, dia akan membuat perubahan cepat terasa, jika berani memperbaiki diri.Itu lebih baik dibanding banyak berkata, tapi tanpa keberanian menjadi suri teladan.Jangan terlalu banyak bicara. Lebih baik bersungguh-sungguh memperbaiki diri sendiri. Jadikan perkataan makin halus, sikap makin mulia, etos kerja makin sungguh-sungguh, ibadah kian tangguh. Ini akan disaksikan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan dalil itu suatu kebaikan. Tapi pembicaraan itu akan menjadi bumerang ketika perilaku&lt;br /&gt;kita tidak sesuai dengan dalil yang dibicarakan. Jauh lebih utama orang yang tidak berbicara dalil, tapi&lt;br /&gt;berbuat sesuai dalil. Walaupun tidak dikatakan, dirinya sudah menjadi bukti dalil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan, kita bisa menjadi orang yang sadar bahwa kesuksesan diawali dari keberanian melihat&lt;br /&gt;kekurangan diri sendiri. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4724894639158704729?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4724894639158704729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4724894639158704729' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4724894639158704729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4724894639158704729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2010/08/memulai-sebuah-perubahan.html' title='Memulai Sebuah Perubahan'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3942380903747111275</id><published>2010-08-01T20:29:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T20:30:33.070-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Dusta Yang Mana Lagi...?</title><content type='html'>Pernahkah anda membaca surat Ar-Rahman? Surat ar-Rahman adalah surat ke 55 dalam urutan mushaf utsmany dan tergolong dalam surat Madaniyah serta berisikan 78 ayat. Satu hal yang menarik dari kandungan surat ar-Rahman adalah adanya pengulangan satu ayat yang berbunyi "fabiayyi alai rabbikuma tukadziban" (Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?). Kalimat ini diulang berkali-kali dalam surat ini. Apa gerangan makna kalimat tersebut?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Surat ar-Rahman bagi saya adalah surat yang memuat retorika yang amat tinggi dari Allah. Setelah Allah menguraikan beberapa ni'mat yang dianugerahkan kepada kita, Allah bertanya: "Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?". Menarik untuk diperhatikan bahwa Allah menggunakan kata "dusta"; bukan kata "ingkari", "tolak" dan kata sejenisnya. Seakan-akan Allah ingin menunjukkan bahwa ni'mat yang Allah berikan kepada manusia itu tidak bisa diingakri keberadaannya oleh manusia. Yang bisa dilakukan oleh manusia adalah mendustakannya. Dusta berarti menyembunyikan kebenaran. Manusia sebenarnya tahu bahwa mereka telah diberi ni'mat oleh Allah, tapi mereka menyembunyikan kebenaran itu; mereka mendustakannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah kalau kita mendapat uang yang banyak, kita katakan bahwa itu akibat kerja keras kita, kalau kita berhasil menggondol gelar Ph.D itu dikarenakan kemampuan otak kita yang cerdas, kalau kita mendapat proyek maka kita katakan bahwa itulah akibat kita pandai melakukan lobby. Pendek kata, semua ni'mat yang kita peroleh seakan-akan hanya karena usaha kita saja. Tanpa sadar kita lupakan peranan Allah, kita sepelekan kehadiran Allah pada semua keberhasilan kita dan kita dustakan bahwa sesungguhnya ni'mat itu semuanya datang dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ni'mat Tuhan yang mana lagi yang kita dustakan!&lt;br /&gt; Anda telah bergelimang kenikmatan, telah penuh pundi-pundi uang anda, telah berderet gelar di kartu nama anda, telah berjejer mobil di garasi anda, ingatlah--baik anda dustakan atau tidak--semua ni'mat yang anda peroleh hari ini akan ditanya oleh Allah nanti di hari kiamat! &lt;br /&gt; "Tsumma latus alunna yaumaidzin 'anin na'iim"&lt;br /&gt;"Sungguh kamu pasti akan ditanya pada hari itu akan ni'mat yang kamu peroleh saat ini" (QS 102: 8) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3942380903747111275?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3942380903747111275/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3942380903747111275' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3942380903747111275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3942380903747111275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2010/08/dusta-yang-mana-lagi.html' title='Dusta Yang Mana Lagi...?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-6324411650030866576</id><published>2010-08-01T20:01:00.000-07:00</published><updated>2010-08-01T20:13:01.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Dephut Sumbang 500 Pohon Jati untuk Gontor</title><content type='html'>GONTOR — Dirjen Bina Produksi Kehutanan Departemen Kehutanan (Dephut), Dr. Ing. Ir. Hadi Dariyanto, DEA, hadir dalam acara Workshop Baitu-l-Mal wa-t-Tamwil (BMT) mewakili Menteri Kehutanan (Menhut), H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. yang tidak bisa datang, pagi ini, Ahad (11/7). Kedatangan tamu yang menggunakan helikopter tersebut disambut Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor di Kantor Pimpinan. Dalam kesempatan ini, secara simbolis Dephut menyerahkan sumbangannya ke Gontor berupa 500 batang pohon jati, yang diterima langsung oleh Pimpinan Pondok, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Workshop BMT ini diselenggarakan di Aula Rabithah Pondok Modern Darussalam Gontor dengan mengangkat tema "Memberdayakan Potensi Ekonomi Alumni". Acara berlangsung selama dua hari berturut-turut, Sabtu-Ahad, 10-11 Juli 2010. Adapun para peserta yang hadir merupakan perwakilan IKPM-IKPM Cabang di seluruh Indonesia yang berjumlah 83 cabang. Panitia juga mengundang praktisi, pemerhati ekonomi Islam dari para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor baik putra maupun putri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam acara ini, Menteri Koperasi dan UKM RI Dr. H. Syarifuddin Hasan, SE, MM, MBA, juga direncanakan hadir, Sabtu (10/7) kemarin, untuk membawakan tema "Memantapkan Gerakan Koperasi dalam Dinamika Perubahan Global", namun ternyata beliau berhalangan hadir. Sedangkan Dr. Ing. Ir. Hadi Dariyanto, DEA juga bertindak selaku nara sumber menggantikan Menhut dengan tema "Alumni dan Peluang Usaha Hutan Tanaman Rakyat (HTR)", Ahad (11/7). Selain Dirjen Bina Produksi Kehutanan Dephut tersebut, pembicara lainnya adalah H. Nuruddin Umar, S.Ag., pendiri dan pelaksana KJKS Walaba Pare Kediri, bersama H. Abdul Majid, telah membawakan tema "Sistem dan Produk Lembaga Keuangan Syariah", sehari sebelumnya, Sabtu (10/7).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang sama, Sabtu (10/7) malam, tema bertajuk "Sistem dan Manajemen Pengelolaan BMT" telah disampaikan Dra. Mursyidah Rambe, pengurus BMT Beringharjo. Sedangkan "Potensi Usaha Penanaman Jati Unggul Nasional (JUN)" dibawakan oleh Ir. Hariyono Soeroso, M.S., pengurus Koperasi Wanabakti Nusantara Jakarta, Unit Bagi Hasil, Ahad (11/7) ini. Sebelum acara penutupan, panitia menggelar penandatanganan MoU dengan Koperasi Wanabakti Nusantara Jakarta dalam Usaha Penanaman Jati Unggul Nusantara. [shah wa www.gontor.ac.id]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-6324411650030866576?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/6324411650030866576/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=6324411650030866576' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6324411650030866576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6324411650030866576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2010/08/dephut-sumbang-500-pohon-jati-untuk.html' title='Dephut Sumbang 500 Pohon Jati untuk Gontor'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3413353018710486928</id><published>2010-04-24T06:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-24T06:26:45.625-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Sehari di Kediaman Rasulullah</title><content type='html'>Kasih Sayang Rasulullah Kepada Anak-Anak&lt;br /&gt;Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Allah Ta'ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus. Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata: "Rasulullah pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemu-dian mengecup dan menciumnya." (HR. Al-Bukhari)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma' binti 'Umeis Radhiallaahu anha -istri Ja'far bin Abi Thalib- menuturkan: "Rasulullah datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja'far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: "Wahai Rasu-lullah, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja'far?" beliau menjawab: "Sudah, dia telah gugur pada hari ini!" Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: "Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja'far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka." (HR. Ibnu Sa'ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mata Rasulullah menetes menangisi gugurnya para syuhada' &lt;br /&gt;tersebut, Sa'ad bin 'Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: "Wahai Rasulullah, &lt;br /&gt;Anda menangis?" Rasulullah menjawab:&lt;br /&gt;"Ini adalah rasa kasih sayang yang Allah Ta'ala letakkan di hati &lt;br /&gt;hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta'ala &lt;br /&gt;hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika air mata Rasulullah menetes disebabkan kematian putra beliau bernama &lt;br /&gt;Ibrahim, Abdurrahman bin 'Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: &lt;br /&gt;"Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab:&lt;br /&gt;"Wahai Ibnu 'Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan &lt;br /&gt;tetesan air mata. Se-sungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, &lt;br /&gt;namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta'ala. Sungguh, &lt;br /&gt;kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhlak Rasulullah yang begitu agung memo-tivasi kita untuk meneladaninya &lt;br /&gt;dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih &lt;br /&gt;sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang &lt;br /&gt;semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin &lt;br /&gt;keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya &lt;br /&gt;fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran &lt;br /&gt;serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap &lt;br /&gt;para bocah dan anak-anak. Sementara Rasulullah , kunci pembuka hati itu ada &lt;br /&gt;di tangan dan lisan beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah lihat, Rasulullah senantiasa membuat anak-anak senang kepada &lt;br /&gt;beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah &lt;br /&gt;mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti &lt;br /&gt;mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata: "Demikianlah yang &lt;br /&gt;dilakukan Rasulullah ." (Muttafaq 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun &lt;br /&gt;Rasulullah tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau &lt;br /&gt;tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata: "Suatu kali pernah dibawa &lt;br /&gt;sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasulullah, lalu beliau mendoakan mereka, &lt;br /&gt;pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing &lt;br /&gt;pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada &lt;br /&gt;pakaian itu tanpa mencucinya." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti menge-tahui bahwa duduk di rumah &lt;br /&gt;Rasulullah merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam &lt;br /&gt;lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? &lt;br /&gt;Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan &lt;br /&gt;ibuku sebagai tebusannya, Rasulullah selaku nabi umat ini, melakukan semua &lt;br /&gt;hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: "Rasulullah pernah menjulurkan &lt;br /&gt;lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat &lt;br /&gt;merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang &lt;br /&gt;gembira." (Lihat Silsilah Shahihah no.70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan: "Rasulullah sering bercanda &lt;br /&gt;dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya &lt;br /&gt;dengan: "Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali." (Zuwainab artinya: &lt;br /&gt;Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami' 5-25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah &lt;br /&gt;mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah &lt;br /&gt;mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasulullah &lt;br /&gt;dari suaminya yang bernama Abul 'Ash bin Ar-Rabi'. Pada saat berdiri, &lt;br /&gt;beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq &lt;br /&gt;'alaih)&lt;br /&gt;Mahmud bin Ar-Rabi' Radhiallaahu anhu mengungkapkan: "Aku masih ingat saat &lt;br /&gt;Rasulullah menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil &lt;br /&gt;dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun." &lt;br /&gt;(HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa &lt;br /&gt;maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: "Suatu hari aku berada di &lt;br /&gt;belakang Nabi , beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: "Jagalah &lt;br /&gt;(perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Allah, &lt;br /&gt;pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah &lt;br /&gt;kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada &lt;br /&gt;Allah." (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti &lt;br /&gt;serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan &lt;br /&gt;hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. &lt;br /&gt;Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang &lt;br /&gt;seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat &lt;br /&gt;hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur &lt;br /&gt;dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari &lt;br /&gt;para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Allah Subhanahu wa Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3413353018710486928?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3413353018710486928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3413353018710486928' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3413353018710486928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3413353018710486928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2010/04/sehari-di-kediaman-rasulullah.html' title='Sehari di Kediaman Rasulullah'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8592064698084378518</id><published>2009-10-26T17:04:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T17:06:30.175-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Menjadi Pribadi yang Ikhlas</title><content type='html'>Hati yang bersih akan melahirkan keikhlasan. Satu upaya batin yang hanya dengannya Allah akan menerima sebuah amalan. Hati yang bersihlah yang akan melahirkan pribadi-pribadi yang ikhlas. Pribadi yang hanya mengharapkan ridha Allah sebagai imbalan atas ibadahnya. Namun setiap sesuatu yang bersih bisa jadi ternoda, begitu pun juga hati manusia. Kebersihan atau keikhlasan hati manusia sangat rentan dari noda-noda, yang karenanya akan mengganggu keikhlasan dalam pengabdian kepada Allah SWT.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa yang oleh Allah dikatagorikan sebagai peringkat ketiga obat penyakit hati setelah sholat dan zakat, adalah obat yang ampuh dalam memerangi kotoran-kotoran hati. Ibarat kolam, puasa merupakan tempat untuk membersihkan diri dari daki-daki yang melekat dalam hati manusia, yang akan mengganggu kebersihan hati tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sebuah amalan ternodai keikhlasannya, maka amalan tersebut tidak diterima. Demikian pendapat ulama yang mengatakan bahwa syarat diterimanya sebuah amal ibadah adalah bila amal itu dilakukan dengan ikhlas mengharap ridha Allah semata, dan yang kedua adalah amalan itu dilakukan berdasarkan syariat yang telah ditentukan Allah atau pun sunnah dari Rasulullah Muhammad SAW. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pada dasarnya keduanya merupakan hal yang saling berkaitan erat. Ikhlas merupakan amalan batin ,sementara syariat atau sunnah Rasulullah adalah amalan zahir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah: &lt;br /&gt;Allah tidak menerima amal, kecuali amal yang dikerjakan dengan ikhlas karena Dia semata-mata dan dimaksudkan untuk mencari keridhaan-Nya (HR. Ibnu Majah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits Rasulullah diatas, memberikan gambaran yang sangat jelas bahwa ikhlas merupakan faktor penentu dalam setiap amalan. Agar segala perbuatan yang dilakukan diterima oleh Allah. Ketika kita berniat untuk melakukan sebuah pekerjan, atau sebuah amalan untuk bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah SWT misalnya, dan ternyata ketika melakukannya ada motivasi lain yang membangkitkannya, maka apa yang kita lakukan sebenarnya tidak lagi dalam konteks ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya saja ketika melakukan puasa. Yang terlintas di pikiran kita adalah dengan puasa itu kita berharap akan mendapatkan perlindungan dan kekuatan bukan untuk bertaqqarub kepada Allah, maka puasa itu bisa jadi telah tercampur dengan unsur syirik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun ketika melakukan sholat ,dan kemudian ternyata apa yang kita lakukan sesungguhnya karena keinginan mendapatkan pujian dari orang-orang yang melihat sholat kita, atau keinginan untuk dikatakan sebagai orang yang paling khusuk, maka ibadah kita telah tercemar dengan kotoran-kotaran hati yang sangat berbahaya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah befirman: &lt;br /&gt;" ... Dan apabila mereka berdiri untuk sholat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud untuk riya' dengan sholat di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (Qs.An Nisaa':142) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali bila ketika kita melakukan ibadah puasa untuk bertaqarrub kepada Allah. Dan ternyata dengan puasa itu didapatkan perlindungan atau kekuatan, atau kesehatan yang semakin prima, bahkan kemudian dengan kesehatan yang prima itu kemudian bisa menambah kualitas dan kuantitas ibadah yang lain, maka insya Allah pahala yang didapat akan menjadi semakin berlipat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mudahnya keikhlasan mengalami kontaminasi dengan penyakit yang lain, maka betul-betul dibutuhkan tajarrud (kesungguhan) dari pribadi-pribadi muslim untuk senantiasa mengevaluasi amalan-amalan yang akan, sedang dan telah dilakukannya, agar ujub atau riya' atau penyakit hati yang lainnya tidak merusak nilai-nilai amalan kita di hadapan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa'ad menyebutkan dalam kitab Thabaqaat dari Umar Ibn Abdul Azis, bahwa bila beliau berkutbah di atas mimbar dan kemudian tiba-tiba terlintas dalam pikirannya keinginan untuk mendapat pujian dari orang lain atas kepandaiannya berbicara, maka beliau segera menghentikan pidatonya. Begitupun ketika beliau sedang menulis kitab dan takut akan rasa ujub terhadap dirinya sendiri, maka beliau segera merobeknya dan berkata, "Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejelekkan diriku sendiri." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian berhati-hatinya ulama semacam Ibnu Sa'ad menjaga keikhlasan hatinya, pantas menjadi tauladan bagi setiap muslim yang berkeinginan menjadi seorang mukhlisin.Beliau menyadari betul bahwa penyakit hati smeacam riya' dan ujub akan mengotori keihlasan dalam beramal.Sehingga ketika perasaan itu muncul dengan serta merta beliau menghentikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah memberikan tauladan kepada kita berlindung kepada Allah atas penyakit hati itu dengan doa sebagai berikut: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari mensekutukan-Mu, sesuatu yang kami tidak mengetahuinya dan kami memohon ampunan kepada-Mu dari sesuatu yang kami tidak mengetahuinya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do'a ini juga merupakan sebuah upaya agar Allah SWT senantiasa meluruskan niatan kita, dan menjauhkan dari penyakit-penyakit hati yang berupa riya' yang juga dikenal sebagai syirik kecil, juga penyakit hati yang lain semacam ujub, yakni bangga terhadap diri sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah: &lt;br /&gt;Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik yang kecil. Sahabat bertanya: "apakah syirik yang kecil itu ya Rasulullah?". Rasulullah menjawab: "Riya" (HR. Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita lengah terhadap adanya penyakit-penyakit hati yang senantiasa berlindung di dalam hati kita, karena adanya penyakit itu bisa menjadikan Allah tidak menerima amalan-amalan yang telah kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman: &lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima),seperti orang yang menafkahkan hartanya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian..." (Qs.2:264) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah dengan menyadari betapa keikhlasan dalam beramal sangat mempengaruhi diterima tidaknya amalan ibadah kepada Allah. Dan sebaliknya, dengan adanya penyakit hati yang mengiringi setiap amalan akan merusak dan menghilangkan amalan itu sendiri di hadapan Allah, maka akan memberi motivasi kepada kita semuanya, untuk senantiasa berupaya menjadikan diri kita sebagai pribadi-pribadi yang mukhlish. Allahu a'lam bishowab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8592064698084378518?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8592064698084378518/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8592064698084378518' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8592064698084378518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8592064698084378518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/10/menjadi-pribadi-yang-ikhlas.html' title='Menjadi Pribadi yang Ikhlas'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-2244445347655049740</id><published>2009-10-26T05:47:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T05:56:00.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Jangan Pernah tinggalkan sholat...!</title><content type='html'>Pada suatu senja yang lengang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik "Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi !..." teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobatdari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. "Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada!" jawab Jibril dengan tegas.&lt;br /&gt;"Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina" Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sholat itu tidak&lt;br /&gt;wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang&lt;br /&gt;yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan untuk seluruh umat yang sering kali melakukan perjalanan, misalnya apabila kita pulang dari kantor sudah menjelang aktu Maghrib, tapi seringkali kita merasa malas untuk menunggu, dan saat dalam perjalanan pulang adzan maghrib berkumandang kita masih didalam kendaraan, sampai dirumah sudah hampir waktu Isya. Apabila di jalan terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan dan kita dipanggil oleh Yang Maha Kuasa dalam keadaan meninggalkan sholat Maghrib, Naudzubillah. Hal ini juga menjadi perhatian buat kaum Wanita. &lt;br /&gt;Wassalamu'alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik Rasulullah SAW menjelang sakratul maut ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan bersama-sama masuk surga bersama aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita&lt;br /&gt;semua," desah hati semua sahabat kalaitu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya didunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.&lt;br /&gt;Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bolehkah saya masuk ? " tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,"&lt;br /&gt;tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik Tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu."Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan&lt;br /&gt;saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" Dan pupuslah kembang hidup manusia mulia itu. Kini, mampukah kita mencinta sepertinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kirimkan kepada temen-temen muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-2244445347655049740?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/2244445347655049740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=2244445347655049740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2244445347655049740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2244445347655049740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/10/jangan-pernah-tinggalkan-sholat.html' title='Jangan Pernah tinggalkan sholat...!'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-5105300127772571470</id><published>2009-07-02T07:23:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:25:46.392-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Menjadi bidadari di dunia dan akherat</title><content type='html'>Pernahkah terlintas dalam hatimu ya ukhti, saudariku muslimah untuk menjadi bidadari di dunia dan diakhirat nanti?. Pernahkah kau membayangkan betapa cantik dan anggunnya ia, menjadi incaran dan simpanan hamba-hamba Allah yang shalih dan bertakwa. Pernahkah engkau mengangankannya? Pernahkah engkau mengimpikannya? Tidakkah hatimu tergerak untuk segera meraihnya? Sesungguhnya bidadari dunia adalah ia para wanita yang shalihah, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya semata, hatinya selalu takut dan terikat dengan rabb-Nya, mentaati-Nya dalam keadaan sendirian ataupun dihadapan banyak manusia. Sosok yang merindukan keridhaan Allah dan rasul-Nya[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu terbayang dalam pelupuk matanya surga yang dijanjikan Allah menantinya dari pintu manapun ia suka, ia bisa memasukinya. Hatinya selalu menimbang dengan timbangan akhirat sehingga segala urusan dunia yang bertentangan dengan syariat Allah dan Rasul-Nya akan mudah ia singkirkan dan tinggalkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Duhai betapa elok dan indah akhlaknya, bila ia belum bersuami maka berbakti kepada kedua orangtuanyalah ladang amalnya memanfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan berusaha mendapatkan keridhaan dari keduanya.Bila ia telah bersuami maka bersemangatlah hatinya untuk berbakti kepada suaminya, menemani sang suami dalam keadaan suka dan duka,mendidik anak-anaknya agar mereka berjalan diatas sunnah dan manhaj yang benar yaitu manhaj salafuna shalih. Berani meluruskan suami apabila ia bersalah dengan bahasa yang lembut dan bersabar atas kekurangannya. Membantu suami dalam mentaati Rabb-Nya, sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hamba-hamba-Nya.Jika engkau bersabar dan istiqamah maka insya Allah engkau akan menjadi penghuni surga yang cantik jelita itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Janganlah engkau resah dan gundah, merasa kecewa hatimu karena melihat sulitnya jalan untuk meraih kesana. Jalan itu akan mudah engkau tuju apabila engkau memohon pertolongan-Nya dalam setiap desah nafasmu. Sehingga segala tindak tandukmu selalu dalam bimbingan-Nya.Dan, renungkanlah  apabila engkau berhasil mencapai predikat wanita shalihah (bidadari dunia) semua adalah karena dari Rabbmu semata, bersyukurlah atas nikmat ini dan janganlah sekali-kali engkau takabur. Ingatlah selalu firman-Nya :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah”  (huud:88).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Semoga Allah memberkahimu dan memberkahi kita semua wanita-wanita muslimah diatas muka bumi ini yang bercita-cita ingin menjadi bidadari-bidadari diatas dunia ini dan tentu saja diakhirat nanti, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://profiles.friendster.com/cha2sayank"&gt;[red]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-5105300127772571470?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/5105300127772571470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=5105300127772571470' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5105300127772571470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5105300127772571470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/07/menjadi-bidadari-di-dunia-dan-akherat.html' title='Menjadi bidadari di dunia dan akherat'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4080616493053187739</id><published>2009-07-02T07:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:23:10.750-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>CINTA  Apabila Fitrah Menjadi Fitnah</title><content type='html'>Remaja tidak seharusnya mengeluh dan berkata, “cinta apa namanya jika tidak dating, perbualan telefon secara maraton, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman?” &lt;br /&gt;Remaja dan cinta- 2 perkara yang bagaikan sudah sebati. Kisah suka-duka cinta remaja sering menjadi ilham para penyair, lirik dan komposer, dan bait-bait puisi para penyair. Habis segala ciptaan Tuhan dijadikan lakaran metafora dan analogy percintaan. Embun, pelangi, salju, bulan dan bintang semuanya dijadikan lambang bagi memuja kekasih. Perubahan biologi dan psikologi remaja menyebabkan mereka menjadi peneroka cinta yang serba baru. Kekadang rasa cinta berputik lewat perkenalan dengan rakan sekelas, teman sepejabat[...]&lt;span class="fullpost"&gt;atau cinta pandang pertama sewaktu sama-sama menunggu bas ketika hujan renyai-renyai. .aduss romatiknya!~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila disebut cinta terbayang Romeo yang sanggup mati kerana Juliet, Cleopatra yang sanggup membunuh diri kerana Mark Anthony, Uda yang bersanding dengan Dara di pusara atau Qais yang sanggup menjadi majnun kerana terpisah dengan Laila. Itulah deretan kisah cinta rekaan, namun realitinya juga tidak kurang hebatnya. Ramai remaja yang sanggup meninggalkan ibu dan ayah kerana mengikut kekasih hati. Malah ada yang sanggup menukar agama untuk mendapatkan cinta. Ah, manusia tanpa cinta agaknya seperti bumi tanpa mentari…begitulah agaknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA FITRAH SEMULA JADI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta bertandang di dalam jiwa tanpa diundang. Keinginan itu tidak payah dipelajari atau dicari. Lelaki inginkan cinta wanita dan begitulah sebaliknya. Walaupun kadangkala ia cuba dilawan, namun rasa yang ‘ajaib’ itu datang juga. Tidak kuasa untuk menolaknya , apalagi kalau cinta disuburkan, maka makin marak dan menggila jadinya. Apabila cinta mencengkam diri, makan tak kenyang, tido pon tak lena dibuatnya. Seindah dan sedamai syurga, namun Nabi Adam inginkan teman. Lalu Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuknya. Dan kita adalah anak cucu pewaris rasa cinta itu akan sentiasa rasa terpisah dan gelisah selagi tidak bersama dengan yang dicinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu hati remaja selalu berkata, apakah salah kami bercinta? Ya, rasa cinta memang tidak salah. Ia adalah fitrah semula jadi yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai adalah instinc. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasad memerlukan makanan. Oleh kerana cinta itu fitrah, maka tentulah tidak salah untuk merasainya. Namun Allah tidaklah kurniakan rasa cinta secara polos begitu sahaja. Dia juga mencipta peraturan cinta demi menjaga kemuliaannya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar oleh remaja. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalinkan hubungan cinta. Disinilah selalunya remaja terjebak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta terlarang adalah cinta yang menafikan peraturan Tuhan. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Apabila kehendak semula jadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan berlakulah kekalutan dan kemusnahan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA YANG MEMBAKAR DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa perlu ada peraturan cinta? Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semula jadinya. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta yang terlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudah pun mengajar kita bahawa jangan sekali-kali bermain api cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedy yang berlaku akibat hubungan cinta yang membelakangkan Tuhan. Cinta yang terlarang adalah cinta yang sudah dicemari dengan kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak bertahan lama. Sudah dapat apa yang dihajati, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan sepaii….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan cinta jangan dicemari oleh tindakan yang melanggar syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku.. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi pelbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itu cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala hingga seseorang akan menjadi hamba kepada siapa yang dicintanya. Lupalah diri kepada Pencipta cinta kerana terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan- Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah..bagaimanakah perasaan kita agaknya, jika seseorang begitu leka dengan hadiah hingga terlupe bersalam dan berterima kasih dengan pemberinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENGAWAL DIRI DARIPADA CINTA TERLARANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kerap terpinggir dalam hubungan cinta terlarang. Hukumnya dilanggar bukan dengan rasa bersalah tetapi dengan rasa manis dan megah. Tangan kekasih dipegang walaupun sudah jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim. Tergamak berdua-duaan di tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahawa dalam keadaan begitu syaitan adalah ‘orang’ yang ketiga. Lebih daripada itu pun banyak berlaku. Semuanya seolah-olah halal kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon cinta terlarang pun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjelekkan – bohsia, bohjan, buang bayi dan zina..Ketika itu indahkah cinta?&lt;br /&gt;Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi memerlukan peraturan dan kawalan….Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta? Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada Allah. Ertinya cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana mengharapkan keredhaan Allah swt. Allah memberikan kita fitrah itu, lalu kita niatkan dengan fitrah itu boleh menghampirkan diri kepada-Nya. Cintailah sesiapapun tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai Allah.. Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah..soalnya bagaimana? Iringilah niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih memudahkan seorang lelaki atau perempuan menyempurnakan agamanya..Sabda Rasulullah saw :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila seseorang itu berkahwin, sempurnalah separuh agamanya, tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERATURAN CINTA&lt;br /&gt;Oleh itu usahlah bercinta seqadar untuk bersuka-suka. Lebih buruk lagi janganlah ada niat jahat dalam bercinta sama ada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta itu pastinya bukan kerana Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-dua pihak sekali. Cinta jenis ini seburuk namanya –Cinta Monyet!~&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu hendaklah dipastikan semasa menjalinkan hubungan cinta tiada hukum Allah yang dilanggar. Antaranya tiada pergaulan bebas, tiada berdua-duan, tiada pendedahan aurat, tidak ada pengabaian perkara-perkara asas seperti meninggalkan solat, puasa dan lain-lain. Hubungan cinta juga jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan. Remaja tidak seharusnya mengeluh dan berkata, cinta apa namanya jika tidak ada dating, perbualan telepon secara maraton, surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman? …Yakinlah tiada keindahan dengan melanggar peraturan Tuhan. Putus cinta, frust cinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak putus tanpa sempat menempuh perkahwinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ..last sekali………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui dan Maha Penyayang. Segala peraturan-Nya dibuat dengan rasa cinta terhadap hamba-hamba- Nya. Cinta suci pasti akan membawa ke gerbang perkahwinan sehingga pasangan itu bercinta dengan 1000 keindahannya. Bahkan jika ditakdirkan cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat…insyaAllah. .=) Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga, tempat pertama yang melahirkan cinta! Ketika itulah fitrah menjadi anugerah…&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.friendster.com/cha2sayank"&gt;[red]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4080616493053187739?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4080616493053187739/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4080616493053187739' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4080616493053187739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4080616493053187739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/07/cinta-apabila-fitrah-menjadi-fitnah.html' title='CINTA  Apabila Fitrah Menjadi Fitnah'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8755087634739388583</id><published>2009-07-02T06:45:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T07:08:13.343-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Studio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Suara Gontor FM di Sulit Air Sumatra Barat</title><content type='html'>Semenjak berdirinya pada tahun 1926,  &lt;a href="http://www.gontor.ac.id"&gt;Pondok Modern Darussalam Gontor&lt;/a&gt; terus berkembang dan berusaha dengan kemampuan puncaknya untuk mengembangkan segala aspek yang ada. dari mulai aspek pendidikan dan pengajaran, ekonomi Pondok, sarana dan prasarana, kesejahteraan Guru, bahkan media dakwah seperti radio misalnya. Yang kemudian media dakwah, informasi dan hiburan ini, di kemas dengan apik dan menarik, sehingga dapat menjadi media yang  dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, serta unggul dan terdepan dalam kualitas. Dengan adanya media ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk mentransformasikan nilai, sistem, dan ajaran Gontor  kepada seluruh guru dan santri pada khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Sehingga dengan demikian, diharapkan barisan kekuatan Gontor akan bertambah, tidak hanya dari kalangan guru dan santri namun juga dari kalangan masyarakat luas.&lt;br /&gt;Untuk itu Pimpinan Pondok Modern Darusslam Gontor memandang perlu adanya sebuah sarana khusus untuk menunjang niat suci ini. Maka pada awal tahun 1998 didirikanlah sebuah stasiun pemancar radio setinggi 20 meter, berdaya 20 watt yang diberi nama “Suara Midlo’ah FM” karena kebetulan ruang yang ditempati adalah gedung Midlo’ah yang berada di belakang Masjid Jami’ Gontor.&lt;br /&gt;Oleh karena Animo masyarakat untuk mendengarkan radio yang Islami cukup besar, disamping tanggapan positif  yang datang dari guru-guru, maka mulai tahun 1999 pusat kegiatannya di pindahkan ke Kantor Dewan Mahasiswa, di Gedung Asia lantai dua. Selanjutnya stasiun radio tersebut dipindahkan ke Gedung Syanggit lantai tiga serta resmi berganti nama menjadi “PT. Radio Suara Gontor FM”.&lt;br /&gt;Radio ini bukan dimaksudkan untuk kepentingan komersial, melainkan untuk mempermudah komunikasi antar warga Pondok dan untuk kepentingan Dakwah Islamiyah, sebagaimana yang kami telah sebutkan di atas tadi. Dan di antara program-programnya adalah Penyejuk Qolbu, Siraman Rahani, Musik Qasidah, Kidung Surgawi, dan tembang Islami (Nasyid). Di samping itu juga disajikan program-program lainnya, semisal keluarga sakinah, dialog interktif tentang persoalan-persoalan keagamaan dan sosial, siaran bahasa Inggris, serta iformasi dan hiburan.&lt;br /&gt;Mulai tahun 2002, jangkauan siaran SUARGO FM melampaui radius 100 KM dari pemancarnya setinggi 72 meter di Gontor. Akhirnya siaran radio ini dapat dinikmati oleh segenap pendengar pada gelombang FM 102,7 MHz.&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai di sini perjuangan Pondok Modern Darussalam Gontor untuk meneruskan niat sucinya dalam membina kader Ummat untuk kejayaan Bangsa. Namun  Pondok Modern Darussalam Gontor terus melebarkan sayapnya hingga ke seluruh persada Nusantara. Seiring dengan bertambahnya Pondok-pondok cabang Gontor yang tersebar di jawa dan di beberapa provinsi lainya, maka bertambah pula-lah stasiun pemancar radio Suara Gontor FM bersamanya. Hingga saat ini telah tercatat ada 9 stasiun pemancar radio Suara Gontor di bumi persada Indonesia, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://profiles.friendster.com/suargofm"&gt;Suara Gontor FM di Gontor 1&lt;/a&gt; Pusat (Ponorogo, jawa Timur)&lt;br /&gt;2. Suara Gontor FM di Gontor 3 (Kediri, Jawa Timur)&lt;br /&gt;3. Suara Gontor FM di Gontor 7 (kendari, Sulawesi Tenggara)&lt;br /&gt;4. Suara Ibadurrahman / Pondok Alumni Gontor (Kalimantan Timur)&lt;br /&gt;5. Suara Gontor Aceh di Gontor 10 (Aceh Besar)&lt;br /&gt;6. Suara Gontor Kalianda di Gontor 8 (Lampung) &lt;br /&gt;7. Suara Gontor FM di Gontor 6 (Magelang, Jawa Tengah)&lt;br /&gt;8. Suara Gontor FM di Poso (Sulawesi Tengah).&lt;br /&gt;Sedang baru-baru ini telah dibuka stasiun pemancar radio baru di Nagari (desa) Sulit Air, Solok, Sumatra Barat. Dan tepatnya pada tanggal 1 juni 2009, radio Suara Gontor Sulit Air FM telah mengudara dengan tiga broadcaster diantaranya &lt;a href="http://profiles.friendster.com/80064768"&gt;akhi Mufti al-huqoba'&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://profiles.friendster.com/cha2sayank"&gt;akhi Ghufron el-Ghifary&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://profiles.friendster.com/90455192"&gt;akhi Salman al-Farisi&lt;/a&gt;, yang kemudian radio ini di nobatkan menjadi Stasiun pemancar radio yang ke 9, Alhamdulillah….. Dengan pemancar 300 watt mampu menyapa wilayah Kecamatan Solok dan sekitarnya,&lt;br /&gt;Dan Insya Allah dalam waktu dekat ini juga, akan segera dibuka stasiun pemancar radio Suara Gontor FM yang ke 10 di Kota Medan, oleh karena itu kami selalu memohon do’a, restu dan dukungannya, semoga semua rencana dan niat suci kami untuk memasyarakatkan Gontor dan menggontorkan masyarakat mendapatkan Ridho dari Allah swt, amin ya Rabbal Alamin….&lt;a href="http://www.friendster.com/photos/46693053/1/175164058"&gt;[red]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8755087634739388583?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8755087634739388583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8755087634739388583' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8755087634739388583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8755087634739388583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/07/suara-gontor-fm-di-sulit-air-sumatra.html' title='Suara Gontor FM di Sulit Air Sumatra Barat'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7152767994911954209</id><published>2009-07-02T06:35:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T06:45:23.849-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>PMD GONTOR 11 cab. Sumatra Barat</title><content type='html'>Semenjak dimulainya perintisan dan peletakan batu pertama pada awal bulan januari 2009 yang lalu, pondok ini telah berhasil membangun beberapa lokal yang memang masih diprioritaskan kepada sarana pokok kebutuhan santri sehari-hari seperti asrama, kelas, dapur dan kamar mandi. Melihat masih terbatasnya sarana dan prasarana yang ada, maka Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.) membuka untuk 100 siswa calon pelajar baru, dan hanya di peruntukkan bagi siswa putra tamatan MI atau SD....&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Derap Langkah Pembangunan Gontor 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semenjak kedatangan bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. dan KH. Hasan Abdullah Sahal pada tanggal 27 Mei lalu, Pondok ini pun berusaha untuk terus memacu laju pembangunannya, sehingga diharapkan pada pertengahan bulan Juli 2009 yang akan datang, seluruh sarana pokok seperti asrama, kelas, kamar mandi, dan dapur termasuk kamar guru, dan rumah pengasuh, telah dapat digunakan dengan optimal. Sehingga para calon pelajar dapat langsung tinggal dan belajar di dalam area pondok dengan sistem asrama sebagaimana mestinya. Mengingat gaung pembangunan Pondok Modern Gontor 11 ini telah meluas hampir ke semua penjuru dan pelosok Nagari (desa) Sulit Air dan juga  telah sampai ke beberapa kota besar di Padang Sumatra Barat, diantaranya Solok, Batu Sangkar, Padang Panjang, bahkan Palembang. Untuk itu Bapak Pimpinan memandang perlu adanya percepatan dalam pembangunan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh santri dan juga guru yang akan tinggal di Pondok Gontor 11 cab. Sumatra Barat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya Suara Gontor FM di Nagari Sulit Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan dibangunnya Pondok yang berdiri di atas tanah seluas 7 hektare wakaf dari keluarga “Datuk Permato Kayo” (Bp. Ali Rizal) ini, Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor pun membangun sebuah media Informasi bagi masyarakat nagari Sulit Air, guna memperluas informasi sekaligus sosialisasi ajaran dan nilai Gontor kepada seluruh masyarakat Nagari Sulit Air dan sekitarnya.&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dengan Izin Allah Suara Gontor Sulit Air FM ini telah mengudara sejak tanggal 1 Juni 2009 lalu, dan Alhamdulillah pula media yang mengedepankan misi dakwah ini pun mendapat respon yang cukup baik dari kalangan masyarakat sekitar. Dan  berkat adanya media informasi ini pula gaung pembangunan Pondok Modern Gontor 11 dapat di sebar luaskan melalui jalur udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sosialisasi Ajaran Gontor kepada Masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; “Banyak jalan menuju Roma” mungkin inilah peribahasa yang dipilih oleh Bapak Pimpinan Pondok Modern Darusalam Gontor dalam mengenalkan ajaran-ajaran, nilai dan system Gontor kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia. Oleh karena itu selain Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor mengangap perlu adanya media informasi seperti radio, sebagai penyebar informasi melalui udara, maka pada tanggal 27 Mei 2009 lalu Bapak Pimpinan pun mengirim tiga orang Guru Muda dari Gontor, yang diharapkan dapat menjadi penyambung lidah ajaran, nilai dan system Gontor kepada masyarakat. Mereka itu adalah ( &lt;a href="http://www.friendster.com/photos/46693053/1/175164058"&gt;1. Ustadz. Abdul Hamid al-Imam, S.Pd.I., 2. Ustadz. M Ghufron Abrori, dan 3. Ustadz. Abdul Chamid&lt;/a&gt;). Mereka bertigalah yang sampai saat ini masih berada di Nagari Sulit Air, sebagai penyambung lidah ajaran, nilai-nilai, dan sistem Gontor melalui beberapa kegiatan, diantaranya adalah : Ceramah Islam, yang biasa di adakan oleh masyarakat sulit air pada hari jum’at setelah shalat shubuh, dan wirid mingguan yang biasa diadakan pada hari rabo malam selepas shalat maghrib sampai Isya’, dan juga pengajian jama’ah muslimat yang biasa diadakan 2 minggu sekali di mushala-mushala atau masjid-masjid yang ada di Nagari Sulit Air secara Bergilir. Dari beberapa kegiatan ini lah mereka bertiga dapat memberikan gambaran, sekaligus dakwah tentang Gontor secara ringkas namun jelas. &lt;br /&gt; Bersamaan dengan dilakukannya pendekatan terhadap masyarakat dengan mengikuti beberapa kegiatan di yang telah tersebut di atas, mereka bertiga juga membuka sebuah taman pendidikan Al-Qu’an yang diformulasikan untuk anak-anak penduduk sekitar nagari Sulit Air, guna memberikan sebuah pembinaan terhadap generasi muda yang sesuai dengan Syariat Islam, sehingga suasana Keislaman dan Kebersamaan pun akan tumbuh subur bahkan berkembang di Nagari nan elok Sulit Air ini, amin….. semoga!  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7152767994911954209?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7152767994911954209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7152767994911954209' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7152767994911954209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7152767994911954209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/07/pmd-gontor-11-cab-sumatra-barat.html' title='PMD GONTOR 11 cab. Sumatra Barat'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-6105715181668423353</id><published>2009-04-22T18:30:00.000-07:00</published><updated>2009-04-22T18:33:34.747-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Antara Ukhuwah dan Pacaran</title><content type='html'>PMDMG3 : Maksud hati ingin ukhuwah dengan lawan jenis, tapi malah terjebak dalam pacaran. Tadinya pengen menjalin ukhuwah Islamiyah, tapi apa daya kecemplung jadi demenan. He..he.. jangan heran atuh, sebab hubungan dengan lawan jenis itu rentan banget disusupi oleh perasaan-perasaan lain yang getarannya lebih dahsyat. Apalagi kalo ditambah naik bajaj, dijamin tambah menggigil karena vibrasinya kuat banget (apa hubungannya?)?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, sesama aktivis masjid atau organisasi kerohanian di sekolah dan kampus, selalu saja muncul hal-hal tak terduga. Cinta lokasi kerap mewarnai perjalanan hidup mereka. Iya dong, aktivis juga kan manusia. Wajar banget dong untuk merasakan hal-hal seperti itu. Apalagi mereka sama-sama sering bertemu. Bukankah pepatah Jawa mengatakan, witing tresno jalaran soko kulino sering jadi rujukan untuk menggambarkan perasaan itu? Ati-ati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm… rasa cinta itu muncul karena seringnya bersama atau bertemu, begitu maksudnya? Yup, kamu cukup cerdas dalam masalah ini. Iya, jadi jangan kaget or heran kalo sesama aktivis pengajian muncul perasaan itu. Apalagi di antara mereka udah saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Dijamin perasaan 'ser-seran' keduanya dijembatani oleh seringnya komunikasi dan frekuensi pertemuan. Udah deh, panah-panah asmara mulai dilepaskan dari busur masing-masing dalam nuraninya. Duh gusti, itu artinya sang panah asmara siap menembus hati masing-masing. Siap memekarkan bunga-bunga di taman hati mereka. Seterusnya, jatuh hati dan saling memendam rindu. Uhuy! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalo nggak kuat-kuat amat imannya, kamu bakalan melakoni aktivitas pacaran sebagaimana layaknya dilakukan oleh mereka yang masih awam sama ajaran agama. Nggak terasa, di antara kamu mulai berani janjian untuk ketemu di masjid. Walau mungkin masih malu-malu. Tapi jangan salah lho, jika nafsu udah jadi panglima, akal sehat kamu pasti keroconya. Kamu lalu deklarasi, "akal sehat saatnya minggir!" Waduh, gimana jadinya kalo sesama aktivis malah terjebak dalam perasaan-perasaan seperti ini?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sobat muda muslim, memang ukhuwah itu tidak dibatasi cuma kepada satu jenis manusia aja, tapi kepada dua jenis sekaligus, yakni laki dan wanita. Bahkan ukhuwah Islamiyah berdimensi sangat luas, yakni nggak dibatasi oleh waktu dan tempat. Kapan pun dan di mana mereka berada, asal mereka adalah muslim, itu saudara kita. Hanya saja, untuk ukhuwah dengan lawan jenis, memang ada aturan mainnya sendiri, sobat. Nggak sembarangan, atau nggak sebebas dalam bergaulnya seperti kepada teman satu jenis. Itu sebabnya, kita bahas masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Cinta Mulai Menggoda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa cinta itu unik. Nggak mengenal status seseorang, dan juga suka tiba-tiba aja datang. Hadir dalam jiwa, menggerogoti hati, mengaduk-mengaduk perasaan, yang akhirnya muncul rasa suka dan rindu. Duh, banyak pujangga yang berhasil menorehkan kata-kata puitisnya tentang cinta. Sebab cinta itu naluriah. Pasti dimiliki oleh seluruh manusia, termasuk hewan. Allah udah memberikan rasa itu kepada manusia. Firman-Nya : "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu : wanita-wanita, anak-anak." (QS. Ali Imraan [3] :14). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, gimana jadinya kalo sesama aktivis pengajian muncul rasa cinta? Nggak masalah. Sah-sah saja kok. Bahkan sangat mungkin terjadi. Itu naluriah. Cuma, tetap harus aman dan terkendali. Nggak boleh mengganggu stabilitas nasional (ciiee.. bahasanya pejabat banget tuh!). Iya, saat cinta menggoda, jarang yang bisa bertahan dari godaannya yang kadang menggelapkan mata dan hati seseorang. Jangan heran dong kalo sampe ada yang nekat pacaran. Wah, aktivis pengajian kok pacaran? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, itu sebabnya kamu kudu bisa jaga diri. Ukhuwah Islamiyah di antara sesama aktivis pengajian tentunya nggak dinodai dengan perbuatan yang mencemarkan nama baik organisasi, nama baik kamu, nama baik sesama aktivis pengajian, dan yang jelas kesucian Islam. Jangan sampe ada omongan, "aktivis pengajian aja pacarannya kuat, tuh! Muna deh!" Coba, gimana kalo sampe ada yang bilang begitu? Nyesek banget kan? Jelas lebih dahsyat dari wabah SARS tuh! Upss... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo udah gitu, bisa ngerusak predikat tuh. Bener. Sebab, serangan kepada orang yang punya predikat 'paham agama' lebih kenceng. Jadi kalo ada aktivis pengajian yang pacaran, orang di sekililing mereka dengan sengit mengolok-olok, mencemooh, bahkan mencibir sinis. Kejam juga ya? Bandingkan dengan orang yang belum paham agama, atau nggak aktif di organisasi kerohanian Islam, biasa-biasa aja tuh. Sobat, inilah semacam 'hukuman sosial' yang kudu ditanggung seseorang yang udah dipandang ngerti. Padahal, sama aja dosanya. Tapi, seolah lebih besar kalo itu dilakukan oleh aktivis pengajian. Gawat! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar juga sih pandangan seperti itu. Sebab, umat kan lagi nyari siapa yang dapat ia percayai dan teladani dalam kehidupannya. Jadi, jangan khianati kepercayaan mereka kepadamu hanya gara-gara soal cinta yang kebablasan. Sebab, mereka menganggap bahwa kamu mampu menjaga diri dan mungkin orang lain. Nah, kalo kemudian kamu melakukan perbuatan yang merendahkan martabatmu, rasanya pantes banget kalo kemudian mereka nggak percaya lagi sama kamu yang aktif di pegajian. Betul apa betul? &lt;br /&gt;Sobat muda muslim, cinta seketika bisa datang menggoda, hadir dalam jiwa, memenuhi rongga dada, dan membawa asa yang menghempaskan segala duka yang pernah ada. Hmm.. kalo itu yang kamu rasakan, harap hati-hati. Ukhuwah di antara kamu jangan dinodai dengan aktivitas bejat, meskipun atas nama cinta. Berbahaya. Jangan heran kalo Kahlil Gibran pernah bikin puisi seperti ini : "Cinta berlalu di hadapan kita, terbalut dalam kerendahan hati, tetapi kita lari darinya dalam ketakutan, atau bersembunyi di dalam kegelapan; atau yang lain mengejarnya, untuk berbuat jahat atas namanya." &lt;br /&gt;*** &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga Jarak Aman!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idih, emangnya mengendarai mobil sampe dibilang jaga jarak aman? He..he..he... jangan salah euy, justru yang berbahaya adalah karena seringnya deketen, apalagi sampe gesekan segala (emangnya kartu kredit main gesek?). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaga jarak aman adalah cara ampuh menjaga hati kita untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya. Bukankah seringkali kamu tak berdaya jika deketan sama orang yang kamu incer? Sebab, kalo nggak diatur dengan batasan ajaran agama, kamu bisa kebablasan berbuat tuh. Bener. Jangan sampe kamu lakuin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, apa aja sih batasan bergaul dengan lawan jenis, khususnya sesama aktivis? Iya, biar kita jadi ngeh, apa yang boleh dilakukan dan mana yang terlarang untuk dilakoni. Supaya ukhuwah kita nggak bias dengan pacaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kurangi frekuensi pertemuan yang nggak perlu. Memang, kalau sudah cinta, berpisah sejam serasa 60 menit, eh maksudnya setahun. Bawaannya pengen ketemu melulu. It's not good for your health, guys! Ini nggak sehat. Perbuatan seperti itu bukannya meredam gejolak, tapi akan memperparah suasana hati kita. Pikiran dan konsentrasi kita malah makin nggak karuan. Selain itu bukan mustahil kalau kebaikan yang kita kerjakan jadi tidak ikhlas karena Allah. Misal, karena si doi jadi moderator di acara pengajian, eh kita bela-belain datang karena pengen ngeliat si doi, bukan untuk nyimak pengajiannya itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, kurangi frekuensi pertemuan, apalagi kalau memang tidak perlu. Kalau sekadar untuk minjem buku catatan, ngapain minjem pada si doi, cari aja teman lain yang bisa kita pinjam bukunya. Lagipula, kalau kamu nggak sabaran, khawatir ada pandangan negatif dari si doi. Bisa-bisa kamu dicap sebagai ikhwan atau akhwat yang agre (maksudnya agresif). Zwing... zwing.. gubrak! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, jangan 'menggoda' dengan gaya bicara dan penampilan yang gimanaa.. gitu. Jadi, ketika kamu berbicara dengan lawan jenis harus diperhatikan intonasi dan gaya bicaranya. Bagi wanita, jangan sekali-kali ketika berinteraksi dengan anak cowok menggunakan gaya bicara yang mendayu-dayu kayak penyanyi dangdut. Suaranya dibuat merdu merayu hingga menyisakan rasa penasaran yang amat sangat bagi kaum lelaki. Wow! Firman Allah : "Jika kamu bertakwa, maka janganlah kamu terlalu lemah lembut (mengucapkan perkataan, nanti orang-orang yang dalam hatinya ragu ingin kepadamu. Dan berkatalah dengan perkataan yang baik." (QS. al-Ahzab [33] : 32). &lt;br /&gt;Ketiga, menutup aurat. Nggak salah neh? Kalo aktivis kan udah ngeh soal itu Bang? Bener. Harusnya memang begitu. Tapi, banyak juga yang belum tahu bagaimana cara mengenakan busana sesuai syariat. Akhwatnya masih pake kerudung gaul yang 'cepak' abis! (kalo yang bener kan 'gondrong'. He..he..). Iya, kerudungnya aja modis banget. Pake lipstik lagi bibirnya. Bedakannya tebel banget pula. Minyak wanginya? Bikin ikan sekom ngapung! &lt;br /&gt;Jadi buat para akhwat, jangan tabarujj deh. Duh, kebayang banget lucunya kalo aktivis pengajian tabarujj alias tampil pol-polan dengan memamerkan kecantikannya. Jangan ya, Allah SWT berfirman : "... dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu." (QS. al-Ahzab [33] : 33). &lt;br /&gt;Banyak lho yang mengaku aktivis masjid tapi kelakuannya masih begitu. Jadi, mari kita sama-sama membenahi diri kita dan juga teman-teman yang lain sesama aktivis masjid. perubahan memang butuh proses. Tapi, kudu dimulai dari sekarang. Siap kan? Heu-euh! &lt;br /&gt;Keempat, kurangi berhubungan. Mungkin ketemu langsung sih nggak, tapi komunikasi jalan terus tuh. Mulai dari sarana 'tradisional' macam surat via pos, sampe yang udah canggih macam via telepon, HP, dan juga internet. Wuih, ketemu langsung emang jarang, tapi kirim SMS dan nelponnya kuat. Apalagi kalo urusan chatting, pake ada jadwalnya segala. Udah gitu, kirim-kirim e-mail pula. Hmm... jadi tetep berhubungan kan? Emang sih bukan masuk kategori khalwat. Tapi kan bisa menumbuhkan rasa cinta, suka, dan sayang? Nggak percaya? Jangan dicoba! He.. he.. &lt;br /&gt;Kelima, jaga hati. Ya, meski sesama aktivis pengajian, bisikan setan tetap berlaku. Bahkan sangat boleh jadi makin kuat komporannya. Itu sebabnya, kalo hatimu panas terus karena panah asmara itu, dinginkan hati dengan banyak mengingat Allah. Mengingat dosa-dosa yang udah kita lakukan ketika shalat dan membaca al-Qur'an. Firman Allah SWT : "Ingatlah dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. ar-Ra'du [13] : 28). &lt;br /&gt;Oke deh, kamu udah punya modal sekarang. Hati-hatilah dalam bergaul dengan teman satu pengajian. Jaga diri, kesucian, dan kehormatan kamu dan temanmu. Jangan nekat berbuat maksiat. Kalo udah TKD alias Teu Kuat Deui, segera menikah saja (kalo emang udah mampu). Kalo belum mampu? Banyakin aktivitas bermanfaat dan seringlah berpuasa. &lt;br /&gt;Emang sih kalo pengen ideal, kudu ada kerjasama semua pihak; individu, masyarakat dan juga negara. Hmm.. soal cinta juga urusan negara ya? Negara wajib meredam dan memberantas faktor-faktor yang selalu ngomporin masyarakat untuk berbuat yang nggak-nggak. Betul? Jadi, jangan sampe ukhuwah kita berubah jadi demenan! Catet yo..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-6105715181668423353?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/6105715181668423353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=6105715181668423353' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6105715181668423353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6105715181668423353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/04/antara-ukhuwah-dan-pacaran.html' title='Antara Ukhuwah dan Pacaran'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4698475640620442759</id><published>2009-02-24T13:52:00.000-08:00</published><updated>2009-02-24T13:57:01.389-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><title type='text'>KISAH KEPOMPONG</title><content type='html'>Seorang menemukan kepompong seekor kupu-kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Dia duduk dan mengamati dalam beberapa jam kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang tersebut memutuskan untuk membantunya, dia ambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu. Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya.Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap2 mengkerut.Orang tersebut terus...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; mengamatinya karena dia berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yg mungkin akan berkembang dalam waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya tak pernah terjadi. Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut. Dia tidak pernah&lt;br /&gt;bisa terbang. Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yg menghambat dan perjuangan yg dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Tuhan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang perjuangan adalah yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan, itu mungkin melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yg semestinya kita mampu. Kita mungkin tidak pernah dapat terbang. Saya memohon Kekuatan ..Dan Tuhan memberi saya kesulitan-kesulitan untuk membuat saya kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon Kebijakan ... Dan Tuhan memberi saya persoalan untuk diselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon Kemakmuran .... Dan Tuhan memberi saya Otak dan Tenaga untuk bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon Keteguhan hati ... Dan Tuhan memberi saya Bahaya untuk diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon kebahagiaan dan cinta kasih...Dan Tuhan memberikan kesedihan kesedihan untuk dilewati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon Cinta .... Dan Tuhan memberi saya orang-orang bermasalah untuk&lt;br /&gt;ditolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon Kemurahan/kebaikan hati.... Dan Tuhan memberi saya kesempatan-kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memperoleh yg saya inginkan, saya mendapatkan segala yang&lt;br /&gt;saya butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4698475640620442759?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4698475640620442759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4698475640620442759' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4698475640620442759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4698475640620442759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/kisah-kepompong.html' title='KISAH KEPOMPONG'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-6226260891093493316</id><published>2009-02-19T06:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-19T06:35:48.762-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Shalat Tahajjud</title><content type='html'>Tahajud artinya bangun dari tidur. Sholat tahajud artinya sholat sunah yang dikerjakan pada waktu  malam hari dan dilaksanakan setelah tidur terlebih dahulu walaupun tidurnya hanya sebentar. Imam Syafii berkata: " Sholat malam dan sholat witir baik sebelum atau sesudah tidur dinamai tahajud. Sejarah mencatat bahwa ibadah sunah yang pertama kali  di syariatkan setelah faroidl ( ibadah yang yang fardhu ) adalah sholat tahajud.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist yang di riwayatkan bahwa Rasul Saw tidak pernah meninggalkan sholat tahajud sampai Rasul wafat...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Said bin Hisyam bertanya kepada Aisyah tentang sholat Nabi  di waktu malam: Aisyah menjawab: "Apakah anda tidak membaca surat Al Muzammil. "Ya" : jawab Said. Maka sholat malam pada permulaan surat ini  di jalankan oleh Rasulullah dan  dan sahabatnya selama satu tahun, sampai kaki mereka bengkak  dan Allah belum menurunkan ayat ke 20  dalam surat ini sebelum 12 bulan. Kemudian Ayat yang ke 20 di turunkan untuk meringankan, sehingga sholat malam menjadi sunah  sesudah di wajibkan.&lt;br /&gt;( HR Ahmad AM dan Muslim )&lt;br /&gt; Imam Turmudzi meriwayatkan dari Abu Umamah dari Rasulullah Saw beliau bersabda: "Kalian harus mengerjakan sholat malam sebab itu kebiasaan orang-orang Sholeh  sebelummu juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, juga sebagai penebus dosa dan kejelekan serta dapat menangkal penyakit dari badan.&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Syaitan mengikat kuduk seseorang  dengan tiga ikatan ketika ia tidur, ia pukul tempat tiap ikatan pada kuduk tersebut, sambil berkata: "Tidurlah, kamu mempunyai malam yang cukup  panjang. Bila ia bangun berdzikir untuk mengingat Allah,  lepaslah satu ikatan, lalu apabila ia pergi berwudhu  terurailah satu ikatan  lagi dan manakala ia sholat lepaslah ikatan yang terakhir  sehingga ia menjadi bersemangat  dalam beribadah, demikian pula ia tidak  menjadi sempit dan malas. ( HR Bukhori). Bahwasannya Nabi di tanya  oleh sahabat: ''Sholat manakah yang  paling utama  setelah sholat lima waktu ? Rasulullah menjawab : "Sholat Tahajud. ( HR Muslim )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Yang Utama Untuk Sholat Tahajud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:hzrvsSgx6-OqWM:http://soleh.net/wp-content/uploads/2008/02/kedudukan-kepentingan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 74px;" src="http://tbn3.google.com/images?q=tbn:hzrvsSgx6-OqWM:http://soleh.net/wp-content/uploads/2008/02/kedudukan-kepentingan.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:78%;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:78%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Waktu  melaksanakan Sholat Tahajud dan witir adalah sejak selesainya Sholat Isya' hingga Sholat Subuh. Kita dapat menyimpulkan bahwa sholat malam itu dapat di kerjakan di permulaan, pertengahan dan di penghabisan malam. Namun menurut hadist yang Shoheh, " Sebaik- baiknya waktu untuk menjalankan Sholat Tahajud adalah sepertiga malam yang terakhir yaitu kurang lebih jam 2 dan jam 3 sampai datang waktu Sholat Subuh.  Sabda Rasulullah Saw dari Abi Hurairah ra bahwasanya Nabi bersabda:"Tuhan kita Azza wajalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu Allah berfirman:"Barang siapa yang berdo'a kepada-Ku pasti Ku-kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku pasti Ku-beri dan barang siapa yang minta ampun kepada-Ku pasti Ku-ampuni. (HR  Jama'ah)&lt;br /&gt; Pada saat manakah sholat malam yang lebih utama ? Abu Dzar menjawab: "Saya pernah menanyakan demikian kepada Rasulullah Saw, maka Beliau bersabda : " Pada tengah malam yang terakhir, tetapi sedikit sekali yang suka menjalankan. (HR Ahmad AM)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bilangan Rakaat Sholat Tahajud Dan Sholat Witir&lt;br /&gt; Dari Hadist yang Shoheh. Telah berkata Aisyah  bahwasanya Rasul Saw pernah sembahyang antara sembahyang Isya' dan Subuh sebelas rakaat yaitu ia beri salam pada tiap-tiap 2 rakaat dan ia sembahyang witir 3 rakaat. ( HR Bukhori). Dari beberapa hadist Shohih menerangkan Sholat Tahajud Nabi dan hampir semua menunjukkan bahwa Sholat Tahajud dan Witir  sekaligus yang di kerjakan oleh Rasulullah Saw itu 13 rakaat yaitu 2 rakaat untuk sholat iftitah, 8 rakaat untuk Sholat Tahajud dan 3 rakaat untuk sholat witir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etika Sholat tahajud&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terdapat etika yang perlu di perhatikan dalam melaksanakan Sholat Tahajud yaitu an:&lt;br /&gt;• Orang  yang hendak menjalankan Sholat Tahajud diantaranya harus berniat akan melakukan Sholat Tahajud ketika akan tidur, ini sesuai dengan sabda Nabi: "Barang siapa yang mau tidur dan berniat akan bangun melakukan sholat malam,  tapi tertidur sampai pagi, mereka di tuliskan apa yang di niatkan  dan itu merupakan sedekah untuk Tuhan. ( HR Ibnu Majah dan Nasa'i)&lt;br /&gt;• Membersihkan berkas tidur dari wajahnya kemudian bersuci dan memandang ke langit sambil berdoa membaca akhir dari surat Al Imran.&lt;br /&gt;• Membuka Sholat Tahajud dengan Sholat iftitah.&lt;br /&gt;• Hendaknya membangunkan keluarganya untuk bersama-sama Sholat Tahajud.&lt;br /&gt;• Jika mengantuk hendaknya sholatnya di hentikan saja  sampai kantuknya hilang.&lt;br /&gt;• Jangan memaksakan diri dan hendaklah Sholat Tahajud di jalankan sesuai dengan kesanggupan. Karena itu mengkondisikan diri adalah cara yang terbaik. Karena itu bila sudah terbiasa bangun di tengah malam rasa berat dan kantuk akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah dan manfaat Sholat Tahajud&lt;br /&gt;• Orang yang Sholat Tahajud akan memperoleh nikmat yang menyejukkan pandangan mata, tutur katanya berbobot, mantap dan berkualitas.&lt;br /&gt;• Mendapat tempat terpuji di dunia dan di akhirat kelak.&lt;br /&gt;• Dihapuskan segala dosa dan kejelekannya dan terhindar dari penyakit.&lt;br /&gt;• Akan hilang perasaan pesimis, rendah diri dan minder, kurang berbobot dan berganti dengan sikap optimis, penuh percaya diri, pemberani tanpa di sertai sifat sombong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Sholat Tahajud&lt;br /&gt; Sholat Tahajud di syariatkan kepada Nabi Muhammad Saw  setelah turun surah Al Muzzammil.  Quthub M berkata: "Ketika Rasul Saw menerima Informasi bahwa pembesar Qurais telah berkumpul  di balai pertemuan Darun Nadwah  di mana mereka mempunyai rencana untuk menentang diri  beliau dan untuk mematahkan dakwah  yang di bawanya. Maka beliau berdiam diri lalu menarik baju luarnya rapat kebadannya sambil merebahkan dirinya. Ketika itu datanglah Jibril menyampaikan surat al Muzzammil ayat 1-19 dan dua belas bulan  kemudian turunlah ayat yang ke 20 yang isinya meringankan cara beribadah dengan melakukan Sholat Tahajud.&lt;br /&gt; Apabila kita cermati sebab di turunkanya surat al-Muzzammil di atas maka dapat di kemukakan dua hal pokok, yang membuat Nabi di rundung kegelisahan, kecemasan, kekhawatiran dan ketakutan. Beratnya tugas dakwah yang di emban Nabi Saw dan memerlukan kekuatan jiwa. Hebatnya rencana musuh yang di hadapi.&lt;br /&gt; Menurut riwayat dalam kondisi seperti itu Nabi Muhammad Saw merenung  sambil berbaring  dengan menyelimuti badannya  dan ketika itu datanglah Malaikat Jibril menyampaikan surat al Muzzammil ayat 1 s/d 10.&lt;br /&gt;" Hai orang yang berselimut, bangunlah di malam hari kecuali sedikit dari padanya atau lebih dari seperdua itu dan bacalah al-Qur'an dengan tartil, sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu qoulan tsaqilan. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih khusuk dan bacaan di waktu itu  lebih terkesan,  sesungguhnya pada siang hari kamu mempunyai urusan yang panjang,  sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh  ketekunan,  Dialah Tuhan Masyrik dan Maghrib. Tiada tuhan melainkan Dia. Maka ambillah Dia sebagai pelindung dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik.&lt;br /&gt; Hai orang yang berselimut mempunyai makna orang yang sedang di rundung kegelisahan, kecemasan dan kekhawatiran karena menghadapi beberapa kemungkinan yang akan menimpa pada diri Nabi. Bangunlah di malam hari kecuali sedikit dari padanya  ini merupakan solusi yang di tawarkan Al Qur'an  untuk menghilangkan perasaan negative tersebut dengan bangun dan mengambil air wudhu kemudian sholat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutiara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholatmu adalah cahaya, ketika manusia tidur terlena .&lt;br /&gt;Tidurmu sebagai penghalang bagi sholat malammu&lt;br /&gt;Umurmu adalah keuntungan besar bila engkau memanfaatkannya.&lt;br /&gt;Membiarkan waktu berlalu yang tiada makna dan arti,&lt;br /&gt;adalah kerugian besar yang tak mungkin dapat di tebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-6226260891093493316?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/6226260891093493316/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=6226260891093493316' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6226260891093493316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6226260891093493316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/shalat-tahajjud.html' title='Shalat Tahajjud'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-5018722878547871066</id><published>2009-02-17T08:01:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T08:02:35.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><title type='text'>Ketika Bumi Menjadi Sempit</title><content type='html'>Pernahkah kita merasakan bumi yang kita diami ini menjadi sempit sehingga napas kita menjadi sesak? Jika belum, dengarlah kisah Ka'ab bin Malik lima belas abad yang lampau……..&lt;br /&gt;Ketika Nabi yang mulia berangkat perang bersama para sahabat beliau dalam perang Tabuk, ada tiga orang sahabat yang enggan ikut dalam barisan pasukan Nabi, yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi'ah. Ka'ab bercerita, "Ketika kudengar berita bahwa Nabi telah kembali dari Tabuk, terpikir dalam hatiku untuk berdusta. Aku berpikir bagaimana supaya selamat dari kemurkaan Nabi. Namun ketika Nabi sudah sampai di Madinah, aku berpikir bahwa aku tidak akan selamat sedikit pun.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kemudian memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya mengapa aku tidak ikut berperang bersama beliau." Nabi datang di Madinah. Aku temui dia. Beliau tersenyum, senyum marah.&lt;br /&gt; "Kemarilah," ujar Nabi. Aku duduk di dekat beliau. Nabi yang mulia bertanya, "Apa yang menyebabkanmu tidak ikut berperang?" Aku berkata, Ya Rasul Allah, jikalau aku menghadap penduduk dunia selain engkau, tentu aku sanggup menyelamatkan diri dari dari kemurkaan dengan mengajukan alasan. Tetapi, demi Allah, sekiranya aku berdusta kepada engkau agar engkau ridha, mungkin Allah segera membuatmu marah kepadaku. Demi Allah, aku tidak mempunyai alasan apapun. Demi Allah, waktu aku meninggalkan diri, aku berada dalam keadaan yang baik (dan mampu untuk berperang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasul bersabda, "Orang ini berbicara benar. Pergilah, sampai Allah memberikan keputusan tentang kamu." Nabi kemudian mengisolir Ka'ab dan kedua temannya sampai datang putusan dari Allah. Nabi melarang kaum Muslim berbicara kepada mereka. Bahkan, isteri mereka pun kemudian dilarang mendekati mereka. Wajah umat Islam berubah kalau melihat Ka'ab. Mereka segera memalingkan wajahnya.&lt;br /&gt; Ka'ab bercerita, "Aku shalat berjam'ah bersama kaum Muslimin. Aku berkeliling kota dan pasar. Tidak seorangpun menegurku. Aku datangi Rasul sesudah shalat. Aku ucapkan salam kepadanya. Aku ingin tahu apakah beliau menggerakkan bibirnya membalas salamku.Aku shalat didekatnya dan mencoba melirik kepadanya. Usai shalat beliau melihatku, tetapi segera memalingkan wajahnya ke arah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tinggalkan Nabi. Aku berjalan dan berjalan, sampai ke rumah saudara sepupuku, Abu Qatadah. Kuucapkan salam, tetapi demi Allah ia tidak menjawab salamku. Aku berkata, "Hai Abu Qatadah, tahukah engkau bahwa aku mencintai Allah dan Rasul-Nya? Aku ulangi beberapa kali. Abu Qatadah hanya diam. Aku ulangi lagi. Ia menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Air mata menggelegak di pelupuk mataku. Aku beranjak dari rumahnya."&lt;br /&gt; Kejadian ini berlangsung lima puluh hari. Ka'ab dan kedua kawannya mengasingkan diri di sebuah bukit. Keluarganya mengantarkan makanan kepada mereka. Suatu hari Ka'ab berkata, "Orang-orang dilarang berbicara kepada kita. Kita pun sepatutnya tidak saling berbicara. Setelah itu mereka tinggal berjauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang pula utusan dari Syam yang bermaksud merangkul Ka'ab dan kedua temannya agar membelot dari Islam dan bergabung dengan non-Muslim. Ka'ab berkata, "Tawaran ini juga bagian dari cobaan." Ka'ab menampiknya dan tetap setia dalam Islam meski telah diisolir oleh umat Islam.&lt;br /&gt; Setiap hari Ka'ab dan kedua rekannya berdo'a, beristighfar dan menangis. Setelah lima puluh hari, Allah menurunkan ayat: " &lt;br /&gt; (Dan Allah juga mengampuni) tiga orang yang meninggalkan diri di belakang. Ketika bumi yang luas terbentang terasa sempit bagi mereka dan mereka rasakan napas mereka sesak. Mereka tahu bahwa tidak ada tempat berlindung kecuali Allah. Kemudian Allah mengasihi mereka agar mereka kembali kepada Tuhan. Sesungguhnya Allah Penerima Taubat dan Maha Penyayang (QS 9: 118) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ka'ab mendengar berita pengampunan ini setelah subuh. Ia memeluk pembawa berita. Ia rebahkan dirinya bersujud syukur. Segera ia temui Rasul. Rasul menyambutnya dengan senyum yang bersinar. Ketika melihat sambutan Nabi seperti itu (yang berbeda dengan sebelumnya). Ka'ab tidak dapat menahan air matanya. Ia menciumi tangan dan kaki Rasul yang mulia. Karena ia mendapat ampunan itu berkat kejujurannya, ia berjanji bahwa sejak itu lidahnya tidak akan pernah mengucapkan kebohongan. (Tafsir al-Durr al-Mantsur 4:309-315; Jalaluddin Rakhmat, 1993: 77-80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-5018722878547871066?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/5018722878547871066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=5018722878547871066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5018722878547871066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5018722878547871066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/ketika-bumi-menjadi-sempit.html' title='Ketika Bumi Menjadi Sempit'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4816341386390521661</id><published>2009-02-17T07:08:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T07:19:36.793-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Canda Kita'/><title type='text'>Mizah...</title><content type='html'>Ngumbah Kucing &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wonokairun tuku rinso ndhik tokone Bunali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mbah, kok dengaren sampeyan umbah-umbah dhewe ?" takok Bunali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku katene ngumbah kucing" jare Wonokairun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Gak salah tah Mbah." Bunali bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iyo soale kucingku akeh tumane." Jare Wonokairun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wah yo isok mati kucing sampeyan Mbah" Bunali ngilingno. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho koncoku wingi ngono, yo gak opo-opo"  jare Wonokairun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari mbayar, Wonokairun mulih katene ngumbah kucinge. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisuke, Wonokairun teko maneh ndhik tokone Bunali kate tuku rokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yok opo kucing sampeyan Mbah ?" takok Bunali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kucingku mati " jare Wonokairun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho lak temen tah.  Sampeyan iku tak kandhani gak percoyo.  Laopo kucing atik diumbah ambek rinso, wong onok obat tumo" jare Bunali nyeneni. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kucingku mati gak mergo rinso" jare Wonokairun njelasno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Opoko lho ??" Bunali gak sabar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak peres . . . ." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;__._,_.___ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4816341386390521661?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4816341386390521661/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4816341386390521661' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4816341386390521661'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4816341386390521661'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/mizah.html' title='Mizah...'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3844470308658073344</id><published>2009-02-16T06:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T06:01:24.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Siapa Idola Kita ?</title><content type='html'>Bila kita memperhatikan fenomena dan gejala yang memasyarakat saat ini di dalam mencari panutan atau lebih trend lagi dengan sebutan “sang idola”, maka kita akan menemukan hal yang sangat kontras dengan apa yang terjadi pada abad-abad terdahulu, khususnya pada tiga abad utama (al-Qurûn al-Mufadldlalah).&lt;br /&gt;Kalau dulu, orang begitu mengidolakan manusia-manusia pilihan dan berakhlaq mulia di kalangan mereka seperti para ulama dan orang-orang yang shalih. Maka, kondisi itu sekarang sudah berubah total. Orang-orang sekarang cenderung menjadikan manusia-manusia yang tidak karuan dari segala aspeknya sebagai idola...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Mereka mengidolakan para pemain sepakbola, kaum selebritis, paranormal dan tokoh-tokoh maksiat pada umumnya. Anehnya, hal ini didukung oleh keluarga bahkan diberi spirit sedemikian rupa agar anaknya kelak bisa menjadi si fulanah yang artis, atau si fulan yang pemain sepakbola dan seterusnya. Lebih aneh lagi bahwa mereka berbangga-bangga dengan hal itu.&lt;br /&gt;Tentunya ini sangat ironis karena sebagai umat Islam yang mayoritas seharusnya mereka harus memahami ajaran agama secara benar sehingga tidak terjerumus kepada hal-hal yang dilarang di dalamnya. Ketidaktahuan akan ajaran agama ini akan berimplikasi kepada masa depan mereka kelak karena ini menyangkut keselamatan dan ketentraman mereka di dalam meniti kehidupan di dunia ini.&lt;br /&gt;Bahkan pada sebagian masyarakat kita, telah muncul gejala yang lebih serius dan mengkhawatirkan lagi, yaitu pengkultusan terhadap sosok yang dianggap sebagai tokoh tanpa menyelidiki terlebih dahulu sisi ‘aqidah dan akhlaqnya. Tokoh idola ini diikuti semua perkataan dan ditiru semua perbuatannya tanpa ditimbang-timbang lagi, apakah yang dikatakan atau dilakukan itu benar atau salah menurut agama bahkan sebaliknya, perkataan dan perbuatannya justru menjadi acuan benar tidaknya menurut agama…naûdzu billâhi min dzâlik. &lt;br /&gt;Yang lebih memilukan lagi, sang idola yang tidak ketahuan juntrungannya tersebut memposisikan dirinya sebagaimana yang dianggap oleh para pengidolanya. Mereka berlagak sebagai manusia-manusia suci pada momen-momen yang memang suci seperti pada bulan Ramadhan, hari Raya ‘Iedul Fithri dan ‘Iedul Adlha. Mereka diangkat sedemikian rupa oleh mass media dan media visual maupun audio visual seperti surat kabar, majalah, internet, radio dan televisi. &lt;br /&gt;Pada momen-momen tersebut, mereka seakan mengisi semua hari-hari para pengidola bahkan non pengidolapun tak luput dari itu. Mereka menganggap bahwa diri merekalah yang paling mengetahui apa yang harus dilakukan secara agama pada momen-momen tersebut. Maka dipersembahkanlah berbagai tayangan program dan acara untuk menyemarakkan syi’ar bulan Ramadhan tersebut – menurut anggapan mereka- . Tampak, pada momen-momen tersebut mereka seakan menjadi manusia paling suci dan panutan semua… Yah! Untuk sesaat saja!.&lt;br /&gt;Sesungguhnya, apa yang mereka lakukan itu tak lain hanyalah racun yang dipaksakan kepada ummat untuk diteguk, mulai dari racun dengan reaksi lambat, sedang bahkan cepat tergantung kepada daya tahan dan tingkat kekebalan peneguknya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, akankah kita membiarkan anggota keluarga kita meneguk racun-racun tersebut, baru kemudian menyesali apa yang telah terjadi?. &lt;br /&gt;Maka untuk mengetahui siapa yang seharusnya dijadikan sebagai idola oleh seorang Muslim dan bagaimana implikasi-implikasinya?. Kajian hadits kali ini sengaja mengangkat tema tersebut, mengingat hampir semua rumah kaum Muslimin telah dimasuki oleh salah satu atau kebanyakan mass media dan media tersebut.&lt;br /&gt;Semoga kita belum terlambat untuk menyelamatkan keluarga kita sehingga racun-racun tersebut dapat dilenyapkan dan dimusnahkan.&lt;br /&gt;NASKAH HADITS &lt;br /&gt;عَنْ أَبِي وَائِلٍ, عَنْ عَبْدِ اللّهِ (بْنِ مَسْعُوْدٍ) قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَىَ رَسُولِ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللّهِ, كَيْفَ تَرَىَ فِي رَجُلٍ أَحَبّ قَوْماً وَلَمّا يَلْحَقْ بِهِمْ؟ قَالَ رَسُولُ اللّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبّ». رواه مسلم&lt;br /&gt;Dari Abu Wâ-il dari ‘Abdullah (bin Mas’ud), dia berkata: “seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: ‘wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?’. Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (H.R.Muslim)&lt;br /&gt;TAKHRIJ HADITS SECARA GLOBAL &lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Bukhâry, at-Turmuzy, an-Nasaiy, Abu Daud, Ahmad dan ad-Darimy. &lt;br /&gt;PENJELASAN HADITS &lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang lain, disebutkan dengan lafazh “Engkau bersama orang yang engkau cintai”. Demikian pula dengan hadits yang maknanya: “Ikatan Islam yang paling kuat adalah mencintai karena Allah dan membenci karena Allah”.&lt;br /&gt;Anas bin Malik mengomentarinya: “Setelah keislaman kami, tidak ada lagi hal yang membuat kami lebih gembira daripada ucapan Rasulullah: ‘engkau bersama orang yang engkau cintai’ ”. Lalu Anas melanjutkan: “Kalau begitu, aku mencintai Allah dan Rasul-Nya, Abu Bakar serta ‘Umar. Aku berharap kelak dikumpulkan oleh Allah bersama mereka meskipun aku belum berbuat seperti yang telah mereka perbuat”.&lt;br /&gt;Imam an-Nawawy, setelah menyebutkan beberapa hadits terkait dengan hadits diatas, menyatakan: “Hadits ini mengandung keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya, orang-orang yang shalih, orang-orang yang suka berbuat kebajikan baik yang masih hidup atau yang telah mati. Dan diantara keutamaan mencintai Allah dan Rasul-Nya adalah menjalankan perintah dan menjauhi larangan keduanya serta berakhlaq dengan akhlaq islami. Di dalam mencintai orang-orang yang shalih tidak mesti mengerjakan apa saja yang dikerjakannya sebab bila demikian halnya maka berarti dia adalah termasuk kalangan mereka atau seperti mereka. Pengertian ini dapat diambil dari hadits setelah ini, yakni (ucapan seseorang yang bertanya tentang pendapat beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam mengenai) seseorang yang mencintai suatu kaum sementara dia tidak pernah sama sekali bertemu dengan mereka (seperti yang tersebut di dalam hadits diatas-red)…”. &lt;br /&gt;Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah mengaitkan makna cinta tersebut selama seseorang itu mencintai Allah dan Rasul-Nya sebab orang yang mencintai Allah, maka dia pasti mencintai para Nabi-Nya karena Dia Ta’ala mencintai mereka dan mencintai setiap orang yang meninggal di atas iman dan taqwa. Maka mereka itulah Awliyâ Allah (para wali Allah) yang Allah cintai seperti mereka yang dipersaksikan oleh Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam masuk surga, demikian pula dengan Ahli Badar dan Bai’ah ar-Ridlwan. Jadi, siapa saja yang telah dipersaksikan oleh Rasulullah masuk surga, maka kita bersaksi untuknya dengan hal ini sedangkan orang yang tidak beliau persaksikan demikian, maka terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama; sebagian ulama mengatakan: ‘tidak boleh dipersaksikan bahwa dia masuk surga dan kita juga tidak bersaksi bahwa Allah mencintainya’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan: ‘justeru orang yang memang dikenal keimanan dan ketakwaannya di kalangan manusia serta kaum Muslimin telah bersepakat memuji mereka seperti ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, al-Hasan al-Bashry, Sufyan ats-Tsaury, Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’iy, Ahmad, Fudlail bin ‘Iyadl, Abu Sulaiman ad-Darany (al-Kurkhy), ‘Abdullah bin Mubarak dan selain mereka, kita mesti bersaksi bahwa mereka masuk surga’.&lt;br /&gt;Diantara dalil yang digunakan oleh kelompok kedua ini adalah hadits shahih yang menyatakan bahwa Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam pernah melewati suatu jenazah lalu mereka memujinya dengan kebaikan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Kemudian lewat lagi suatu jenazah lalu mereka bersaksi untuknya dengan kejelekan, maka beliau berkata: “pasti, pasti”. Mereka lantas bertanya: “wahai Rasulullah! Apa maksud ucapanmu : ‘pasti, pasti tersebut ?’. beliau menjawab: “jenazah ini kalian puji dengan kebaikan, maka aku katakan: ‘pasti ia masuk surga’. Dan jenazah satunya, kalian bersaksi dengan kejelekan untuknya, maka aku katakan: ‘pasti dia masuk neraka’. Lalu ada yang bertanya kepada beliau: “bagaimana hal itu bisa terjadi, wahai Rasulullah?”. Beliau menjawab: “dengan pujian baik atau jelek”. &lt;br /&gt;Klasifikasi Mahabbah (Kecintaan) &lt;br /&gt;Mahabbah ada beberapa jenis:&lt;br /&gt;Pertama, al-Mahabbah Lillâh (kecintaan karena Allah) ; jenis ini tidak menafikan tauhid kepada-Nya bahkan sebagai penyempurna sebab ikatan keimanan yang paling kuat adalah kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah.&lt;br /&gt;Refleksi dari kecintaan karena Allah adalah bahwa kita mencintai sesuatu karena Allah Ta’ala mencintainya baik ia berupa orang atau pekerjaan, dan inilah yang merupakan penyempurna keimanan.&lt;br /&gt;Diantara contoh yang menjelaskan perbedaan antara kecintaan kepada Allah dan selain Allah adalah antara apa yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Abu Thalib; Abu Bakar mencintai Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam karena semata-mata mengharap ridla Allah sedangkan Abu Thalib, paman Nabi mencintai diri beliau dan membelanya karena mengikuti hawa nafsunya bukan karena Allah sehingga Allah menerima amal Abu Bakar dan tidak menerima amal Abu Thalib.&lt;br /&gt;Kedua, al-Mahabbah ath-Thabî’îyyah (kecintaan yang alami) dimana seseorang tidak mendahulukannya dari kecintaannya kepada Allah ; jenis ini juga tidak menafikan kecintaan kepada Allah. Contohnya adalah seperti kecintaan terhadap isteri, anak dan harta. &lt;br /&gt;Oleh karena itu, tatkala Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam ditanyai tentang siapa manusia yang paling engkau cintai?. Beliau menjawab: ‘Aisyah. Lalu beliau ditanyai lagi: dari kalangan laki-laki siapa?. Beliau menjawab: ayahnya (yakni Abu Bakar). &lt;br /&gt;Demikian juga kecintaan seseorang kepada makanan, pakaian dan selain keduanya yang bersifat alami.&lt;br /&gt;Ketiga, al-Mahabbah ma’a Allah (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) yang menafikan tauhid kepada-Nya; yaitu menjadikan kecintaan kepada selain Allah seperti kecintaan kepada-Nya atau melebihinya dimana bila kedua kecintaan itu saling bertolak belakang, seseorang lebih mengutamakan kecintaan kepada selain-Nya ketimbang kepada-Nya. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menjadikan kecintaan tersebut sebagai sekutu bagi Allah yang lebih diutamakannya atas kecintaan kepada-Nya atau –paling tidak- menyamainya.&lt;br /&gt;Diantara contoh kecintaan kepada selain Allah adalah seperti kecintaan kaum Nashrani terhadap ‘Isa al-Masih 'alaihissalâm, kecintaan kaum Yahudi terhadap Musa 'alaihissalâm, kecintaan kaum Syi’ah Rafidlah terhadap ‘Aly radliallâhu 'anhu, kecintaan kaum Ghulât (orang-orang yang melampaui batas dan berlebih-lebihan) terhadap para syaikh dan imam mereka seperti orang yang menunjukkan loyalitas terhadap seorang Syaikh atau Imam dan menghasut orang lain agar menjauhi orang yang dianggap rival atau saingannya padahal masing-masing mereka hampir sama atau sama di dalam kedudukan dan kualitas kelimuan. Ini sama dengan kondisi Ahlul Kitab yang beriman kepada sebagian Rasul dan kufur kepada sebagian yang lain; kondisi kaum Syi’ah Rafidlah yang menunjukkan loyalitas terhadap sebagian shahabat dan memusuhi sebagian besar yang lainnya, demikian pula kondisi orang-orang yang fanatik dari kalangan Ahli Fiqih dan Zuhud yang menunjukkan sikap loyalitas terhadap para syaikh dan imam mereka dengan menganggap remeh orang-orang selain mereka yang sebenarnya hampir sama atau selevel dengan para syaikh dan imam mereka tersebut. Seorang Mukmin sejati adalah orang yang menunjukkan loyalitas terhadap semua orang yang beriman sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. &lt;br /&gt;Perbedaan Antara Klasifikasi Pertama Dan Ketiga &lt;br /&gt;Perbedaan antara klasifikasi pertama, yakni al-Mahabbah lillâh (kecintaan karena Allah) dan klasifikasi ketiga, yakni al-Mahabbah ma’a Allah (kecintaan berbarengan dengan kecintaan kepada Allah) tampak jelas sekali, yaitu;&lt;br /&gt;- bahwa Ahli syirik menjadikan sekutu-sekutu yang mereka cintai sama seperti kecintaan mereka kepada Allah bahkan lebih,&lt;br /&gt;- sedangkan orang-orang yang beriman dan ahli iman sangat mencintai Allah, ini dikarenakan asal kecintaan mereka adalah mencintai Allah dan barangsiapa yang mencintai Allah, maka dia akan mencintai orang yang dicintai oleh Allah; dan barangsiapa yang dicintai oleh-Nya, maka dia akan mencintai-Nya. Jadi, orang yang dicintai oleh orang yang dicintai oleh Allah adalah dicintai oleh Allah karena dia mencintai Allah; barangsiapa yang mencintai Allah, maka Allah akan mencintainya sehingga kemudian dia mencintai orang yang dicintai oleh-Nya. &lt;br /&gt;Urgensi Mencintai Allah dan Rasul-Nya &lt;br /&gt;Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah Ta’ala karena merupakan jenis ibadah yang paling agung sebagaimana firman-Nya : “Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah”. (Q,.s.al-Baqarah/01: 165). Hal ini dikarenakan Dia Ta’ala adalah Rabb yang telah berkenan memberikan kepada semua hamba-Nya nikmat-nikmat yang banyak baik secara lahir maupun bathin. &lt;br /&gt;Kewajiban berikutnya adalah mencintai Rasul-Nya, Muhammad shallallâhu 'alaihi wa sallam sebab beliaulah yang mengajak kepada Allah, memperkenalkan-Nya, menyampaikan syari’at-Nya serta menjelaskan kepada manusia hukum-hukum-Nya. Jadi, semua kebaikan yang didapat oleh seorang mukmin di dunia dan akhirat semata adalah berkat perjuangan Rasulullah. Seseorang tidak akan masuk surga kecuali bila ta’at dan mengikuti beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam . &lt;br /&gt;Di dalam hadits yang lain disebutkan: “Tiga hal yang bila ada pada seseorang maka dia akan merasakan manisnya iman; (pertama)bahwa dia menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih dicintai olehnya daripada selain keduanya; (kedua) dia mencintai seseorang hanya karena Allah; (ketiga) dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah diselamatkan oleh Allah darinya sebagaimana dia benci dirinya dicampakkan ke dalam api neraka”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih)&lt;br /&gt;Dalam hal ini, mencintai Rasulullah yang menempati peringkat kedua merupakan sub-ordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah Ta’ala. Khusus dengan kewajiban mencintai Rasulullah dan mendahulukannya atas kecintaan terhadap siapapun dari Makhluk Allah, terdapat hadits beliau yang berbunyi (artinya) : “Tidaklah beriman seseorang diantara kalian hingga aku menjadi orang yang paling dicintainya daripada anaknya, ayahnya serta seluruh manusia”. (Hadits Muttafaqun ‘alaih). &lt;br /&gt;Lebih dari itu, hendaknya kecintaannya terhadap Rasulullah melebihi kecintaannya terhadap dirinya sendiri sebagaimana disebutkan di dalam hadits bahwa ‘Umar bin al-Khaththab radliallâhu 'anhu pernah berkata: “Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu selain daripada diriku”. Lalu beliau bersabda: “demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga engkau jadikan aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri”. Lantas ‘Umar berkata kepada beliau: “Kalau begitu, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri”. Beliau berkata kepadanya: “Sekaranglah, wahai ‘Umar!”. (H.R.Bukhary).&lt;br /&gt;Imam Ibn al-Qayyim berkata: “Setiap mahabbah (kecintaan) dan pengagungan terhadap manusia hanya boleh menjadi sub-ordinasi dari kecintaan kepada Allah dan pengagungan terhadap-Nya, yaitu seperti kecintaan kepada Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam dan pengagungan terhadapnya karena hal ini merupakan sarana penyempurna kecintaan terhadap utusan-Nya dan pengagungan terhadap-Nya. Sesungguhnya, umat mencintai Rasul mereka karena kecintaan Allah, pengagungan-Nya serta pemuliaan-Nya terhadap dirinya. Inilah bentuk kecintaan yang merupakan konsekuensi dari kecintaan kepada Allah”. &lt;br /&gt;Implikasi Dari Kecintaan Kepada Selain Allah Dan Rasul-Nya Yang Berlebihan &lt;br /&gt;Dimuka telah dijelaskan bahwa kita sangat menginginkan agar dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai, yaitu orang-orang yang shalih dan dikenal ketaqwaannya. Sementara itu menurut satu pendapat, juga kita dibolehkan bersaksi untuk orang yang memang dikenal oleh kalangan luas ketaqwaan dan keshalihannya serta umat telah bersepakat memujinya seperti imam-imam madzhab yang empat. &lt;br /&gt;Di samping itu, telah disebutkan bahwa ada dua pendapat terkait dengan persaksian masuk surga terhadap orang yang belum dipersaksikan demikian oleh Rasulullah dimana salah satu pendapat berdalil dengan salah satu sabda beliau shallallâhu 'alaihi wa sallam yang memberikan kriteria, yaitu adanya pujian baik dan jelek dari manusia.&lt;br /&gt;Dari sini, sebagaimana yang dinyatakan oleh Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah bahwa sebenarnya banyak di kalangan para syaikh yang terkenal di masa beliau yang bisa jadi bukan orang berilmu, bahkan melakukan amalan sesat, kemaksiatan dan dosa-dosa yang menghalangi diri mereka dari persaksian orang terhadap mereka dengan kebaikan. Bahkan bisa jadi, diantara mereka ada orang Munafiq dan Fasiq, juga tidak menutup kemungkinan ada orang yang termasuk wali-wali Allah yang benar-benar bertaqwa dan beramal shalih serta termasuk hizb-Nya yang mendapatkan kemenangan. Disamping itu, ada pula kelompok manusia selain para syaikh tersebut yang dikategorikan sebagai para wali Allah dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa -dimana mereka itu masuk surga - seperti para pedagang, petani dan selain mereka dari kelas sosial lainnya yang ada di tengah masyarakat.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, menurut Syaikhul Islam, barangsiapa yang meminta agar kelak dikumpulkan dengan seorang Syaikh yang dia tidak tahu bagaimana akhir hidupnya maka dia telah sesat, bahkan seharusnya dia meminta agar dikumpulkan oleh Allah dengan orang yang dia ketahui akhir hidupnya yaitu para Nabi dan hamba-hamba-Nya yang shalih sebagaimana firman Allah Ta’ala: “…dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mu'min yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula”. (Q,.s. 66/at-Tahrim: 4).&lt;br /&gt;Di dalam firman-Nya yang lain: “Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah)”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 55). Demikian pula di dalam firman-Nya: “Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang”. (Q,.s. 5/al-Ma-idah: 56).&lt;br /&gt;Maka, berdasarkan ayat-ayat tersebut diatas, kembali menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, siapa saja yang mencintai seorang Syaikh/tuan guru yang menyelisihi syari’at, maka dia kelak akan bersamanya; bila si Syaikh dimasukkan ke dalam neraka, maka dia akan bersamanya disana. Sebab secara lumrah sudah diketahui bahwa para Syaikh yang menyimpang dan menyelisihi Kitabullah dan as-Sunnah adalah orang-orang yang sesat dan jahil, karenanya; barangsiapa yang bersama mereka, maka jalan akhir dari kehidupannya adalah sama seperti jalan akhir dari kehidupan orang-orang tersebut (ahli kesesatan dan kejahilan). Sedangkan mencintai orang yang termasuk para wali Allah yang bertaqwa seperti Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Aly dan selain mereka adalah merupakan ikatan keimanan yang paling kokoh dan sebesar-besar kebaikan yang akan diraih oleh orang-orang yang bertaqwa. Andaikata seseorang mencintai seseorang yang lain lantaran melihat kebaikan yang tampak pada dirinya yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka Allah akan mengganjarnya pahala atas kecintaannya terhadap apa yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya meskipun dia tidak mengetahui apa yang sebenarnya tersimpan di dalam bathinnya (orang tersebut) karena hukum asalnya adalah mencintai Allah dan mencintai apa yang dicintai oleh-Nya; barangsiapa yang mencintai Allah dan apa yang dicintai oleh-Nya, maka dia termasuk wali Allah akan tetapi kebanyakan manusia sekarang hanya mengaku-aku saja bahwa dirinya mencintai tetapi tanpa teliti dan realisasi yang benar. Allah berfirman: “Katakanlah (wahai Muhammad)! Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah akan mencintai kalian dan mengampuni semua dosa kalian”. &lt;br /&gt;Ayat ini turun terhadap suatu kaum di masa Rasulullah yang mengaku-aku bahwa mereka mencintai Allah. &lt;br /&gt;Mencintai Allah dan Rasul-Nya dan hamba-hamba-Nya yang bertaqwa memiliki konsekuensi melakukan hal-hal yang dicintai-Nya dan menjauhi hal-hal yang tidak disukai-Nya sementara manusia di dalam hal ini memiliki perbedaan yang signifikan; barangsiapa yang di dalam hal tersebut berhasil meraup jatah yang banyak, maka dia akan meraih derajat yang paling besar pula di sisi Allah. &lt;br /&gt;Sedangkan orang yang mencintai seseorang karena mengikuti hawa nafsunya seperti dia mencintainya karena ada urusan yang bersifat duniawy yang ingin diraihnya, karena suatu hajat tertentu, karena harta yang dia menumpang makan kepada si empunya-nya, atau karena fanatisme terhadapnya, dan semisal itu; maka ini semua itu bukan termasuk kecintaan karena Allah tetapi (kecintaan) karena hawa nafsu belaka. Kecintaan seperti inilah yang menjerumuskan para pelakunya ke dalam kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. &lt;br /&gt;PELAJARAN YANG DAPAT DIPETIK DARI HADITS TERSEBUT &lt;br /&gt;• Kewajiban pertama seorang hamba adalah mencintai Allah, setelah itu diikuti dengan kewajiban berikutnya, yaitu mencintai Rasul-Nya yang merupakan subordinasi dan konsekuensi dari mencintai Allah tersebut.&lt;br /&gt;• Seseorang kelak akan dikumpulkan bersama orang yang diidolakan dan dicintainya; maka hendaknya yang menjadi idola kita adalah Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa.&lt;br /&gt;• Persaksian terhadap seseorang masuk surga atau tidak boleh dilakukan bila memang termasuk orang yang sudah dipersaksikan oleh Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam, sedangkan terhadap orang yang banyak dipuji dan dipersaksikan oleh orang banyak; maka terdapat perbedaan pendapat tentang kebolehannya.&lt;br /&gt;• Hendaknya semua makhluk mengikuti Rasulullah shallallâhu 'alaihi wa sallam; tidak menyembah selain Allah dan beribadah kepada-Nya dengan syari’at Rasulullah, bukan selainnya. &lt;br /&gt;• Tidak boleh kita mengidolakan dan mencintai orang-orang yang dikenal sebagai pelaku maksiat dan pengumbar hawa nafsu karena implikasinya amat berbahaya, khususnya terhadap ‘aqidah. Karenanya, bagi mereka yang terlanjur telah mengidolakan orang-orang seperti itu yang tidak karuan ‘aqidah dan akhlaqnya, hendaknya mulai dari sekarang mencabut pengidolaan tersebut dari hati mereka dan mengalihkannya kepada idola yang lebih utama, yaitu Allah dan Rasul-Nya serta hamba-hamba-Nya yang shalih dan bertaqwa. Sebab bila tidak, maka akhir hidupnya akan seperti akhir hidup orang-orang yang diidolakannya yang tidak karuan juntrungannya tersebut, na’ûdzu billâhi min dzâlik. Wallahu a’lam &lt;br /&gt;REFERENSI:&lt;br /&gt;1. “Majmu’ al-Fatâwâ” Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah, pasal: Ma’na hadîts “al-Mar-u ma’a man Ahabb” &lt;br /&gt;2. Kitab “at-Tauhid” karya Syaikh Shalih al-Fauzân&lt;br /&gt;3. Kitab “al-Qaul al-Mufîd ‘ala kitâb at-Tauhîd” karya Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullâh, jld. I, hal. 151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3844470308658073344?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3844470308658073344/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3844470308658073344' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3844470308658073344'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3844470308658073344'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/siapa-idola-kita.html' title='Siapa Idola Kita ?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3320604562574436956</id><published>2009-02-07T20:31:00.000-08:00</published><updated>2009-02-07T20:32:12.001-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Valentine’s Day.?</title><content type='html'>The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day :&lt;br /&gt;“Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.”&lt;br /&gt;Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya” (Al Isra' : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :&lt;br /&gt;“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”&lt;br /&gt;Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,&lt;br /&gt;“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (Al-Maidah:51)&lt;br /&gt;“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (Al-Mujadilah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:&lt;br /&gt;“Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku.” (Al-Hadits). [&lt;a href="http://www.alsofwah.or.id/?pilih=lihatannur&amp;id=222"&gt;red&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3320604562574436956?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3320604562574436956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3320604562574436956' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3320604562574436956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3320604562574436956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/valentines-day_07.html' title='Valentine’s Day.?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-9055584263887934437</id><published>2009-02-03T18:27:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T06:15:51.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam</title><content type='html'>Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita.&lt;br /&gt;Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami tidaklah mudah tetapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidupnya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pasangan hidup untuk pendamping kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_PTfZ7XW8qz0/SAJrg8K0YVI/AAAAAAAAAEA/WtZG9dZEhS8/s400/kahwin3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_PTfZ7XW8qz0/SAJrg8K0YVI/AAAAAAAAAEA/WtZG9dZEhS8/s400/kahwin3.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kriteria Memilih Calon Isteri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih calon istri, Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda : “Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : ” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan. Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab gadis itu akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Apakah kamu sudah menikah ?” Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah : “Perawan atau janda?” Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda : “Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutamakan orang jauh (dari kekerabatan) dalam perkawinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_PTfZ7XW8qz0/SAJs5cK0YWI/AAAAAAAAAEI/Pt5ns5JbZJE/s400/perkahwinan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 263px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_PTfZ7XW8qz0/SAJs5cK0YWI/AAAAAAAAAEI/Pt5ns5JbZJE/s400/perkahwinan.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kriteria Memilih Calon Suami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon suami sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berilmu dan Baik Akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : “Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan memilih calon suami untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pasangan hidup. Betapa sempurnanya Islam dalam menuntun umat disetiap langkah amalannya dengan tuntunan yang baik agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya. Wallahu A’lam Bis Shawab.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-9055584263887934437?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/9055584263887934437/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=9055584263887934437' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/9055584263887934437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/9055584263887934437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/kriteria-memilih-pasangan-hidup-menurut.html' title='Kriteria Memilih Pasangan Hidup Menurut Islam'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_PTfZ7XW8qz0/SAJrg8K0YVI/AAAAAAAAAEA/WtZG9dZEhS8/s72-c/kahwin3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-2911792536454320397</id><published>2009-02-02T03:50:00.000-08:00</published><updated>2009-02-02T04:00:49.262-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Gontor banjir lagi.?</title><content type='html'>Tepat pada awal bulan pebruari Susana Gontor begitu dingin karena hujan tak kunjung reda , dimulai pada pagi hari yang semestinya matahari menyapa santri-santri yang hendak pergi ke kelasnya masing-masing namun pagi itu Susana Gontor masih saja dingin karena guyuran hujan yang tiada henti-hentinya, terkadang lebat kadang gerimis namun suasana hujan terus berkelanjutan hingga sore harinya, bahkan para mahasiswa ISID yang komplek kampusnya berdomisi di sebelah barat pondok Gontor tak bisa pergi , karena semakin derasnya hujan yang turun.&lt;br /&gt;Suasana kembali tenang dikala azdan magrib di kumandangkan guyuran hujan pun mulai reda namun keheningan itu hanya bertahan tidak lama karena tanpa di sang-sangka dari arah sungai Malo yang berdekatan dengan Pondok meluap[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Dan luapannya mengalir ke dalam komplek pondok , hanya berselang beberapa menit sebelum adzan Isya di kumandakan luapan air Malo terus deras bahkan kali ini tidak hanya meluap di parit-parit bahkan kamar-kamr santri yang ada di lantai satu ikut kena dampak luapan sungai Malo ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Memang tad,  hujan ini akan terus meluap sampai ke kamar , bahkan kita sudah memprediksikan sebelumnya, jadi segala sesuatunya sudah kita persiapkan “ tutur Arif Riwikari santri kelas 6 yang menceritakan keadaan santri ketika banjir. Bahkan berdasarkan hasil liputan kami banyak pula di antara santri Gonor yang merasa senang dengan hadirnya luapan air ini “ kan hujan itu pembawa rizki …..“ . begitu penuturan santri yang malu-malu ketika di tanya indentitasnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan bapak guru yang berdomisi di sekitaran Baitul Anshor yang keberadaannya yang berdekatan dengan sungai Malo, sehingga luapan sungai betul-betul terasa bahkan luapan ini menyebabkan ketinggian air setinggi lutut, tak ayal lagi air  pun  masuk kedalam rumah dan menyebabkan beberapa bapak guru pindah untuk sementara ke tempat yang aman dari luapan sungai Malo. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak kalah dengan yang lainya Suargo juga ikut berperan dalam membantu mengevakuasi para pengungsi dari kalangan santri, sehingga menyebabkan teras depan kantor ikut menjadi tempat penampungan sementara bagi santri-santri yang kamarnya terendam air. Namun berdasarkan pengamatan kami hingga berita ini di tulis tidak ada korban serius pasca bencana banjir ini. Dilain pihak staff pembangunan masih terus berupaya untuk mengatasi banjir karena luapan dari sungai Malo. Menurut rencana tembok pembatas sungai akan lebih di tinggikan lagi, mengingat luapan air sungai bisa saja kembali terjadi dan bahkan mungkin akan lebih dahsyat dari yang pernah terjadi sebelumnya. &lt;a href="http://www.suargofm.co.cc"&gt;[kembali]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-2911792536454320397?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/2911792536454320397/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=2911792536454320397' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2911792536454320397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2911792536454320397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/02/gontor-banjir-lagi.html' title='Gontor banjir lagi.?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4491777160873217419</id><published>2009-01-31T23:15:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T07:03:39.907-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>Kenapa harus menikah.?</title><content type='html'>Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melengkapi agamanya &lt;br /&gt;“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim). &lt;br /&gt;2. Menjaga kehormatan diri &lt;br /&gt;“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi). &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia &lt;br /&gt;“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala &lt;br /&gt;4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah &lt;br /&gt;Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Beliau bersabda, “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?” (Mereka menjawab, “Ya, tentu.” Beliau bersabda,) “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala.” (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka’at Dhuha.”) (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Adanya saling nasehat-menasehati &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Pahala memberi contoh yang baik &lt;br /&gt;“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya? Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah. &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah.” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya daripada kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: ‘Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?” Beliau menjawab dengan bersabda, “Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka.” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: “Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.” (Saba’: 39). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: “Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.” Dan yang lain berdoa: “Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah. &lt;br /&gt;1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32) &lt;br /&gt;2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4491777160873217419?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4491777160873217419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4491777160873217419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4491777160873217419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4491777160873217419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/kenapa-harus-menikah.html' title='Kenapa harus menikah.?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-1118960620704710266</id><published>2009-01-29T02:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T02:27:47.349-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Gerhana.???</title><content type='html'>Darussalam-menyambut datangnya gerhana matahari {26/1}.panitia pelajaran sore mempercepat waktu masuknya ujian yang dimulai pada pukul 13.15 dan berakhir pada pukul 14.30wib .setelah selesainya ujian pelajaran ujian sore para santri diwajibkan pergi kemasjid untuk menunaikan sholat ashar dan dilanjuti dengan sholat gerhana .&lt;br /&gt;  Sebelum menunuaikan sholat ashar bapak pimpinan pondok modern darussalam gontor menyampaikan sepatah kata untuk santri .yang mengenai bagaimana tata cara sholat gerhana , yaitu yang pertama harus berniat  lalu membaca surat al-fatihah dan dilanjutkan dengan membaca surat panjang .Didalam setiap rakaat terdapat dua rukuk dua sujud dua surat alfatihah dan sholat ini bisa dilakukan sendiri atau berjamaah .&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   Setelah penyampaian beliau, lalu dilanjuti dengan sholat ashar berjamaah  &lt;br /&gt; Yang diimami oleh ust syamsul hadi abdan.tak lama setelah sholat ashar dilanjuti dengan sholat gerhana .Diakhir sholat gerhana ini, ust soharto selaku direktur KMI menyam paikan khutbah nya kepada santri tentang makna sholat gerhana .Didalam khutbah nya ini beliau menerangkan bahwa banyak orang-orang yang menganggap atau melihat tragedi gerhana ini dengan mitos-mitos yang tidak benar ada juga yang menganggap terjadinya gerhana disebabkan oleh kematian seseorang .Sedangkan didalam hadist rasulullah besabda “sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah keagungan allah bukan karena disebabkan oleh kematian seseornag .maka dari itu jika terjadi gerhana maka berdoalah dan sholatlah”.&lt;br /&gt;  Selain itu beliau juga menerangkan anjuran-anjuran nabi yang berisi tentang perintah bersegeralah dalam  sholat gerhana karena sholat gerhana merupakan sisi pengamanan dari islam untuk umatnya dalam melindunginya dari bahanya gerhana .Yang kedua yaitu perintah berkhutbah,didalam khutbah ini bertujuan untuk menerangkan kepada umat tentang bagaimna menyambut gerhana yang benar dan yang terakhir perintah agar selalu berdzikir .&lt;br /&gt;  Diakhir khutbahnya ini beliau menerangkan bahwa gerhana matahari di Indonesia dimulai pada pukul 15.00-17.00wib, gerhana metahari ini dapat terlihat jelas di daerah kawasan Kalimantan dan jawa  dan diperkirakan bahwa gerhana matahari akan terlihat pada tgl 26 januari dan 21juli .   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-1118960620704710266?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/1118960620704710266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=1118960620704710266' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/1118960620704710266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/1118960620704710266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/gerhana_29.html' title='Gerhana.???'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-6722251696801482313</id><published>2009-01-29T02:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-29T02:24:57.207-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Jambore Australia</title><content type='html'>Darussalam-  Setelah lamanya kepergian kontingen pondok modern Darussalam Gontor ke Australia dalam acara Venture .kini mereka telah kembali kepondok modern Darussalam gontor pada hari jumat tepatnya pada pukul 03.00 (22/1}.&lt;br /&gt; Menurut fadli kelas 4L yang berasal dari daerah banten ,selaku salah satu anggota personil kontingen dari gontor saat berbincang-bincang hangat dengan salah satu reporter suargo ia menerangkan bahwasanya ia merasa senang dan sangat gembira karena ia mendapatkan pengalaman yang banyak dari negri kangguru ini .&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;          &lt;br /&gt; Acara Venture ini berbeda dengan acara pada tahun sebelumnya .biasanya,pada tahun sebelumnya pondok modern Darussalam gontor mengikuti jambore dunia yang diikuti oleh beberapa sekolah di Indonesia sedangkan acara Venture ini hanya diikuti oleh pondok modern darussalam gontor sendiri dan venture ini lebih besar daripada jambore dunia.&lt;br /&gt; Didalam Venture ini mempunyai tiga acara yaitu ekspedisi,off side dan inside.&lt;br /&gt;Ekspedisi dibagi menjadi tiga kelompok yaitu;&lt;br /&gt;1. berlayar di suan river tepatnya yang berada dikota Perth.kegiatan ini diikuti olah 4 personil dari tim kontingen gontor.&lt;br /&gt;2. sepeda gunung atau hiking yang diikuti oleh 4 personil.&lt;br /&gt;3. sun sand and fun,kegiatan ini merupakan kegiatan yang diambil di daerah pantai yang diikuti oleh 8 personil.&lt;br /&gt;Acara yang kedua yaitu OFFSIDE .kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang paling disukai yaitu study tour atau berkeliling kota Perth untuk melihat bangunan-bangunan yang berada disana .&lt;br /&gt;Acara yang ketiga yaitu INSIDE. Kegiatan ini dilakukan didalam bumi perkemahan seperti climbing dann masih banyak lainnya .&lt;br /&gt; Didalam bumi perkemahan mereka mendapatkan 6tenda ,setiap tenda ada yang dihuni oleh dua orang dan ada juga yang tiga orang.mereka dibimbing oleh dua ust pebimbing dar mabikori  yaitu ust Harun zein dan ust Rofiq alhabib.&lt;br /&gt; Menurut salah satu kru reporter saat menyinggung  soal persiapan mereka dalam menghadapi ujian ,salah satu mereka menerangkan &lt;br /&gt;“untuk menghadapi ujian saya belum punya persiapan tapi walaupun belum siap KH Abdullah syukri zarkasy MA  telah berpesan kepada kita agar setelah sesampainya dipondok kita harus meluruskan kembali niat kita untuk belajar dan langsung mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian “ujar fadli kelas 4L dari daerah Banten.&lt;br /&gt; Untuk kepergian mereka menghabiskan 23 hari,17 hari mereka menghabiskan di bumi perkemahan sedangkan sisanya mereka menghabiskan untuk bertamasya kebeberapa Negara seperti malaysia,singapura dan Brunei darussalam. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-6722251696801482313?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/6722251696801482313/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=6722251696801482313' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6722251696801482313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6722251696801482313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/jambore-australia.html' title='Jambore Australia'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-5269681529664633642</id><published>2009-01-29T02:17:00.001-08:00</published><updated>2009-01-29T02:26:26.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Studio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ma&apos;had'/><title type='text'>Tamu besar Syiria Syekh Rajab</title><content type='html'>Darusalam- menjelang ujian pada hari rabu tgl 21 januari pondok modern Darussalam gontor mendapat kedatangan tamu besar dari negara Syria yaitu syekh Rajab dieb .kedatangannya keindonesia dikarenakan beliau ingin melihat pondok-pondok yang terdapat di Indonesia .Selain itu kunjungan beliau ke pondok modern Darussalam gontor dikarenakann nama Pondok ModernDarussalmgontor dinegara Syria dinilai sangatlah baik,mnan beliau semua itu dikarenakan salah satu alumni gontor yang sedang menunut ilmu dinegara Syria ini yaitu ust ahya yang mana beliau selalu menceriakan tentang Pondok modern Darussalam gontor  sehingga membuat beliau tertarik unntuk mengunjungi gontor ,ust Ahya  merupakan salah satu murid yang pintar disalah satu universitas disyria..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;        Pada kedatangan beliau ke gontor .beliau memberiakan tausyah kepada para santri dimasjid jami tepatnya setelah sholat magrib berjamaah .Didalam tausyahnya  ini beliau menerangkan bahwa tolib itu besar ,beruntung dan sangat dimuliakan ole Allah swt karena tolib mempelajari apa yang dipelajari oleh nabi seperti hukum syariat islam ,hadist dan masih banyak lainnya .sedangkan nabi adalah orang yang dimuliakan oleh allah swt selain itu beliau memberi tahu syarat menjadi seorang tolib yaitu harus menghafal Alquran dan juga menghafal hadist minimal duapuluh lima ribu hadist dan juga belliau menekankan bahwa seorang tolib harus berbicara berdasarkan hadist.&lt;br /&gt; Dan diakhir tausyahnya ini beliau menceritakan tentang sebuah keluarga yang mana keluarga ini hidup dengan segala kekurangan .pada suatu hari sang istri meminta makan kepada sang suami lalu suami itu menjawab “wahai istriku aku sangat mencintaimu “lalu dengan sabar si isripun menahan laparnya ,lalu pada hari esok sang isri meminta makan untuk kedua kalinya pada sang suami tapi sang suami itu menjawab “wahai istriku aku sangat mencintaimu” pada hari selnjutnya sang istri meminta makan lagi tetapi sang suami menjawab lagi seperti apa yang ia katakana pada hari yang lalu dan akhirnya dengan hati kesal sang istripun meninggalkan suaminya Karena tidak diberi nafkah olehnya.&lt;br /&gt; Dari cerita ini menjelaskan bahwa sebagai muslim itu harus mencintai allah bukan hanya denagan perkataan saja tapi juga harus membuktikannya dengan perbuatan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-5269681529664633642?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/5269681529664633642/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=5269681529664633642' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5269681529664633642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5269681529664633642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/tamu-besar-syiria-syekh-rajab.html' title='Tamu besar Syiria Syekh Rajab'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8873208526406757018</id><published>2009-01-07T19:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T19:19:17.280-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Kiat Memuji Anak</title><content type='html'>Untuk menanamkan "self-esteem" pada anak, nasehat yang sering kita dengar/baca adalah dengan memberikan banyak pujian pada anak. Menurut kebanyakan pakar di bidang Child-Development dengan pujian anak akan merasa puas pada dirinya sendiri yang menjadikannya lebih percaya diri, memiliki motivasi yang tinggi dan membantunya mencapai sukses. Namun, menurut para ahli banyak orang tua yang menggunakan sanjungan secara berlebihan. Hal ini bukannya malah meningkatkan kepercayaan diri anak tetapi sebaliknya menjadikan anak tidak percaya pada kemampuannya dan mengurangi motivasi anak untuk maju. Masalah sebenarnya bukanlah pada pujian itu sendiri tetapi pada penggunaan dan penempatan pujian tersebut[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 bentuk kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam memuji anaknya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberi pujian yang terlalu berlebihan, contohnya mengatakan "Oh, Masya Allah , gambar kamu bagus sekali. Umi ngga' pernah melihat gambar sebagus ini!" (sewaktu anak menunjukkan gambarnya) Atau mengatakan,"Umi yakin pasti kamu anak yang paling pintar di kelas(sewaktu anak bisa menyelesaikan homeworknya). Pujian yang berlebihan seperti diatas mempunyai pengaruh buruk bagi anak yang berusia lebih dari 4 tahun. ereka sudah tidak bisa dibohongi lagi. Mereka bisa melihat bahwa uminya tidak jujur dalam berkata. Ini disebabkan karena mereka bisa mengukur kemampuannya sendiri dibandingkan dengan teman-temannya. Mereka pun sudah bisa menyadari kelebihan orang lain dibandingkan dirinya. Pujian seperti diatas bisa mengurangi kepercayaan diri anak dan menghilangkan rasa percayanya pada orangtua. Anak akan menyadari ketidakjujuran orangtuanya dan akan beranggapan bahwa apapun yang dikatakan orangtuanya adalah hal yang muluk-muluk.&lt;br /&gt;Selain itu, sebagai ibu yang seharusnya mengenalkan anak dengan aqidah Islam tentu saja hal ini bertentangan dengan ajaran Islam yaitu yang berkenaan dengan masalah white lies. Bagaimana kita bisa mengharapkan anak akan mengikuti ajaran tersebut sedang kita sendiri tidak melaksanakannya? Untuk itu berilah pujian yang pantas yang sesuai dengan apa yang telah dicapai atau dilakukan oleh anak. Pujian hendaklah benar-benar tulus dan tidak dibuat-buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberi pujian terlalu sering,&lt;br /&gt;Kadangkala orangtua selalu memuji anaknya dalam segala hal, dari yang kecil sampai besar. Hingga hal yang tidak patut dipuji pun anak diberi pujian, misalnya ketika mereka mengalami kegagalan. Disini bukan pujian yang harus diberikan tetapi motivasi. Motivasi ini hendaknya membuat anak sadar akan kegagalannya dan mendorongnya untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik sehingga Insya Allah kegagalan yang sama tidak terulang lagi.&lt;br /&gt;Jika anak dipuji terus-menerus dengan apapun yang mereka lakukan, mereka bisa kesulitan untuk meng-appreciate pujian "murni" yang memang sepantasnya diberikan pada mereka. Juga, pujian basi-basi ini bisa membuat anak kehilangan motivasi untuk mencapai hasil yang terbaik.&lt;br /&gt;Pujian yang terlalu sering dan tidak pada tempatnya membuat anak malas untuk mencoba hal-hal yang baru. Anak bisa merasa ia hanya mempunyai kemampuan pada suatu bidang karena ia selalu dipuji dalam hal tersebut. Misalnya anak yang selalu dipuji dalam kegiatan menggambar tidak mau mencoba untuk belajar karate (yang belum pernah ia pelajari) karena takut tidak dipuji lagi. Mereka menganggap bahwa hanya dengan meggambarlah mereka bisa mendapat pujian. Jadi pujian yang berlebihan ini bisa menimbulkan rasa pesimis dan pasif pada diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menghiraukan hukuman&lt;br /&gt;Contohnya disini misalnya orangtua yang tidak memberikan hukuman pada anak yang memukul adiknya. Namun, ketika anak tidak memukul adiknya orangtua malah memberikan pujian. Banyak hal yang menyebabkan tindakan agresi pada anak. Misalnya karena marah atau minta perhatian. Jika anak memukul adiknya karena minta perhatian, memberikan pujian saat anak tidak memukul adiknya bisa efektif. Sehingga mudah-mudahan tindakan agresinya bisa berhenti. Namun kalau pemukulan bukan karena minta perhatian orangtua, pemberian pujian pada anak pada saat ia tidak memukul adiknya tidak akan efektif. Akibatnya anak akan tetap memukul adiknya. Orangtua tidak boleh hanya memperhatikan hal yang baik tetapi menghiraukan hal buruk yang dilakukan anaknya.Sebaiknya orangtua harus konsisten dengan peraturan. Misalnya setiap kali anak memukul adiknya atau sebaliknya mereka harus di time-out . Research membuktikan bahwa semakin jelas dan konsisten peraturan dari orangtua, semakin tinggi rasa percaya diri anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bagaimana cara untuk menghindari "Bad Praise"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan berusaha terlalu keras untuk membuat anak selalu merasa senang.&lt;br /&gt;Untuk sukses seorang anak harus bisa menghadapi tantangan dan mengatasi rasa sedih atau frustasi. Fokuskan usaha untuk membantu anak mencapai hasil yang terbaik yang bisa dicapainya. Menurut Rex Forehand, pengarang "Parenting the Strong-Willed Child", pujian yang ampuh adalah yang tidak hanya mengandung persetujuan tapi juga yang menjelaskan atau menerangkan pada anak bahwa apa yang dilakukannya benar. Jika orangtua memuji anaknya dengan mengatakan,"project kamu paling bagus", atau "kamu paling pinter gambar", seolah-olah orangtualah yang berhak menentukan bagus atau tidak bagus, pintar atau tidak, dan sebagainya. Akibatnya untuk menilai hasil usahanya sendiri anak tergantung pada orang lain. Anak akan mengukur kesuksesan dari kacamata oranglain dan bukan dari diri mereka sendiri. Pada saat mereka besar nanti masalah yang mungkin timbul misalnya tidak percaya diri atau tidak punya keyakinan bahwa apa yang dilakukannya adalah benar atau baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bentuk yang paling baik dari pujian adalah yang mengandung encouragement atau dorongan. Karena dorongan lebih mengarah pada penghargaan usaha anak tanpa menilainya. Anak akan merasa bahwa usahanya sudah dihargai walaupun hasilnya mungkin tidak terlalu memuaskan. Ini akan mendorong anak untuk melakukan sesuatu dengan baik karena kemauannya sendiri. Hal inilah yang bisa meningkatkan self-esteem anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pujilah anak dengan mendiskripsikan hal yang dilakukannya secara tulus tanpa menggunakan kata-kata yang berlebihan.Misalnya ketika anak membereskan mainannya sesudah bermain pujilah anak dengan kata-kata," Hari ini kamu meletakkan mainanmu pada tempatnya. Itu adalah hal yang baik.". Jangan hanya mengatakan,"Pinter deh kamu!"(tanpa menjelaskan apa yang telah dilakukan sang anak dengan benar). Sekali lagi, lebih diskriptiflah dalam memberikan pujian. Kalimat yang diskriptif bisa membuat anak untuk menyadari apa yang telah dicapainya dan memacu mereka untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Do you Praise Your Child Too Much? Ann E Laforge&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8873208526406757018?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8873208526406757018/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8873208526406757018' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8873208526406757018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8873208526406757018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/kiat-memuji-anak_07.html' title='Kiat Memuji Anak'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-9182836822048508957</id><published>2009-01-07T15:17:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T15:24:58.375-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>BETAPA HEBATNYA KEBOHONGAN</title><content type='html'>Jangan remehkan kebohongan. &lt;br /&gt;Kekuatannya mampu meruntuhkan sebuah negara. &lt;br /&gt;Kekuatannya pula banyak dipakai oleh raja-raja untuk tetap berada di atas tahta. &lt;br /&gt;Maka, adalah naif, jika anda berkata, berbohong hanya dilakukan oleh anak-anak yang tertangkap basah membolos sekolah[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbohong adalah kekuatan besar, karena untuk berbohong manusia harus berkekuatan besar pula. &lt;br /&gt;Diperlukan kecerdasan tinggi untuk menyusun ribuan argumentasi. &lt;br /&gt;Dibutuhkan kekerasan otot baja untukmengubah fakta dan data nyata. &lt;br /&gt;Bahkan, manusia harus memicikkan hatinya agar sebuah kebohongan menampakkan wajah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, untuk sebuah kebohongan manusia harus mengerahkan waktu dan usaha yang terbaik pula!&lt;br /&gt;Sedangkan untuk bersikap jujur, manusia hanya perlu berlaku apa adanya. &lt;br /&gt;Karena itu, jangan terkejut bila banyak orang melihat kebohongan lebih menawan daripada cahaya kejujuran. &lt;br /&gt;Di dalam belitan hawa nafsu, kejujuran nyaris tak pernah laku.[&lt;a href="http://www.suargofm.co.cc"&gt;suara guntor fm&lt;/a&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-9182836822048508957?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/9182836822048508957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=9182836822048508957' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/9182836822048508957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/9182836822048508957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/betapa-hebatnya-kebohongan.html' title='BETAPA HEBATNYA KEBOHONGAN'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-5415989681326570372</id><published>2009-01-07T03:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T03:27:46.287-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>A LETTER FROM GOD</title><content type='html'>Saat kau bangun dipagi hari, Aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu, walaupun hanya sepatah kata, meminta pendapatKu atau bersyukurkepadaKu atas sesuatu hal indah yang terjadi didalam hidupmu&lt;br /&gt;kemarin, tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kembali menanti. Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu akan ada sedikit  waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu tempat, engkau duduk di sebuah kursi selama lima belas menit tanpa  melakukan apapun. Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu. Aku berpikir engkau ingin berbicara kepadaKu tetapi engkau berlari ke telepon dan menelepon seorang teman untuk mendengarkan gosip terbaru[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang kesekeliling, mungkin engkau  merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara kepadaKu dengan lembut sebelum mereka makan, tetapi engkau tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tidak apa-apa. Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku berharap engkau akan berbicara kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan. Setelah beberapa hal tersebut selesai engkau kerjakan, engkau menyalakan televisi, Aku tidak tahu apakah kau suka menonton televisi atau tidak, hanya saja engkau selalu kesana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa&lt;br /&gt; memikirkan apapun hanya menikmati acara yang ditampilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKu. Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada&lt;br /&gt; keluargamu, kau melompat ke tempat tidur dan tertidur tak lama kemudian. Tidak apa-apa karena mungkin engkau tidak menyadari bahwa Aku selalu hadir untukmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari. Aku bahkan ingin mengajarkanmu bagaimana bersabar terhadap orang lain.Aku sangat mengasihimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata, doa atau pikiran atau&lt;br /&gt;syukur dari hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah... engkau bangun kembali dan kembali Aku akan menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu. Semoga harimu menyenangkan. Yang selalu menyertaimu setiap saat, ALLAH&lt;br /&gt;SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB. Apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan surat ini kepada orang lain yang kau sayangi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-5415989681326570372?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/5415989681326570372/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=5415989681326570372' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5415989681326570372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/5415989681326570372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/letter-from-god.html' title='A LETTER FROM GOD'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7320190478806615374</id><published>2009-01-05T21:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T21:34:03.420-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><title type='text'>Ingin Mendapat Hikmah?</title><content type='html'>Nadirsyah Hosen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah adalah harta umat Islam yang hilang. Kita dianjurkan mencari hikmah oleh Rasul yang mulia, Muhammad saw. Kita dianjurkan pula untuk mengambil hikmah dari manapun. Begitu pentingnya anjuran untuk mencari hikmah, sampai-sampai Imam Ali bin Abi Thalib mengatakan, "Jikalau hikmah itu ada di dalam gunung, niscaya akan aku goncangkan gunung itu!"&lt;br /&gt; Bagaimana caranya untuk mendapat hikmah? Mari kita buka al-Qur'an. QS al-Baqarah ayat 261 sampai dengan ayat 268 berbicara tentang infak dan sedekah.Pada ayat 269 tiba-tiba Allah mengalihkan topik pembicaraan ke hal lain. Ayat 270 sampai dengan 274 pada surat yang sama kembali berbicara tentang sedekah dan infak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, tentu ada rahasia tersendiri ketika Alah tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan. Inilah ayat 269 itu: "Allah menganugerahkan al-hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-hikmah itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah)." &lt;br /&gt; Ternyata, di antara kumpulan ayat mengenai sedekah dan infak, Allah cantumkan ayat tentang hikmah. Ini berarti, wa Allahu a'lam, berinfak dan bersedekah menjadi kriteria penting jika kita ingin meraih hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya untuk mencari "harta" (baca: hikmah) umat Islam yang hilang itu, umat Islam dianjurkan untuk menyedekahkan hartanya terlebih dahulu.&lt;br /&gt; Jangan-jangan anda tak perlu mengguncang gunung untuk mencari hikmah. Hikmah di masa sekarang bukan bersembunyi di dalam gunung.. Ia hadir di sekeliling kita. Ia hadir pada tangan yang menengadah meminta belas kasih, ia muncul di wajah-wajah nestapa akibat menahan lapar, ia hinggap di rumah-rumah yang pemiliknya baru saja di PHK, ia hadir dalam senyum penghuni panti asuhan. Ia mengalir bersama derasnya aliran air mata mereka yang tidur di bawah kolong jembatan. Berikan sedikit harta kita (yang sebenarnya merupakan hak mereka), insya Allah akan anda temukan hikmah. Bila anda sudah temukan hikmah itu, maka sesuai QS 2: 269, anda telah mendapat karunia yang banyak dari sisi Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7320190478806615374?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7320190478806615374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7320190478806615374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7320190478806615374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7320190478806615374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/ingin-mendapat-hikmah.html' title='Ingin Mendapat Hikmah?'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4007423877064355387</id><published>2009-01-05T18:05:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T18:13:39.567-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><title type='text'>Rumah-Rumah Sakit di Gaza, kekurangan Petugas Medis dan Obat-Obatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SWK9argii3I/AAAAAAAAAFc/s5KJ_0TAo_M/s1600-h/medis.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SWK9argii3I/AAAAAAAAAFc/s5KJ_0TAo_M/s320/medis.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287997178539838322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Petugas medis menemukan sisa-sisa bahan kimia uranium pada luka-luka warga Gaza yang menjadi korban serangan biadab Israel yang sudang berlangsung selama sembilan hari. Hal tersebut diungkapkan oleh petugas medias asal Norwegia pada koresponden Press TV, stasiun televisi yang berbasis di Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini mengemuka setelah pasukan darat Israel menginvasi Jalur Gaza setelah selama sepekan lebih membombadir Gaza dari udara. Uranium adalah bahan berbahaya untuk pembuatan senjata nuklir. Sejauh ini belum ada laporan tindak lanjut atas penemuan para petugas medis dari Norwegia itu untuk mengungkap seberapa jauh Zionis Israel menggunakan zat berbahaya tersebut.[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Petugas medis menemukan sisa-sisa bahan kimia uranium pada luka-luka warga Gaza yang menjadi korban serangan biadab Israel yang sudang berlangsung selama sembilan hari. Hal tersebut diungkapkan oleh petugas medias asal Norwegia pada koresponden Press TV, stasiun televisi yang berbasis di Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan ini mengemuka setelah pasukan darat Israel menginvasi Jalur Gaza setelah selama sepekan lebih membombadir Gaza dari udara. Uranium adalah bahan berbahaya untuk pembuatan senjata nuklir. Sejauh ini belum ada laporan tindak lanjut atas penemuan para petugas medis dari Norwegia itu untuk mengungkap seberapa jauh Zionis Israel menggunakan zat berbahaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang sama, rumah-rumah sakit di Jalur Gaza mulai kerepotan untuk mengurus banyaknya korban. Para dokter itu bekerja keras menolong para korban akibat minimnya petugas medis dan peralatan dan obat-obatan di Gaza akibat blokade Israel selama satu tahun lebih. Di sisi lain, Mesir masih tidak mau membuka perbatasan Rafah dan mengizinkan agar bantuan medis dan makanan bisa masuk ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Erik Fosse, seorang dokter sukarelawan dari Norwegia yang bertugas di Rumah Sakit Shifa, Gaza mengatakan, selain memberikan bantuan medis, setiap hari para dokter harus tahan banting mendengar jeritan dan rintihan para korban luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kurun waktu 24 jam, jumlah korban meningkat tiga kali lipat. Kami benar-benar sangat sibuk," kata Dokter Fosse.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, 30 persen dari para korban yang meninggal dunia maupun luka-luka di Rumah Sakit Shifa, adalah anak-anak dan 50 persen korban luka mengalami luka berat. "Para dokter melakukan bedah di koridor-koridor rumah sakit, pasien bergelatakan di mana-mana dan banyak korban sekarat sebelum mereka akhirnya mendapatkan perawatan," tutur dokter Fosse menggambarkan situasi rumah sakit di Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah-rumah sakit lainnya, tidak berdaya untuk merawat banyaknya korban karena ketiadaan obat-obatan dan tenaga. Palang Merah Internasional dalam pernyataannya menyatakan, Israel melarang bantuan medis masuk ke Jalur Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Larang serupa masih diberlakukan pemerintah Mesir, yang tetap menolak membuka perbatasan Rafah bagi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juru Bicara Badan Bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) Christopher Gunness menolak pernyataan Israel yang mengatakan bahwa tidak ada krisis kemanusiaan di Gaza. "Kami memiliki sekitar 9.000-10.000 relawan di lapangan. Mereka setiap hari berbincang dengan warga sipil di Gaza. Mereka sangat menderita.," tukas Gunness. &lt;a href="http://www.eramuslim.com/berita/palestina/rumah-rumah-sakit-di-gaza-kekurangan-petuga-medis-dan-obat-obatan.htm"&gt;(ln/aljz/prtv)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4007423877064355387?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4007423877064355387/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4007423877064355387' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4007423877064355387'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4007423877064355387'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/rumah-rumah-sakit-di-gaza-kekurangan.html' title='Rumah-Rumah Sakit di Gaza, kekurangan Petugas Medis dan Obat-Obatan'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SWK9argii3I/AAAAAAAAAFc/s5KJ_0TAo_M/s72-c/medis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7057880439213363936</id><published>2009-01-04T18:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T19:07:05.599-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Didik Anak Sejak dalam Kandungan</title><content type='html'>Jangan buru-buru menyalahkan guru atau lingkungan ketika anak menjadi bodoh, &lt;br /&gt;nakal, atau pemarah. Pasalnya, perkembangan anak juga dipengaruhi oleh perilaku &lt;br /&gt;orangtua, bahkan sejak dalam kandungan. &lt;br /&gt;Suatu hari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mengunjungi salah &lt;br /&gt;seorang sahabatnya. Di rumah sahabatnya itu Nabi menyaksikan anak sang sahabat &lt;br /&gt;meloncat-loncat sambil menginjak bahu dan kepala bapaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi mencari tahu mengapa si anak bisa berperilaku seperti itu kepada sang &lt;br /&gt;sahabat. Kata Nabi, ''Apakah ada sesuatu makanan yang keliru masuk ke perut &lt;br /&gt;istrimu saat sedang mengandung?'' &lt;br /&gt;''Benar,'' jawab sahabatnya. Ketika sang istri mengandung, ia memberi sebiji &lt;br /&gt;korma yang diambil dari sebuah kebun tanpa seizin pemiliknya. Nabi &lt;br /&gt;mengangguk-angguk ketika mendengar penuturan tersebut.[...]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jangan buru-buru menyalahkan guru atau lingkungan ketika anak menjadi bodoh, &lt;br /&gt;nakal, atau pemarah. Pasalnya, perkembangan anak juga dipengaruhi oleh perilaku &lt;br /&gt;orangtua, bahkan sejak dalam kandungan. &lt;br /&gt;Suatu hari Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW) mengunjungi salah &lt;br /&gt;seorang sahabatnya. Di rumah sahabatnya itu Nabi menyaksikan anak sang sahabat &lt;br /&gt;meloncat-loncat sambil menginjak bahu dan kepala bapaknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Nabi mencari tahu mengapa si anak bisa berperilaku seperti itu kepada sang &lt;br /&gt;sahabat. Kata Nabi, ''Apakah ada sesuatu makanan yang keliru masuk ke perut &lt;br /&gt;istrimu saat sedang mengandung?'' &lt;br /&gt;''Benar,'' jawab sahabatnya. Ketika sang istri mengandung, ia memberi sebiji &lt;br /&gt;korma yang diambil dari sebuah kebun tanpa seizin pemiliknya. Nabi &lt;br /&gt;mengangguk-angguk ketika mendengar penuturan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini bukti bahwa mendidik anak sudah harus dimulai sejak anak masih &lt;br /&gt;berada dalam kandungan. Selain makanan yang dimakan sang ibu haruslah halal dan &lt;br /&gt;berkah, didikan secara fisik juga perlu dilakukan. Menurut dokter spesialis &lt;br /&gt;anak, dr Sudjatmiko, MD SpA. kecerdasan seorang anak sudah bisa dirangsang &lt;br /&gt;ketika ia masih berada dalam kandungan ibunya.&lt;br /&gt;Secara umum, kata Sudjatmiko, ada tiga aspek yang harus diperhatikan orang tua &lt;br /&gt;kepada sang anak ketika masih berada dalam kandungan. Yaitu, terpenuhinya &lt;br /&gt;kebutuhan kasih sayang, biomedis, dan rangsangan.&lt;br /&gt;Seorang ibu harus menerima kehamilannya dengan ikhlas dan tidak terpaksa. &lt;br /&gt;Sebab, jika kehamilannya terpaksa maka pertumbuhan bayi tidak akan optimal. "Si &lt;br /&gt;ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," ungkap &lt;br /&gt;Sudjatmiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan &lt;br /&gt;khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga &lt;br /&gt;merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif &lt;br /&gt;untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada &lt;br /&gt;faktor psikologis yang mempengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah &lt;br /&gt;si ibu hamil karena menikah secara resmi atau kawin lari. Apakah si ibu &lt;br /&gt;mendapatkan dukungan dari sang suami atau tidak. Karena tanpa dukungan dari &lt;br /&gt;suami, perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan akan tak &lt;br /&gt;wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah berkomitmen dengan suami serta &lt;br /&gt;dukungan dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima &lt;br /&gt;kehamilannya dengan hati tenteram," paparnya.&lt;br /&gt;Lebih lanjut Sudjatmiko mengatakan, si ibu harus perhatian terhadap &lt;br /&gt;kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada &lt;br /&gt;bayi dalam kandungannya. Misalnya, dengan cara mengelus-elus perutnya karena &lt;br /&gt;secara emosional akan terjadi kontak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter &lt;br /&gt;atau zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa &lt;br /&gt;senang. Sebaliknya, jika si ibu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, &lt;br /&gt;ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman, &lt;br /&gt;sehingga secara tidak sadar bayi akan terangsang untuk ikut gelisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Yang paling baik adalah berikan rangsangan berupa suara-suara, elusan, dan &lt;br /&gt;nyanyian yang disukai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. &lt;br /&gt;Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak disukainya, karena itu sama &lt;br /&gt;saja memberikan rangsangan negatif pada bayi," ujarnya.&lt;br /&gt;Rangsangan kepada bayi yang masih berada dalam kandungan bisa lebih efektif &lt;br /&gt;dilakukan ketika usia kehamilan di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut &lt;br /&gt;jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai berfungsi.&lt;br /&gt;Karenanya, pada kondisi demikian, seorang ibu hamil harus tetap menjaga &lt;br /&gt;makanannya sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi. Misalnya, dengan suntik TT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mula-mula sekali &lt;br /&gt;sebulan. Lalu pada bulan-bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), lakukan &lt;br /&gt;tiga minggu sekali. Setelah itu dua minggu sekali, bahkan mendekati partus &lt;br /&gt;lakukan setiap minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudjatmiko juga manganjurkan agar saat mengandung si ibu tidak meminum &lt;br /&gt;obat-obatan yang, katanya, bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak &lt;br /&gt;bayi. Sebab, obat-obatan semacam itu tidak banyak berfungsi. &lt;br /&gt;"Pemberian obat semacam itu percuma saja. Tidak akan berpengaruh apa-apa. Yang &lt;br /&gt;penting, ciptakan saja lingkungan yang mendidik,'' katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang harus diperhatikan agar kecerdasan anak berkembang secara positif &lt;br /&gt;sejak dalam kandungan, di antaranya, kebutuhan biologis (fisik) si bayi. Yaitu, &lt;br /&gt;nutrisi bagi ibu hamil. Nutrisi tersebut bisa berupa asupan protein, &lt;br /&gt;karbohidrat, atau mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nutrisi, kata Sudjatmiko lagi, bukan hanya dibutuhkan ketika ibu sedang &lt;br /&gt;mengandung. Ketika si ibu siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan &lt;br /&gt;gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya. Sehingga, saat hamil, fisik si ibu &lt;br /&gt;sudah siap. Proses kehamilan pun akan berlangsung baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ibu hamil tak boleh dalam keadaan mengidap penyakit yang bisa &lt;br /&gt;mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Misalnya, &lt;br /&gt;malaria, tipus, bahkan batuk yang mengeluarkan dahak pun bisa mempengaruhi &lt;br /&gt;perkembangan si janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si ibu bisa pula memberi rangsangan kepada si janin dengan memperdengarkan &lt;br /&gt;musik klasik, atau -- lebih baik lagi -- bacaan ayat suci al-Qur'an. &lt;br /&gt;Suara-suara yang berirama tersebut akan mengeluarkan gelombang alfa. Gelombang &lt;br /&gt;ini bisa memberi ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman kepada si janin. &lt;br /&gt;Bahkan, si janin bisa berkonsentrasi saat mendengarkan alunan berirama &lt;br /&gt;tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, si ibu bisa membacakan cerita-cerita menarik buat si janin, atau &lt;br /&gt;mengajaknya mengobrol. Apalagi jika saat mengobrol tersebut si ibu &lt;br /&gt;mengelus-elus perutnya dengan kasih sayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips mendidik bayi saat dalam kandungan&lt;br /&gt;1. Hendaknya si ibu memperbanyak bacaan al-Quran, terutama surah Yusuf, Mariam, &lt;br /&gt;Luqman, dan at-Taubah. &lt;br /&gt;2. Hendaknya si ibu berdoa kepada Allah SWT agar anak yang bakal dilahirkan &lt;br /&gt;menjadi anak yang soleh, berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. &lt;br /&gt;3. Hendaknya rezeki yang didapatkan berasal dari sumber yang halal supaya benih &lt;br /&gt;yang bakal dilahirkan itu berasal dari darah daging yang halal. &lt;br /&gt;4. Hendaknya si ibu makan makanan yang bergizi dan sentiasa menjaga kesehatan &lt;br /&gt;badannya. &lt;br /&gt;5. Hendaknya si ibu menjaga kebersihan untuk menjamin kesehatan bayi dalam &lt;br /&gt;kandungan. &lt;br /&gt;6. Hendaknya si ibu menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada pada dirinya &lt;br /&gt;saat hamil. &lt;br /&gt;7. Hendaknya si suami lebih memahami keadaan isteri serta memberikan motifasi &lt;br /&gt;kepada istrinya.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://gontor.co.id/main.asp"&gt;[rozi]&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7057880439213363936?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7057880439213363936/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7057880439213363936' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7057880439213363936'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7057880439213363936'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/didik-anak-sejak-dalam-kandungan.html' title='Didik Anak Sejak dalam Kandungan'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-897190770214476625</id><published>2009-01-03T20:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T20:06:31.085-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><title type='text'>Tips Atasi Kelelahan</title><content type='html'>Bagaimana mengatasi rasa lelah berlebih yang dirasakan hampir sepanjang hari? Seseorang memang dapat merasa kelelahan dalam menjalani rutinitas hariannya, tidak peduli seberapa lama dia tidur/ beristirahat. Apakah ada langkah sehat yang dapat diambil untuk mengatasi rasa lelah berlebih, tanpa melibatkan kopi atau unsur kafein sebagai penambah semangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa rasa lelah kebanyakan diakibatkan karena kekurangan cairan (dehidrasi). Oleh karena itu,...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mengatasi rasa lelah berlebih yang dirasakan hampir sepanjang hari? Seseorang memang dapat merasa kelelahan dalam menjalani rutinitas hariannya, tidak peduli seberapa lama dia tidur/ beristirahat. Apakah ada langkah sehat yang dapat diambil untuk mengatasi rasa lelah berlebih, tanpa melibatkan kopi atau unsur kafein sebagai penambah semangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa rasa lelah kebanyakan diakibatkan karena kekurangan cairan (dehidrasi). Oleh karena itu, para ahli kesehatan selalu menyarankan agar Anda mengkonsumsi air sedikitnya 2 liter per hari (lebih bagi yang melakukan kegiatan olah raga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak mengkonsumsi gula dan makanan berlemak juga dapat membuat seseorang mudah lelah dan mengantuk. Sebagai gantinya, Anda dapat memperbanyak konsumsi makanan berserat, buah-buahan, dan sayuran segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kurangnya olah raga juga ikut bertanggung jawab terhadap kelelahan yang Anda rasakan. Orang yang rajin/ rutin berolah raga memiliki stamina yang lebih prima dan metabolisme tubuhnya juga lebih baik dibanding orang yang kurang gerak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saran yang terakhir adalah memulai hari dengan optimisme. Semangat Anda di pagi hari sangat menentukan emosi Anda pada sepanjang hari. Jika Anda memulai hari yang baru dengan semangat yang positif, maka Anda akan menjalani hari itu dengan maksimal. Oleh karena itu, jagalah hatimu! &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-897190770214476625?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/897190770214476625/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=897190770214476625' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/897190770214476625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/897190770214476625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/tips-atasi-kelelahan.html' title='Tips Atasi Kelelahan'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-4078827028978849778</id><published>2009-01-02T19:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T19:38:49.558-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga Sakinah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Cemburu Tak Selalu Negatif</title><content type='html'>Ternyata, cemburu bisa berdampak positif jika dikelola dengan tepat. Tapi jika tidak, hubungan dengan pasangan pun akan makin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang pasti pernah cemburu pada pasangannya, meski kadar dan penyebabnya berbeda. Pendapat mengatakan, cemburu merupakan reaksi kompleks untuk melihat seberapa jauh kualitas hubungan. Artinya, emosi, pikiran, dan perilaku seseorang bergabung menjadi satu. Ketika seseorang cemburu, berbagai rasa dalam dirinya pun muncul. Sedih, marah, takut, malu, merasa bersalah, khawatir, tidak percaya diri, bahkan sakit kepala atau reaksi fisik lainnya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cemburu Tak Selalu Negatif, Kok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, cemburu bisa berdampak positif jika dikelola dengan tepat. Tapi jika tidak, hubungan dengan pasangan pun akan makin memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua orang pasti pernah cemburu pada pasangannya, meski kadar dan penyebabnya berbeda. Pendapat mengatakan, cemburu merupakan reaksi kompleks untuk melihat seberapa jauh kualitas hubungan. Artinya, emosi, pikiran, dan perilaku seseorang bergabung menjadi satu. Ketika seseorang cemburu, berbagai rasa dalam dirinya pun muncul. Sedih, marah, takut, malu, merasa bersalah, khawatir, tidak percaya diri, bahkan sakit kepala atau reaksi fisik lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, cemburu bisa positif, kok. Cemburu justru dapat meningkatkan hubungan, seiring munculnya perasaan saling menghargai. Cemburu juga akan meningkatkan emosi yang mampu membuat cinta semakin kuat, bahkan mampu meningkatkan gairah seksual. Tapi, jika tidak dikelola dengan baik, dan malah sering muncul dan irasional, cemburu tentu tak baik dan bisa berdampak buruk pada kelanjutan hubungan. Hubungan akan memburuk, bahkan perpisahan pun bisa terjadi. Nah, apa saja yang perlu diketahui tentang cemburu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PILAH-PILAH EMOSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu merupakan kumpulan emosi yang menggumpal menjadi satu. Cemburu dapat mengarah pada rasa marah, sakit, sedih, depresi, kesepian, juga rasa tak berdaya. Untuk mengatasi cemburu, coba pilah perasaan yang sedang berkecamuk. Misalnya, pilah cemburu menjadi 50 persen khawatir, 20 persen marah, 20 persen merasa lemah, dan 10 persen merasa dikhianati. Nah, ketika perasaan-perasaan ini diungkapkan pada pasangan, marah dan dikhianati, yang ada hanya rasa khawatir yang lebih mudah diatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemburu juga merupakan kekhawatiran yang tidak bisa dipahami. Khawatir akan perubahan, khawatir hilang kemampuan mengontrol hubungan, khawatir kehilangan, dan khawatir ditinggal. Namun, di balik rasa cemburu, terdapat emosi yang sangat berpengaruh daripada cemburu itu sendiri, yakni khawatir kebutuhan tidak akan terpenuhi. Terkadang, jika cemburu datang, ada dua pilihan yang muncul, berselisih atau pergi, karena diri merasa terancam. Saat cemburu, cobalah tanyakan pada diri sendiri, "Apa yang sebenarnya saya takuti?", "Apa yang dapat saya lakukan agar situasi ini tidak mengganggu?" juga "Apa hal terburuk yang mungkin terjadi dan bagaimana dapat terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARI PENYEBABNYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan situasi yang membuat Anda cemburu pada pasangan. Layaknya menonton televisi, Anda bisa melihat seluruh peristiwa yang membuat kecemburuan muncul. Misalnya, pasangan sering berhubungan lagi dengan kawan lamanya, dan secara tidak sadar membuatnya menghabiskan waktu dengan kawannya itu. Coba cari masalah apa yang membuat Anda cemburu. Lalu, ingatlah berbagai peristiwa Anda bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penyebab cemburu ditemukan, maka pengelolaan cemburu pun akan mudah. Setelah itu, ada dua pilihan mendasar. Anda bisa menghapus masalah dengan membuat kesepakatan agar pasangan menghindari kebiasaan itu, atau Anda bisa menggunakan model fobia, membiarkan kebiasaan secara bertahap sampai Anda bisa mentolerirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, tidak ada solusi yang mudah dan sederhana untuk menghadapi rasa cemburu. Namun, dengan selalu melakukan uji coba untuk menemukan penyebab yang sebenarnya, maka perasaan itu pasti bisa teratasi. Sikap bijaksana diperlukan, dan jangan mengharapkan perubahan instan. Cobalah memahami perasaan dan kebutuhan masing-masing. Situasi adil harus tercipta agar dapat membuat keputusan dan "peraturan" yang tepat, sehingga masing-masing terpenuhi kebutuhannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MODEL FOBIA ATASI CEMBURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu cara mengatasi cemburu adalah belajar menerimanya sebagai respons stres yang normal namun berlebihan. Secara emosional, cara ini menanamkan perubahan dalam hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada model fobia untuk mengelola cemburu. Misalnya, orang yang takut ketinggian. Terapis akan membantunya menemukan situasi yang tepat yang membuatnya takut, lalu membantu membuatnya merasa cukup aman dalam situasi itu. Caranya dengan menunjukkan rasa takut ketinggiannya, lalu membantunya secara bertahap dengan melangkah, menaiki tangga, naik eskalator, dan akhirnya sampai ke puncak. Dengan latihan bertahap, lama-lama ia akan mampu melawan perasaan takut ketinggian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan cemburu. Tunjukkan masalah sebenarnya yang membuat Anda cemburu. Misalnya, Susan cemburu jika suaminya, Rudi, menghabiskan waktu bersama teman-teman kuliahnya setiap pulang kantor. Susan merasa kesepian di rumah, apalagi mereka belum dikaruniai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun memberitahu Rudi masalahnya dan Rudi setuju mengubah kebiasaannya. Setelah sebulan, Susan tidak lagi cemburu, sampai akhirnya ia sendiri yang membolehkan Rudi bertemu teman-temannya sekalian mengurus bisnis seperti dulu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA PASANGAN PENCEMBURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki pasangan pencemburu terkadang memang melelahkan. Tak usah khawatir, ada cara untuk mengatasi rasa cemburu pasangan, kok. Simak tips berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pikirkan masalah dengan cara berbeda. Ingatlah, cemburu itu pertanda cinta. Jika pasangan tidak menilai hubungan yang tengah dijalin, tentu Anda tidak akan mengalami masalah. Jadi, daripada selalu bersikap bertahan, lebih baik mencoba memberi pengertian dan selalu mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Periksa perilaku Anda. Jika Anda sadar sikap Anda yang memicu kecemburuan pasangan, segera ubah sebisa mungkin sampai masalah teratasi. Pastikan Anda berdua memegang teguh persetujuan yang sudah Anda berdua sepakati. Hindari membuat janji yang tidak dapat Anda jaga, misalnya janji untuk selalu dapat dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bangun rasa percaya diri pasangan. Selalu cari kesempatan untuk mengatakan betapa besar rasa cinta Anda dan alasan Anda tidak ingin bersama orang lain selain dirinya. Bicarakan impian Anda bersama dirinya dalam kehidupan berdua di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JIKA ANDA YANG CEMBURU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi cemburu butuh kesabaran dan kerja keras. Jika Anda merasa rasa cemburu telah melawan sifat dasar Anda, bicarakan masalah dengan seorang ahli atau konselor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Beri kesempatan diri Anda untuk melihat kenyataan. Lihatlah, apa yang memicu rasa cemburu Anda. Dan tanyakan pada diri sendiri, apakah cara&lt;br /&gt;Anda mengatasinya sudah tepat. Pikirkan juga apakah hubungan Anda dengan pasangan memang dalam bahaya? Atau apakah perilaku dan sifat Anda memang tidak membuat permasalahan memburuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bicaralah pada diri sendiri tentang hal-hal positif. Ketika Anda mulai merasa sedih karena cemburu, ingatkan diri bahwa pasangan mencintai Anda. Ia juga punya komitmen dan menghormati Anda. Katakan pada diri bahwa Anda adalah seorang yang penuh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Salah satu cara terbaik untuk melawan rasa cemburu adalah dengan menanyakan ke pasangan tentang jaminan. Pastikan Anda tidak dibohongi atau dikhianati. Sebaiknya, ungkapkan pula rasa tidak aman Anda dan mintalah pertolongan pada pasangan untuk mengatasi masalah itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRIORITAS UTAMA: PASANGAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali, rasa cemburu muncul ketika salah satu pihak memiliki hubungan akrab dengan orang lain. Apalagi, jika orang lain itu teman pria istri atau teman wanita suami. Kondisi ini dapat memperburuk hubungan jika tidak terkomunikasikan dengan baik. Jadi ingat, pasangan haruslah mendapat prioritas utama. Jika terjadi hubungan yang tidak seimbang dan pasangan dinomorduakan, tentu akan memperburuk hubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasinya, komunikasikan dengan baik agar pasangan mendapat waktu, perhatian, juga penghargaan yang cukup. Perilaku pun harus diubah, agar tidak timbul cemburu berlebihan yang mengarah pada perpecahan. Jika komunikasi dilakukan dan ada saling percaya, tentu tak perlu muncul perasaan cemburu. Yang tak kalah penting, bersikap adil dan seimbang satu sama lain, serta cinta yang cukup. &lt;a href="http://64.203.71.11/kesehatan/news/0508/04/114441.htm"&gt;(Tabloid Nova)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-4078827028978849778?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/4078827028978849778/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=4078827028978849778' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4078827028978849778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/4078827028978849778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/cemburu-tak-selalu-negatif.html' title='Cemburu Tak Selalu Negatif'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7415906751416103427</id><published>2009-01-02T19:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T19:35:24.812-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><title type='text'>Aksi Menentang Serangan Israel Marak</title><content type='html'>Bandung: Unjuk rasa menentang serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, berlangsung di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Bandung, Jawa Barat, ratusan massa Persatuan Islam Indonesia (Persis) menggelar takbir akbar. Mereka mengutuk serangan Israel dan meminta pemerintah segera mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa bersikap tegas&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Aksi Menentang Serangan Israel Marak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung: Unjuk rasa menentang serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina, berlangsung di sejumlah daerah di Tanah Air. Di Bandung, Jawa Barat, ratusan massa Persatuan Islam Indonesia (Persis) menggelar takbir akbar. Mereka mengutuk serangan Israel dan meminta pemerintah segera mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa bersikap tegas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Semarang, Jawa Tengah, unjuk rasa dilakukan lebih dari 2.000 massa Partai Keadilan Sejahtera dan Hizbut Tahrir Indonesia. Dalam orasinya mereka menyerukan umat Islam untuk bersatu melawan kebiadaban Israel. Mereka juga menggalang dana kemanusian untuk korban di Palestina dan berdoa untuk korban yang meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puluhan mahasiswa dari Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia di Pekalongan, Jateng, juga menggelar aksi serupa. Mereka juga menggalang dana yang nantinya akan disumbangkan untuk para korban di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Jepara, Jateng, ratusan simpatisan PKS menggelar aksi teatrikal mengutuk penyerangan Israel. Massa menilai Amerika Serikat sebagai negara yang menjunjung hak asasi manusia hanya diam tanpa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo menentang agresi Israel juga terjadi di Pasuruan, Jawa Timur. Mereka menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan kekejaman pasukan Israel yang membom permukiman warga sipil di Palestina. Selain mengirim bantuan berupa uang dan obat-obatan, warga Pasuruan juga membuka pendaftaran jihad ke Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ponorogo, Jatim, sebagai bentuk kecaman dan kutukan atas serangan Israel, massa PKS dan Barisan Mujahidin Ponorogo melempari bendera Israel dengan sepatu. Sambil terus berorasi, para demonstran juga berusaha mengumpulkan dana bantuan dari pengguna jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliansi Umat Islam Kalimantan Timur di Samarinda juga menggelar demonstrasi mengutuk agresi Israel. Selain berorasi, mereka juga membentangkan spanduk dan poster berisi kutukan terhadap Israel.&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=170803"&gt;(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7415906751416103427?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7415906751416103427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7415906751416103427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7415906751416103427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7415906751416103427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/aksi-menentang-serangan-israel-marak.html' title='Aksi Menentang Serangan Israel Marak'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-378842315495353211</id><published>2009-01-02T19:29:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T19:33:38.376-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><title type='text'>Elpiji Sulit Didapat di Banten</title><content type='html'>Sudah Sepekan Elpiji Sulit Didapat di Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang: Janji Pertamina untuk mengatasi pasokan elpiji hingga kini masih dipertanyakan. Pasalnya, antrean truk milik sejumlah agen elpiji di wilayah Banten sejak sepekan terakhir ini masih menunggu pasokan datang dari Depo Plumpang, Jakarta, dan Depo Balongan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah Sepekan Elpiji Sulit Didapat di Banten&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serang: Janji Pertamina untuk mengatasi pasokan elpiji hingga kini masih dipertanyakan. Pasalnya, antrean truk milik sejumlah agen elpiji di wilayah Banten sejak sepekan terakhir ini masih menunggu pasokan datang dari Depo Plumpang, Jakarta, dan Depo Balongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah sopir mengaku sudah lima hari menginap di depan Depo Bojonegara, Serang, Banten, untuk mendapatkan penjatahan elpiji. Akibat terhambatnya pengiriman elpiji ukuran tiga dan 12 kilogram, puluhan truk milik agen di sejumlah wilayah di Banten terpaksa menginap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Pemalang, Jawa Tengah, warga terpaksa menunggu dan mengantre di agen setiap hari. Sebab, pasokan elpiji dari Pertamina ke agen terus berkurang hingga separuh ebih. Akibatnya, dalam sepekan terakhir hampir setiap hari terlihat antrean warga di berbagai depo elpiji.&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=170820"&gt;(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-378842315495353211?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/378842315495353211/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=378842315495353211' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/378842315495353211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/378842315495353211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/elpiji-sulit-didapat-di-banten.html' title='Elpiji Sulit Didapat di Banten'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-6228535085242696298</id><published>2009-01-02T19:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T19:33:47.743-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Aktual'/><title type='text'>Anti-Golput Digaungkan KAMMI Solo</title><content type='html'>Unjuk rasa KAMMI menentang golput di Solo, Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03/01/2009 05:35 - Unjuk Rasa&lt;br /&gt;Anti-Golput Digaungkan KAMMI Solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo: Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Solo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI, menentang adanya golongan putih atau golput dalam pemilihan umum mendatang. Aksi anti golput ini dipusatkan di Bundaran Gladak, Solo&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Unjuk rasa KAMMI menentang golput di Solo, Jateng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03/01/2009 05:35 - Unjuk Rasa&lt;br /&gt;Anti-Golput Digaungkan KAMMI Solo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo: Sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Solo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI, menentang adanya golongan putih atau golput dalam pemilihan umum mendatang. Aksi anti golput ini dipusatkan di Bundaran Gladak, Solo, Jumat (2/1) siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, pilihan menjadi golput adalah langkah yang sangat tidak bijaksana. Sebab, pemilu adalah sarana tepat memilih pemimpin bangsa yang memiliki legitimasi kuat. Pilihan warga negara dalam pemilu sekaligus salah satu penentu arah bangsa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantaran itulah, para mahasiswa ini menyatakan siap mengawal pelaksanaan Pemilu 2009. Dengan demikian, angka golput bisa ditekan. Mereka juga berjanji akan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menolak golput, pengunjuk rasa juga menolak kecurangan dalam pemilu mendatang, seperti politik uang dan kekerasan. Mereka juga meminta seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengawasi pemilu sehingga berbagai praktik kecurangan tersebut bisa diantisipasi lebih dini.&lt;a href="http://www.liputan6.com/daerah/?id=170814"&gt;(ANS/Wiwik Susilo)&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-6228535085242696298?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/6228535085242696298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=6228535085242696298' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6228535085242696298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/6228535085242696298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/anti-golput-digaungkan-kammi-solo.html' title='Anti-Golput Digaungkan KAMMI Solo'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7312991175914630644</id><published>2009-01-01T21:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T03:08:15.153-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><title type='text'>Hadiah Dari Ibu Tercinta</title><content type='html'>(Pengalaman Salih Al Mazi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid jamik untuk mengerjakan solat subuh.Kebiasaannya ia berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah pekuburan.Di situ Salih duduk sekejap sambil membaca apa-apa yang boleh mendatangkan pahala bagi ahli kubur memandangkan waktu subuh masih lama lagi.Tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk dalam kumpulan-kumpulan sambil berbual-bual sesama mereka.Al Mazy ternampak seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak berkumpul dengan ahli-ahli kubur yang lain.Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung, gelisah kerana sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa talam yang ditutup dengan saputangan. seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan.Malaikat mendatangi para ahli kubur dengan membawa talam-talam itu, tiap seorang mengambil satu talam dan dibawanya masuk ke dalam kuburnya.Semua ahli kubur mendapat satu talam seorang sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu seorang diri tidak mendapat apa-apa.Dengan perasaan yang sedih dan duka dia bangun dan masuk semula ke&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Pengalaman Salih Al Mazi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam bertepatan malam Jumaat Salih Al Mazi pergi ke masjid jamik untuk mengerjakan solat subuh.Kebiasaannya ia berangkat awal sebelum masuk waktu subuh dan melalui sebuah pekuburan.Di situ Salih duduk sekejap sambil membaca apa-apa yang boleh mendatangkan pahala bagi ahli kubur memandangkan waktu subuh masih lama lagi.Tiba-tiba dia tertidur dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar beramai-ramai dari kubur masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka duduk dalam kumpulan-kumpulan sambil berbual-bual sesama mereka.Al Mazy ternampak seorang pemuda ahli kubur memakai baju kotor serta tidak berkumpul dengan ahli-ahli kubur yang lain.Dia duduk seorang diri di tepi kuburnya dengan wajah murung, gelisah kerana sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak berapa lama kemudian datang malaikat membawa beberapa talam yang ditutup dengan saputangan. seolah-olah seperti cahaya yang gemerlapan.Malaikat mendatangi para ahli kubur dengan membawa talam-talam itu, tiap seorang mengambil satu talam dan dibawanya masuk ke dalam kuburnya.Semua ahli kubur mendapat satu talam seorang sehingga tinggallah si pemuda yang kelihatan sedih itu seorang diri tidak mendapat apa-apa.Dengan perasaan yang sedih dan duka dia bangun dan masuk semula ke dalam kuburnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sebelum dia masuk Al Mazy yang bermimpi segera menahannya untuk bertanyakan keadaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai hamba Allah ! Aku lihat engkau terlalu sedih mengapa ?" tanya Salih Al Mazy.&lt;br /&gt;"Wahai Salih, adakah engkau lihat talam-talam yang dibawa masuk oleh malaikat sebentar tadi ?" tanya pemuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya aku melihatnya. Tapi apa benda di dalam talam-talam itu ?" tanya Al Mazy lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si pemuda menerangkan bahwa talam-talam itu berisi hadiah orang-orang yang masih hidup untuk orang-orang yang sudah mati yang terdiri dari pahala sedekah, bacaan ayat-ayat suci Al Quran dan doa. Hadiah-hadiah itu selalunya datang setiap malam Jumaat atau pada hari Jumaat. Si pemuda kemudian menerangkan tentang dirinya dengan panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya dia ada seorang ibu yang masih hidup di alam dunia bahkan telah kawin dengan suami baru.Akibatnya dia lupa untuk bersedekah untuk anaknya yang sudah meninggal dunia sehingga tidak ada lagi orang yang mengingati si pemuda.Maka sedihlah si pemuda setiap malam dan hari jumaat apabila melihat orang-orang lain menerima hadiah sedangkan dia seorang tidak menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Mazy sangat kasihan mendengarkan cerita si pemuda. lalu ia bertanya nama dan alamat ibunya ia dapat menyampaikan keadaan anaknya.Si pemuda menerangkan sifat2 ibunya.Kemudian Al Maizy terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sebelah paginya Al Maizy terus pergi mencari alamat ibu pemuda tersebut.Setelah mencari kesana kemari beliaupun berjumpa ibu si pemuda tersebut lantas menceritakan perihal mimpinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya menangis mendengar keterangan Al maizy mengenai nasib anaknya yang merana di alam barzah.Kemudian ia berkata :"wahai salih ! Memang betul dia adalah anakku. Dialah belahan hatiku, dia keluar dari dalam perutku. Dia membesar dengan minum susu dari dadaku dan ribaanku inilah tempat dia berbaring dan tidur ketika kecilnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Maizy turut sedih melihat keadaan ibu yang meratap dan menangis penuh penyesalan karena tidak ingat untuk mendoakan anaknya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu saya mohon minta diri dahulu." kata Al maizy lalu bangun meninggalkan wanita tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala dia cuba untuk melangkah si ibu menahannya agar jangan pulang dahulu.Dia masuk kedalam biliknya lalu keluar dengan membawa uang sebanyak seribu dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Salih, ambil uang ini dan sedekahkanlah untuk anakku, cahaya mataku. Insya Allah aku tidak akan melupakannya untuk berdoa dan bersedekah untuknya selama aku masih hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salih Al Maizy mengambil uang itu disedekahkannya kepada fakir miskin sehingga tidak sesenpun dari seribu dirham itu yang tinggal.Dilakukannya semua itu sebagai memenuhi amanah yang diberi kepadanya oleh ibu pemuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam Jumaat di belakang selepas itu, Al Maizy berangkat ke masjid jamik untuk solat jamaah.Dalam perjalanan sebagaimana biasa ia singgah di perkuburan. Di situlah ia terlena sekejap dan bermimpi melihat ahli-ahli kubur keluar dari kubur masing2. Si pemuda yang dulunya kelihatan sedih seorang diri kini keluar bersama-sama dengan memakai pakaian putih yang cantik serta mukanya kelihatan sangat gembira.Pemuda tersebut mendekati Salih Al Maizy seraya berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai tuan Salih, aku ucapkan terima kasih kepadamu. Semoga Allah membalas kebaikanmu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadiah dari ibuku telah ku terima pada hari jumaat." katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh, Engkau boleh mengetahui hari Jumaat ?" tanya Al Maizy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, Tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa tandanya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika burung-burung di udara berkicau dan berkata "Selamat,selamat pada hari yang baik ini, ya’ni hari Jumaat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salih Al Maizy terjaga dari tidurnya.Ia cuba mengingati mimpinya dan merasa gembira karena sipemuda telah mendapat rahmat dari Allah disebabkan sedekah dan doa dari ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Petikan kisah Wali-Wali Allah (2) terbitan syarikat Nurulhas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7312991175914630644?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7312991175914630644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7312991175914630644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7312991175914630644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7312991175914630644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/hadiah-dari-ibu-tercinta.html' title='Hadiah Dari Ibu Tercinta'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-1072424978296122128</id><published>2009-01-01T19:35:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T03:12:14.162-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>24 Selingan dalam Hidup</title><content type='html'>1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat&lt;br /&gt;merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya&lt;br /&gt;dari alam mimpi dan memeluknya dalam&lt;br /&gt;alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,&lt;br /&gt;pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah&lt;br /&gt;seperti yang kamu inginkan, karena&lt;br /&gt;kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk&lt;br /&gt;membuatmu kuat, kesedihan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk&lt;br /&gt;membeli hadiah-hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat&lt;br /&gt;merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya&lt;br /&gt;dari alam mimpi dan memeluknya dalam&lt;br /&gt;alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,&lt;br /&gt;pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah&lt;br /&gt;seperti yang kamu inginkan, karena&lt;br /&gt;kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk&lt;br /&gt;membuatmu kuat, kesedihan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk&lt;br /&gt;membeli hadiah-hadiah.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat&lt;br /&gt;merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya&lt;br /&gt;dari alam mimpi dan memeluknya dalam&lt;br /&gt;alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan,&lt;br /&gt;pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah&lt;br /&gt;seperti yang kamu inginkan, karena&lt;br /&gt;kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan&lt;br /&gt;untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu baik hati, cobaan yang cukup untuk&lt;br /&gt;membuatmu kuat, kesedihan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu manusiawi, pengharapan yang cukup&lt;br /&gt;untuk membuatmu bahagia dan uang yang cukup untuk&lt;br /&gt;membeli hadiah-hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang&lt;br /&gt;lain dibukakan. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu&lt;br /&gt;lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat&lt;br /&gt;pintu lain yang dibukakan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk&lt;br /&gt;berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan&lt;br /&gt;sepatah katapun, dan kemudian&lt;br /&gt;kamu meninggalkannya dengan perasaan telah&lt;br /&gt;bercakap-cakap lama dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang telah&lt;br /&gt;kita miliki sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh&lt;br /&gt;benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah&lt;br /&gt;kita miliki sampai kita&lt;br /&gt;mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.&lt;br /&gt;Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal&lt;br /&gt;itu menyakitkan hati orang itu pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kata-kata yang diucapkan sembarangan dapat menyulut&lt;br /&gt;perselisihan. Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan&lt;br /&gt;suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada&lt;br /&gt;tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang&lt;br /&gt;penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita&lt;br /&gt;cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya&lt;br /&gt;menjadi gambaran yang kita inginkan. Jika tidak, kita&lt;br /&gt;hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita&lt;br /&gt;temukan di dalam dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu&lt;br /&gt;memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha&lt;br /&gt;menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir&lt;br /&gt;dalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan&lt;br /&gt;beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang&lt;br /&gt;yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima&lt;br /&gt;kasih atas karunia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Hanya diperlukan waktu semenit untuk menaksir&lt;br /&gt;seseorang, sejam untuk menyukai seseorang dan sehari&lt;br /&gt;untuk mencintai seseorang tetapi diperlukan waktu&lt;br /&gt;seumur hidup untuk melupakan seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis,&lt;br /&gt;mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan&lt;br /&gt;mereka yang mencoba. Karena hanya mereka itulah yang&lt;br /&gt;menghargai pentingnya orang-orang yang&lt;br /&gt;pernah hadir dalam hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Cinta adalah jika kamu kehilangan rasa, gairah,&lt;br /&gt;romantika dan masih tetap peduli padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika&lt;br /&gt;kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dan&lt;br /&gt;mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya&lt;br /&gt;dan kamu harus melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Cinta dimulai dengan sebuah senyuman, bertumbuh&lt;br /&gt;dengan sebuah ciuman dan berakhir dengan tetesan air&lt;br /&gt;mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Cinta datang kepada mereka yang masih berharap&lt;br /&gt;sekalipun pernah dikecewakan, kepada mereka yang masih&lt;br /&gt;percaya sekalipun pernah dikhianati, kepada mereka&lt;br /&gt;yang masih mencintai sekalipun pernah&lt;br /&gt;disakiti hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak&lt;br /&gt;mencintaimu, tetapi yang lebih menyakitkan adalah&lt;br /&gt;mencintai seseorang dan tidak pernah memiliki&lt;br /&gt;keberanian untuk mengutarakan cintamu&lt;br /&gt;kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada&lt;br /&gt;masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus&lt;br /&gt;dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan&lt;br /&gt;sakit hati di masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Jangan pernah mengucapkan selamat tinggal jika&lt;br /&gt;kamu masih mau mencoba, jangan pernah menyerah jika&lt;br /&gt;kamu masih merasa sanggup, jangan pernah mengatakan&lt;br /&gt;kamu tidak mencintainya lagi jika&lt;br /&gt;kamu masih tidak dapat melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Memberikan seluruh cintamu kepada seseorang&lt;br /&gt;bukanlah jaminan dia akan membalas cintamu ! Jangan&lt;br /&gt;mengharapkan balasan cinta, tunggulah&lt;br /&gt;sampai cinta berkembang di hatinya, tetapi jika tidak,&lt;br /&gt;berbahagialah karena cinta tumbuh dihatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Ada hal-hal yang sangat ingin kamu dengar tetapi&lt;br /&gt;tidak akan pernah kamu dengar dari orang yang kamu&lt;br /&gt;harapkan untuk mengatakannya. Namun demikian janganlah&lt;br /&gt;menulikan telinga untuk mendengar dari&lt;br /&gt;orang yang mengatakannya dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di&lt;br /&gt;sekelilingmu tersenyum - jalanilah hidupmu sehingga&lt;br /&gt;pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan&lt;br /&gt;orang-orang di sekelilingmu menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-1072424978296122128?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/1072424978296122128/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=1072424978296122128' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/1072424978296122128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/1072424978296122128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/24-selingan-dalam-hidup.html' title='24 Selingan dalam Hidup'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7302213871426847626</id><published>2009-01-01T19:21:00.000-08:00</published><updated>2009-01-03T03:13:51.274-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikayah'/><title type='text'>Mandikan Aku Bunda</title><content type='html'>Suatu Pelajaran yg Sangat Berharga, dimana kasih sayang tak pernah bisa ditukar dengan harta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Saya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya. Sebut saja Rani namanya. Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya. Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, di negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara" dengan dirinya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi. Saya pernah bertanya , " Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?" Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok." n itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu Pelajaran yg Sangat Berharga, dimana kasih sayang tak pernah bisa ditukar dengan harta dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Saya ingin bertutur tentang seorang sahabat saya. Sebut saja Rani namanya. Semasa kuliah ia tergolong berotak cemerlang dan memiliki idealisme yang tinggi. Sejak awal, sikap dan konsep dirinya sudah jelas : meraih yang terbaik, baik itu dalam bidang akademis maupun bidang profesi yang akan digelutinya. Ketika Universitas mengirim kami untuk mempelajari Hukum Internasional di Universiteit Utrecht, di negerinya bunga tulip, beruntung Rani terus melangkah. Sementara saya, lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran dan berpisah dengan seluk beluk hukum dan perundangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Beruntung pula, Rani mendapat pendamping yang "setara" dengan dirinya, sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi. Alifya, buah cinta mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Konon nama putera mereka itu diambil dari huruf pertama hijaiyah "alif" dan huruf terakhir "ya", jadilah nama yang enak didengar : Alifya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Tentunya filosofi yang mendasari pemilihan nama ini seindah namanya pula. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi. Saya pernah bertanya , " Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal ?" Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Everything is ok." n itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian.&lt;br /&gt;&gt; &gt; Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya. "Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif, ibunya Rani bertutur disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "DAPAT MEMAHAMI" orang tuanya. Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Kisah Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti Alif. Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby-sitternya. "ALIF INGIN BUNDA MANDIKAN." Ujarnya. Karuan saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, menjadi gusar. Tak urung suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby-sitternya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Persitiwa ini berulang sampai hampir sepekan, "BUNDA, MANDIKAN ALIF" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian. Sampai suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. "Bu dokter, Alif demam dan kejang-kejang. Sekarang di Emergency". Setengah terbang, saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah SWT sudah punya rencana lain. Alif, si Malaikat kecil keburu dipanggil pemiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginan dia adalah memandikan putranya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. " INI BUNDA LIF, BUNDA MANDIKAN ALIF " Ucapnya lirih, namun teramat pedih. Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Berkali-kali Rani, sahabatku yang tegar itu berkata, " INI SUDAH TAKDIR, IYA KAN ? Aku di sebelahnya ataupun di seberang lautan, kalau sudah saatnya, dia pergi juga kan ?". Saya diam saja mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; " INI KONSEKUENSI SEBUAH PILIHAN." lanjutnya lagi, tetap tegar dan kuat. Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma bunga kamboja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Tiba-tiba Rani tertunduk. "Aku ibunya ............................!" serunya kemudian, "BANGUNLAH LIF, BUNDA MAU MANDIKAN ALIF. BERI KESEMPATAN BUNDA SEKALI SAJA LIF". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah merah. Air mata kesedihan menyirami pusara Alif, putra satu-satunya. ( Nasi telah jadi bubur, yang berlalu tak pernah kembali lagi, penyesalan selalu datang terlambat )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt; &gt; Sebuah pelajaran yang SANGAT berharga, dimana kasih sayang tak akan pernah bisa ditukar dengan harta dunia; dimana kasih ibu sebagai takdir adalah untuk dilaksanakan, bukan untuk diingkari; dan dimana pun engkau berada, kelalaian bisa menjadi fatal error!!! waktu tak bisa kembali....dan nyawa hanya satu.... akan KAU bawa kemana??&lt;br /&gt;&gt; &gt; Wassalammu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&gt; &gt; Sister, Nur W. R.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7302213871426847626?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7302213871426847626/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7302213871426847626' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7302213871426847626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7302213871426847626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/mandikan-aku-bunda.html' title='Mandikan Aku Bunda'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8147978551233487014</id><published>2009-01-01T19:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:15:03.905-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tujuh Prinsip Mengatur Waktu Dalam Hidup Anda</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:Algerian; 	panose-1:4 2 7 5 4 10 2 6 7 2; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:.5in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} p.MsoBodyText2, li.MsoBodyText2, div.MsoBodyText2 	{margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:30.0pt; 	font-family:Algerian; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	font-weight:bold;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1288195763; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-351007130 67698697 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:Wingdings;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;1. Amatilah sukses anda dengan pandangan jangka panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Sukses adalah proses dan bukan status. Sukses adalah proses seumur hidup untuk mencapai apa yang mampu dan seharusnya kita capai. Sukses yang sesungguhnya tidak berhubungan dengan uang, walaupun tidak ada salahnya menjadi orang sukses yang kaya. &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sejumlah orang kaya yang sukses, dan ada pula yang tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kita tidak bisa membeli sukses atau kebahagiaan, kita tidak dapat mengenakannya, mengendarainya, hidup di dalamnya atau pergi menjumpainya. Sukses dan kebahagiaan berakar di dalam diri kita, hidup dan bekerja di musim-musim, bukan berada pada penampilan luar, pada hal-hal yang kita beli dan kita dapatkan, pada posisi dan penghargaan yang kita capai dan kita terima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Apakah gunanya kemashuran dan kekayaan kalau kita kehilangan hal-hal yang betul-betul bermakna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam kehidupan kita, seperti cinta kesehatan, rasa hormat, sahabat dan keluarga. Sukses adalah koleksi dari kenangan anda, pemanfaatan dan kegembiraan pada saat saat anda sekarang, dan penghargaan anda terhadap musim-musim anda yang akan datang. Untuk mengatakan “saya sukses”, adalah memberi nilai abadi kepada kata tersebut, seakan akan tidak ada yang akan berubah atau semuanya akan sama seperti sekarang, tapi segalanya sudah pasti berubah, tetapi segalanya sudah bersifat sementara dan menghilang, &lt;i&gt;tetapi hidup sukses selalu mungkin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Setiap sukses yang lestari harus tumbuh dari dalam dan keluar. Perasaan sukses di dalam diri kita jauh lebih sulit didapatkan daripada sukses materi. Hal ini berarti kita harus mempertanyakan apa saja yang benar-benar kita inginkan dari kehidupan kita. Hal ini berarti harus mempunyai kejujuran kepada diri sendiri dan mempunyai kesadaran bahwa sukses bukanlah keabadian. Hal ini harus selalu diperbaharui melalui perjalanan musim-musim.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sukses adalah melihat ke dalam cermin, setiap kali, dan melihat seseorang berrnilai yang anda hormati sebagai contoh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;2. Amatilah kegagalan anda dengan pandangan jangka pendek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kegagalan merupakan keterlambatan dan bukan kekalahan. Kegagalan adalah penyimpangan perjalanan yang bersifat sementara, bukan jalan buntu. Anggaplah kegagalan sebagai fenomena jangka pendek.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Pilihlah untuk menggunakan kegagalan sebagai pupuk terhadap sukses anda. &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; petani menggunakan kotoran, tanaman yang membusuk, kompos-kompos sampah, dan hal-hal yang seperti itu untuk menyuburkan tanaman mereka. Dengan cara yang hampir sama pula, kegagalan dan kekecewaan anda bisa anda gunakan untuk memperkaya tanah dari pikiran anda dalam menanam bibit kesuksesan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang yang mengatakan bahwa kegagalan itu harus dihindarkan dengan segala cara. Tetapi kalau anda memikirkan hal ini dengan matang, harganya terlalu tinggi. Satu-satunya cara untuk menghilangkan segala kemungkinan timbulnya kegagalan, adalah dengan tidak melakukan apapun. Walaupun anda menghindari kegagalan dan kekalahan dengan tidak berbuat apa-apa, anda sekaligus menghindari sukses maupun penyempurnaan diri anda.. Cara anda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengubah kegagalan menjadi pupuk adalah dengan menggunakan kesalahan anda sebagai cara untuk belajar, dan kemudian membuang kesalahan tersebut jauh-jauh dari pikiran anda. Gunakanlah kegagalan dan kekecewaan hanya sebagai umpan balik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam melakukan koreksi agar anda kembali ke tujuan anda. Pernah dikatakan bahwa kegagalan harus menjadi guru kita, dan bukan pengubur kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent"&gt;Hanya satu bisa datang dari kegagalan yaitu kesalahan menyatakan bahwa kegagalan itu adalah diri anda, dan bukan sebagai suatu peristiwa. &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; psikolog masa kini sepakat bahwa kemunduran dan kegagalan sebetulnya tidak berarti banyak. Makna dari setiap kegagalan juga dari setiap sukses adalah bagaimana kita menerimanya dan apa yang kita lakukan mengenai hal itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;3. Impian dan tujuan harus diletakan dalam konteks waktu agar bisa diwujudkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Impian adalah visi anda yang kreatif mengenai kehidupan anda di masa akan depan. Impian adalah yang anda inginkan terhadap kehidupan anda di masa depan. Tujuan secara khusus adalah sesuatu yang anda rencanakan agar terjadi. Impian dan tujuan anda sebaiknya berada agak diluar jangkauan anda saat ini, tetapi tidak berada di luar jarak pandang anda saat ini.. Dua tragedi besar dalam kehidupan adalah : tidak pernah mempunyai impian besar maupun tujuan besar; dan telah mencapai segala sesuatu yang pernah anda rencanakan; sehingga hari esok anda tidak mempunyai penghargaan akan adanya tantangan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Banyak orang menjadi penonton,menyerah untuk hanya mengalami sukses diwakili oleh keberhasilan orang lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka bisa melihat sukses pada diri orang lain, tetapi tidak berada dalam diri mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Impian dan tujuan pertanda ada peristiwa baru dalam diri anda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; tiga sifat yang dimiliki oleh orang sukses:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Orang sukses percaya kepada impian mereka, walaupum pada waktu itu hanya impian itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja yang mereka miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Orang sukses mengubah impian –impian mereka menjadi tujuan yang terarah dan rencana kegiatan. Mereka mempunyai tujuan. Mereka mengetahui arah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke mana mereka akan pergi. Lebih dari itu, mereka memproyeksikan impian dan tujuan tersebut terhadap waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings;"&gt;&lt;span style=""&gt;v&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;Orang sukses mengolah rencana mereka. Mereka melakukan upaya melakukan adpatasi dan berusaha bertahan dengan gigih hingga tujuan mereka tercapai. Mereka mengembangkan keahlian yang diperlukan untuk menanam , untuk menanam kembali, dan untuk memlihara sehingga mereka mendapatkan panen yang mereka inginkan, mereka menyediakan waktu yang diperlukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Impian anda dan tujuan anda sangat penting untuk mencapai sukses anda, tetapi hal-hal tersebut tidak akan pernah membawa anda pada sukses anda, kecuali anda menempatkannya di dalam waktu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;4. Tujuan anda di dalam kehidupan ini akan menentukan bagaimana anda membagi dan menyusun prioritas waktu anda.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tujuan adalah mesin yang memberi kekuatan kepada kehidupan kita. Tanpa tujuan, kita bisa mendapatkan pekerjaan tetapi tidak mungkin membangun karir. Tanpa tujuan, pekerjaan menjadi gangguan yang sayang sekali perlu dilakukan diantara akhir-akhir pekan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Keberhasilan suatu upaya tidak tergantung pada hasil dan upaya tersebut, tetapi pada dasar untuk melakukan upaya tersebut, dasar itulah perbedaanya. Perusahaan yang paling besar, orang yang paling sukses dalam berbagai jenis kehidupan, berhasil mencapai keunggulan karena keinginan untuk mengekspresikan sesuatu di dalam diri mereka yang perlu diekspresikan, adanya keinginan untuk memcahkan masalah dengan menggunakan keahlian dan kreativitas mereka sebaik mungkin. Ini bukan untuk mengatakan bahwa banyak diantara individu tersebut tidak mendapatkan materi yang besar dan kemashuran untuk tujuan yang berhasil mereka capai. Banyak yang mendapatkannya. Tetapi kunci terhadap sukses mereka terdapat di dalam faktor bahwa mereka lebih dimotivasi untuk memberikan kemampuan terbaik dalam suatu proyek atau pada suatu pelayanan untuk memenuhi suatu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;kebutuihan, daripada hanya meikirkan keuntungan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seluruh nilai dan makna diri anda sebetulnya telah terdapat di diri anda berdasarkan penciptaan anda. Anda menciptakannya ketika Allah memberi kepada anda kehidupan. Nilai nilai tersebut segala sesuatu yang terdapat dalam diri anda merupakan semua nilai yang kelak anda aperlukan. Jadi masalahnya bukanlah untuk menemukan nilai-nilai, mendapatkan nilai nilai atau membuktikan nilai nilai. Masalahnya adalah bagaiman caranya hidup sesuai dengan nilai nilai yang telah diberikan ke dalam diri kita sejak awal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang ynag benar benar sukses berusaha untuk bisa memberi, bukan untuk menerima. &lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pegawai yang mencintai misi pekerjaan mereka, akan lebih sering mengalamai kenaikan jabatan dan gaji, dibanding orang yang mengutamakan kenaikan gaji dan promosi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; pemenang yang sesunguhnya tidak pernah mencari tujuan yang akan memberi mereka paling banyak dengan berusaha paling sedikit. Mereka menginginkan tantangan-tantangan yang membutuhkan upaya paling besar dalam mengatasinya. Mereka tidak mencari bagaimana menjadi cepat kaya, lotere, atau penipuan model piramida. Mereka mencari sesuatu yang sulit suatu masalah yang harus dipecahkan, yang keberhasilannya akan memberi rasa mereka kepuasan pribadi yang sangat besar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText"&gt;5. Rasa tanggungjawab anda dan integritas anda membuat anda tetap perhatian terhadap waktu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Mengapa perusahaan perusahaan di &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; menderita disebabkan persaingan asing? Mengapa perusahaan perusahaan tersebut mengurangi ukurannya? Mengapa standar masa depan standar kehidupannya harus lebih rendah dibanding standar kehidupan orangtua mereka? Siapa yang bersalah ?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Masalah yang sesungguhnya adalah bahwa setiap orang menunjuk pada orang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kita menuai yang telah kita tabur. Bumerang dari Allah adalah bahwa kita menciptakan situasi kita sendiri dengan pilihan yang kita lakukan serta kegiatan kita sendiri. Siapa diri anda sebenarnya, pada akhirnya akan kembali pada diri anda sendiri dan mempengaruhi diri anda. Untuk itulah bumerang itu direncanakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Orang yang mempunyai integritas tidak menuduh orang lain untuk kegagalan sendiri atau berharap orang lain memberikan sukses itu kepadanya. Ia memikul tujuannya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;6.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kegigihan akan membekali anda ketika waktu berlalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kegigihan adalah untuk melakukan hal hal yang sulit terlebih dahulu dan kemudian melihat ke belakang agar mendapat kepuasan. Kegigihan berarti bertekad untuk lebih banyak lagi ilmu pengetahuan dan mencapai kemajuan yang lebih pesat. Kegigihan berarti lebih banyak melakukan telepon, lebih banyak mengadakan perjalanan, mendapatkan lebih banyak relasi, untuk menantang lebih banyak asumsi yang ditanamkan oleh waktu anda. Untuk bangun lebih dini, dan untuk selalu berjaga-jaga terhadap kemungkinan adanya suatu jalan yang lebih baik untuk melakukan hal yang sedang anda lakukan. Kegigihan adalah untuk bertahan kalau situasi sedang mengatakan anda kalah. Gigih berati menggunakan jalan yang masih paling jarang dilewati oleh para pendahulu dan rekan rekan anda. Gigih berati tidak mengeluh tapi bertahan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kesabaran adalah sisi yang paling halus dari kegigihan. Kesabaran mewanti wanti kita agar kita memfokuskan usaha kita pada hal hal yang dapat kita ubah dan menerima hal hal yang tidak dapat kita ubah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kalau situasi dari luar menghujani perayaaan kita, maka kesabaran menjadi payung kita. Dari pada menyalahkan sesuatu yang tidak mampu kita kuasai, kesabaran memberikan waktu untuk melakukan renungan, sehingga kita bisa mengeringkan diri dan mencari jalan baru.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bertahanlah di &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ! Anda perlu tahu, bahwa kalau tujuan berada jauh dari diri anda dan sulit dicapai, maka kesabaran menjadi sahabat kita. Waktu akan mengubah segalanya, tetapi dengan kesabaran, kita dapat menahan keinginan kita dengan cukup teguh. Kalau kita mampu bertahan cukup lama, kita tahu bahwa waktu akhirnya akan menciptakan kondisi ketika kita bisa berhasil.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagaimanakah kesabaran berkaitan dengan keinginan mendalam untuk menemukan taqdir yang layak bagi kita? Kesabaran harus ada! Tidak ada orang yang bisa mencapai kesempurnaan hidupnya pada usia muda atau mencapainya dengan mengacu pada jadwal waktu. Tidak ada orang yang bisa mencapai suatu tujuan hidup yang layak untuk mencapai tujuan hidup yang penuh, tanpa hidup dalam kehidupan yang penuh itu dengan memiliki suara hati, dengan penuh semangat, dan dengan hidup secara organis sesuai dengan aturan alami, kehidupan yang sesuai dengan keteraturan penciptaan. Kalau kita menanam bunga atau pohon kita memerlukan kesabaran untuk membiarkannya tumbuh, dan hal yang sama pula berlaku terhadap diri kita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selama kita gigih dalam pengejaran terhadap taqdir kita yang terdalam, kita akan terus tumbuh. Kita tidak dapat memilih hari atau waktu ketika kita akan berbunga sepenuhnya. Semuanya akan terjadi pada waktunya sendiri. Rahasia sukses adalah untuk hidup dengan penuh, jujur serta gigih di dalam setiap musim yang datang..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;7. Sukses itu BERURUTAN dalam waktu.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hampir segala sesuatu di dalam kehidupan ini dapat dibagi ke dalam tahap tahap. Kita biasanya juga melakukan hal ini dengan kehidupan kita. Walaupun sebenarnya kita&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hidup dari hari ke hari dalam rangkaian yang tak terputus, kita berbicara mengenai bayi, masa kanak kanak, tahun tahun remaja, masa kuliah, masa keremajaan, masa setengah baya, dan tahun tahun keemasan, seakan-akan masa itu merupakan tahap atau fase-fase yang terpisah, yang semuanya harus kita lewati. Hal ini bukan sepenuhnya hanya merupakan masalah untuk berada di tempat yang benar pada waktu yang benar, tetapi merupakan masalah menyediakan waktu dalam rangka menentukan kapan dan dimana yang akan menjadi waktu dan tempat yang tepat itu.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8147978551233487014?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8147978551233487014/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8147978551233487014' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8147978551233487014'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8147978551233487014'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/tujuh-prinsip-mengatur-waktu-dalam.html' title='Tujuh Prinsip Mengatur Waktu Dalam Hidup Anda'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8519073564809523500</id><published>2009-01-01T19:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:15:45.129-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title><content type='html'>&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Kedua. &lt;/b&gt;Al azwaju shalihah, yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya" . Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Keempat&lt;/b&gt;, albiatu sholihah, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Kelima&lt;/b&gt;, al malul halal, atau harta yang halal.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Keenam&lt;/b&gt;, Tafakuh fi dien, atau semangat untuk memahami agama.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Semangat memahami agama akan meng "hidup" &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;Ketujuh&lt;/b&gt;, yaitu umur yang baroqah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;---------&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang, &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8519073564809523500?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8519073564809523500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8519073564809523500' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8519073564809523500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8519073564809523500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia.html' title='Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3196900314573298756</id><published>2009-01-01T19:08:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:12:34.230-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tips'/><title type='text'>Tips Memperkuat Daya Ingat</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1920629743; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1994863294 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Latihlah      mental misalnya dengan menggunakan teknik puzzle dan teka-teki.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Latihan      fisik (Olahraga) tiga kali seminggu. Jogging atau lari-lari kecil      merupakan olahraga efektif untuk otak.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Diet      rendah kalori. Gunakanlah karbohidrat yang terdapat dalam sereal, gandum,      sayuran, dan buah-buahan.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Utamakan      ikan, daging unggas tanpa kulit, dan daging tidak berlemak. Batasi kuning      telur, daging berlemak, dan makanan yang digoreng.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Biasakanlah      rileks dan hindari stress.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Minumlah      teh atau kopi paling tidak secangkir sehari.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Gunakanlah      multivitamin sesuai petunjuk dokter, dan pakailah suplemen yang memacu      kinerja otak.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Dengarkan      musik berirama barok atau klasik.&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Jalankanlah      ibadah secara khusyuk.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3196900314573298756?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3196900314573298756/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3196900314573298756' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3196900314573298756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3196900314573298756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/tips-memperkuat-daya-ingat.html' title='Tips Memperkuat Daya Ingat'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3325364810297671997</id><published>2009-01-01T19:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:06:15.302-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Sistem Masyarakat Islam dalam</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;oleh Dr. Yusuf Qardhawi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;font color="#3333ff"&gt;TUGAS MASYARAKAT ISLAM TERHADAP AKHLAQ&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Sesungguhnya tugas masyarakat Islam terhadap akhlaq adalah sebagaimana tugasnya terhadap aqidah, pemikiran dan ibadah.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Tugas (peran) mereka terhadap akhlaq ada tiga hal, yakni Taujih (mengarahkan), Tatshit (memperkuat), dan Himaayah (memelihara).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Taujih atau pengarahan itu bisa dilakukan dengan penyebaran pamflet, propaganda di berbagai mass media, pembekalan, dakwah dan irsyad (menunjuki jalan yang lurus). &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Adapun Tatshit (memperkuat) itu dilakukan dengan pendidikan yang sangat panjang waktunya, dan dengan tarbiyah yang mengakar dan mendalam dalam level rumah tangga, sekolah dan universitas.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Sedangkan Himaayah itu bisa dilakukan dengan dua hal berikut:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Dengan pengendalian opini umum secara aktif, dengan selalu beramar ma'ruf dan nahi munkar serta membenci kerusakan dan menolak penyimpangan.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Dengan hukum atau undang-undang yang melarang kerusakan sebelum terjadinya dan pemberian sanksi setelah terjadinya. Hal itu untuk menakut-nakuti (tarhib) orang yang hendak menyeleweng dan mendidik orang yang merusak serta membersihkan iklim berjamaah dari polusi moral.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Dengan tiga hal ini, yaitu taujih, tatsbit dan himaayah maka akhlaq Islam akan tumbuh, berkembang dan berjalan dalam kehidupan sosial seperti berjalannya air yang m engandung zat makanan dalam batang pohon sampai ke daun-daunnya.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Maka bukanlah masyarakat Islam itu masyarakar yang di dalamnya akhlaq orang-orang yang beriman bersembunyi, sementara akhlaq orang-orang yang rusak muncul di permukaan. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukan pula masyarakat Islam itu masyarakat yang di dalamnya perilaku kekerasan orang-orang kuat mendominasi yang lemah dan yang lemah semata-mata tunduk kepada yang kuat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukan disebut masyarakat Islam itu masyarakat yang menyembunyikan taqwallah dan muraqabah kepada-Nya serta takut terhadap hisabNya. Sehingga kita melihat manusia berbuat sesuatu seakan mereka menjadi tuhan-tuhan terhadap dirinya sendiri dan mereka terus berlaku demikian seakan di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak ada hisab yang menunggu. Mereka terus dalam keadaan lalai, berpaling dan merasa cukup dengan apa yang sudah diperoleh di dunia.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang diliputi oleh sikap tawaakul (bermalas-malasan) dan menyerah kepada keadaan, bersikap lemah dan berfikir negatif dalam menghadapi persoalan-persoalan hidup serta melemparkan kesalahan kepada ketentuan takdir.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang merendahkan orang-orang shalih dan memuliakan orang-orang fasik, mendahulukan orang-orang yang berbuat dosa dan mengakhirkan orang-orang yang bertaqwa.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang menzhalimi orang yang berlaku benar, sementara ia justru mendukung para ahli kebathilan. Mereka mengatakan kepada orang yang dipukul, "Diamlah kamu, jangan berteriak!," dan bukannya mengatakan kepada orang yang memukul, ."Tahanlah tanganmu!" &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang segala macam kewajIban dirusak, seriap keinginan nafsu mereka turuti dan segala sesuatu diselesaikan dengan risywah (suap-menyuap).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang orang tuanya tidak dimuliakan dan orang mudanya tidak dikasihi, serta orang yang punya keutamaan tidak dihargai.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang akhlaqnya menjadi luntur dan meleleh, yang laki-laki menyerupai wanita dan kaum wanitanya menyerupai laki-laki.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang tersebar di dalamnya fakhisyah (perbuatan keji), kaum laki-lakinya tidak memiliki kecemburuan dan kaum wanitanya kehilangan rasa malu.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang orentasinya dalam beramal adalah riya' dan munafik atau untuk mencari pujian dan popularitas. Di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;sana&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; hampir-hampir tidak ada lagi pejuang dari kalangan orang-orang yang ikhlas dan baik, yang bertaqwa dan yang tidak menonjolkan diri. Yaitu apabila mereka hadir, mereka tak dikenal dan apabila mereka pergi, orang tidak mencari (karena merasa kehilangan).&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang diwarnai oleh akhlaq orang-orang munafik, apabila berbicara ia dusta, apabila berianji tidak menepati, apabila dipercaya berkhianat dan apabila bertengkar ia berbuat curang.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang bapak-bapak dan anak-anak mereka ditelantarkan. Sehingga anak menjadi durhaka terhadap orang tua, hubungan sesama saudara menjadi kering (tidak bersahabat), saling memutuskan silaturrahim, para tetangga saling bertengkar, ghibah membudaya, mengadu domba dan merusak hubungan baik merajalela, sikap egois menjadi identitas anggota masyarakat.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Bukanlah masyarakat Islam itu masyarakat yang tidak diatur oleh keutamaan dan nilai-nilai moralitas yang luhur. Akan tetapi, masyarakat Islam adalah masyarakat yang senantiasa berusaha untuk komit dan terikat dengan ketentuan tersebut, meskipun hal itu sulit dan penuh pengorbanan. Tidak heran, karena misi diutusnya Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlaq manusia."abi SAW bersabda:&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;"Sesungguhnya aku diutus tiada lain kecuali untuk menyempurnakan, akhlaq." (HR. Bukhari, Hakim dan Baihaqi)&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;font color="#330099"&gt;Maka tidak bisa dipisahkan dalam masyarakat ini antara ilmu dan akhlaq, antara seni dengan akhlaq, antara ekonomi dengan akhlaq, antara politik dengan akhlaq dan bahkan antara perang dengan akhlaq. Karena akhlaq merupakan unsur yang mewarnai segala persoalan hidup dan sikap hidup seseorang, mulai dari yang kecil sampai urusan yang besar, baik yang berdimensi individu maupun sosial. &lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3325364810297671997?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3325364810297671997/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3325364810297671997' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3325364810297671997'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3325364810297671997'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/sistem-masyarakat-islam-dalam.html' title='Sistem Masyarakat Islam dalam'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-7904700378114418093</id><published>2009-01-01T18:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T19:00:42.273-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamuna'/><title type='text'>Urutan Lengkap Khalifah dalam Lintasan Sejarah</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object  classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id=ieooui&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Rasulullah SAW telah memerintahkan kepada kaum muslimin agar mereka mengangkat seorang khalifah setelah beliau SAW wafat, yang dibai'at dengan bai'at syar'iy untuk memerintahkan kaum muslimin berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW. Menegakkan syari'at Allah, dan berjihad bersama kaum muslimin melawan musuh-musuh Allah. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya tidak ada Nabi setelah aku, dan akan ada para khalifah, dan banyak (jumlahnya)." para sahabat bertanya, "Apa yang engkau perintahkan kepada kami? Nabi SAW menjawab, "penuhilah bai'at yang pertama, dan yang pertama. Dan Allah akan bertanya kepada mereka apa-apa yang mereka pimpin." (HR. MUSLIM) Rasulullah SAW berwasiat kepada kaum muslimin, agar jangan sampai ada masa tanpa adanya khalifah (yang memimpin kaum muslimin). Jika hal ini terjadi, dengan tiadanya seorang khalifah, maka wajib bagi kaum muslimin berupaya mengangkat khalifah yang baru, meskipun hal itu berakibat pada kematian. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sabda Rasulullah SAW : "Barang siapa mati dan dipundaknya tidak membai'at Seorang imam (khalifah), maka matinya (seperti) mati (dalam keadaan) jahiliyyah." &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Rasulullah SAW juga bersabda : "Jika kalian menyaksikan seorang khalifah, hendaklah kalian taat, walaupun (ia) memukul punggungmu. Sesungguhnya jika tidak ada khalifah, maka akan terjadi Kekacauan." (HR. THABARANI) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan (kepada kita) untuk taat kepada khalifah. Allah berfirman : "Hai orang-orang yang berfirman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu." (AN NISA :59) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kaum muslimin telah menjaga wasiat Rasulullah SAW tersebut sepanjang 13 abad. Selama interval waktu itu, kaum muslimin tidak pernah menyaksikan suatu kehidupan tanpa ada (dipimpin) seorang khalifah yang mengatur urusan-urusan mereka. Ketika seorang khalifah meninggal atau diganti, ahlul halli wal 'aqdi segera mencari, memilih, dan menentukan pengganti khalifah terdahulu. Hal ini terus berlangsung pada masa-masa islam (saat itu). Setiap masa, kaum muslimin senantiasa menyaksikan bai'at kepada khalifah atas dasar taat. Ini dimulai sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga periode para Khalifah dari Dinasti 'Utsmaniyyah. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Kaum muslimin mengetahui bahwa khalifah pertama dalam sejarah Islam adalah Abu Bakar ra, akan tetapi mayoritas kaum muslimin saat ini, tidak mengetaui bahwa Sultan 'Abdul Majid II adalah khalifah terakhir yang dimiliki oleh umat Islam, pada masa lenyapnya Daulah Khilafah Islamiyyah akibat ulah Musthafa Kamal yang menghancurkan sistem kilafah dan meruntuhnya Dinasti 'Utsmaniyyah. Fenomena initerjadi pada tanggal 27 Rajab 1342 H. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Dalam sejarah kaum muslimin hingga hari ini, pemerintah Islam di bawah institusi Khilafah Islamiah pernah dipimpin oleh 104 khalifah. Mereka (para khalifah) terdiri dari 5 orang khalifah dari khulafaur raasyidin, 14 khalifah dari dinasti Umayyah, 18 khalifah dari dinasti 'Abbasiyyah, diikuti dari Bani Buwaih 8 orang khalifah, dan dari Bani Saljuk 11 orang khalifah. Dari sini pusat pemerintahan dipindahkan ke kairo, yang dilanjutkan oleh 18 orang khalifah. Setelah itu khalifah berpindah kepada Bani 'Utsman. Dari Bani ini terdapat 30 orang khalifah. Umat masih mengetahui nama-nama para khulafaur rasyidin dibandingkan dengan yang lain. Walaupun mereka juga tidak lupa dengan Khalifah 'Umar bin 'Abd al-'Aziz, Harun al-rasyid, Sultan 'Abdul Majid, serta khalifah-khalifah yang masyur dikenal dalam sejarah. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Adapun nama-nama para khalifah pada masa khulafaur Rasyidin sebagai berikut: &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1.Abu Bakar ash-Shiddiq ra (tahun 11-13 H/632-634 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2.'Umar bin khaththab ra (tahun 13-23 H/634-644 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3.'Utsman bin 'Affan ra (tahun 23-35 H/644-656 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4.Ali bin Abi Thalib ra (tahun 35-40 H/656-661 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;5.Al-Hasan bin Ali ra (tahun 40 H/661 M) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut: &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1.Mu'awiyah bin Abi Sufyan (tahun 40-64 H/661-680 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2.Yazid bin Mu'awiyah (tahun 61-64 H/680-683 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3.Mu'awiyah bin Yazid (tahun 64-68 H/683-684 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4.Marwan bin Hakam (tahun 65-66 H/684-685 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;5.'Abdul Malik bin Marwan (tahun 66-68 H/685-705 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;6.Walid bin 'Abdul Malik (tahun 86-97 H/705-715 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;7.Sulaiman bin 'Abdul Malik (tahun 97-99 H/715-717 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;8.'Umar bin 'Abdul 'Aziz (tahun 99-102 H/717-720 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;9.Yazid bin 'Abdul Malik (tahun 102-106 H/720-724 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;10.Hisyam bin Abdul Malik (tahun 106-126 H/724-743 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;11.Walid bin Yazid (tahun 126 H/744 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;12.Yazid bin Walid (tahun 127 H/744 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;13.Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;14.Marwan bin Muhammad (tahun 127-133 H/744-750 M) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah mereka, khalifah berpindah ke tangan Bani Umayyah yang berlangsung lebih dari 89 tahun. Khalifah pertama adalah Mu'awiyyah. Sedangkan khalifah terakhir adalah Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam. Masa kekuasaan mereka sebagai berikut: &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;1. Dari Bani 'Abbas 1.Abul 'Abbas al-Safaah (tahun 133-137 H/750-754 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2.Abu Ja'far al-Mansyur (tahun 137-159 H/754-775 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3.Al-Mahdi (tahun 159-169 H/775-785 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4.Al-Hadi (tahun 169-170 H/785-786 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;5.Harun al-Rasyid (tahun 170-194 H/786-809 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;6.Al-Amiin (tahun 194-198 H/809-813 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;7.Al-Ma'mun (tahun 198-217 H/813-833 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;8.Al-Mu'tashim Billah (tahun 218-228 H/833-842 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;9.Al-Watsiq Billah (tahun 228-232 H/842-847 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;10.Al-Mutawakil '&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;Ala&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; al-Allah (tahun 232-247 H/847-861 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;11.Al-Muntashir Billah (tahun 247-248 H/861-862 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;12.Al-Musta'in Billah (tahun 248-252 H/862-866 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;13.Al-Mu'taz Billah (tahun 252-256 H/866-869 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;14.Al-Muhtadi Billah (tahun 256-257 H/869-870 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;15.Al-Mu'tamad '&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;Ala&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; al-Allah (tahun 257-279 H/870-892 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;16.Al-Mu'tadla Billah (tahun 279-290 H/892-902 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;17.Al-Muktafi Billah (tahun 290-296 H/902-908 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;18.Al-Muqtadir Billah (tahun 296-320 H/908-932 M)  &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;19. Dari Bani Buwaih 19.Al-Qahir Billah (tahun 320-323 H/932-934 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;20.Al-Radli Billah (tahun 323-329 H/934-940 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;21.Al-Muttaqi Lillah (tahun 329-333 H/940-944 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;22.Al-Musaktafi al-Allah (tahun 333-335 H/944-946 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;23.Al-Muthi' Lillah (tahun 335-364 H/946-974 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;24.Al-Thai'i Lillah (tahun 364-381 H/974-991 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;25.Al-Qadir Billah (tahun 381-423 H/991-1031 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;26.Al-Qa'im Bi Amrillah (tahun 423-468 H/1031-1075 M) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt; dari Bani Saljuk  &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;27. Al Mu'tadi Biamrillah (tahun 468-487 H/1075-1094 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;28. Al Mustadhhir Billah (tahun 487-512 H/1094-1118 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;29. Al Mustarsyid Billah (tahun 512-530 H/1118-1135 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;30. Al-Rasyid Billah (tahun 530-531 H/1135-1136 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;31. Al Muqtafi Liamrillah (tahun 531-555 H/1136-1160)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;32. Al Mustanjid Billah (tahun 555-566 H/1160-1170 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;33. Al Mustadhi'u Biamrillah (tahun 566-576 H/1170-1180 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;34. An Naashir Liddiinillah (tahun 576-622 H/1180-1225 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;35. Adh Dhahir Biamrillah (tahun 622-623 H/1225-1226 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;36. al Mustanshir Billah (tahun 623-640 H/1226-1242 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;37. Al Mu'tashim Billah ( tahun 640-656 H/1242-1258 M) &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Setelah itu kaum muslimin hidup selama 3,5 tahun tanpa seorang khalifah pun. Ini terjadi karena serangan orang-orang Tartar ke negeri-negeri Islam dan pusat kekhalifahan di &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Baghdad&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Namun demikian, kaum muslimin di Mesir, pada masa dinasti Mamaluk tidak tinggal diam, dan berusaha mengembalikan kembali kekhilafahan. kemudian mereka membai'at Al Muntashir dari Bani Abbas. Ia adalah putra Khalifah al-Abbas al-Dhahir Biamrillah dan saudara laki-laki khalifah Al Mustanshir Billah, paman dari khalifah Al Mu'tashim Billah. Pusat pemerintahan dipindahkan lagi ke Mesir. Khalifah yang diangkat dari mereka ada 18 orang yaitu : &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1. Al Mustanshir billah II (taun 660-661 H/1261-1262 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2. Al Haakim Biamrillah I ( tahun 661-701 H/1262-1302 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3. Al Mustakfi Billah I (tahun 701-732 H/1302-1334 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4. Al Watsiq Billah I (tahun 732-742 H/1334-1354 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;5. Al Haakim Biamrillah II (tahun 742-753 H/1343-1354 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;6. al Mu'tadlid Billah I (tahun 753-763 H/1354-1364 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;7. Al Mutawakkil 'Alallah I (tahun 763-785 H/1363-1386 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;8. Al Watsir Billah II (tahun 785-788 H/1386-1389 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;9. Al Mu'tashim (tahun 788-791 H/1389-1392 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;10. Al Mutawakkil 'Alallah II (tahun 791-808 H/1392-14-9 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;11. Al Musta'in Billah (tahun 808-815 H/ 1409-1426 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;12. Al Mu'tadlid Billah II (tahun 815-845 H/1416-1446 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;13. Al Mustakfi Billah II (tahun 845-854 H/1446-1455 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;14. Al Qa'im Biamrillah (tahun 754-859 H/1455-1460 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;15. Al Mustanjid Billah (tahun 859-884 H/1460-1485 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;16. Al Mutawakkil 'Alallah (tahun 884-893 H/1485-1494 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;17. al Mutamasik Billah (tahun 893-914 H/1494-1515 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;18. Al Mutawakkil 'Alallah OV (tahun 914-918 H/1515-1517 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Ketika daulah Islamiyah Bani Saljuk berakhir di anatolia, Kemudian muncul kekuasaan yang berasal dari Bani Utsman dengan pemimpinnya "Utsman bin Arthagherl sebagai khalifah pertama Bani Utsman, dan berakhir pada masa khalifah Bayazid II (918 H/1500 M) yang diganti oleh putranya Sultan Salim I. Kemuadian khalifah dinasti Abbasiyyah, yakni Al Mutawakkil "alallah diganti oleh Sultan Salim. Ia berhasil menyelamatkan kunci-kunci al-Haramain al-Syarifah. Dari dinasti Utsmaniyah ini telah berkuasa sebanyah 30 orang khalifah, yang berlangsung mulai dari abad keenam belas Masehi. nama-nama mereka adalah sebagai berikut: &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;1. Salim I (tahun 918-926 H/1517-1520 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;2. Sulaiman al-Qanuni (tahun 916-974 H/1520-1566 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;3. salim II (tahun 974-982 H/1566-1574 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;4. Murad III (tahun 982-1003 H/1574-1595 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;5. Muhammad III (tahun 1003-1012 H/1595-1603 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;6. Ahmad I (tahun 1012-1026 H/1603-1617 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;7. Musthafa I (tahun 1026-1027 H/1617-1618 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;8. 'Utsman II (tahun 1027-1031 H/1618-1622 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;9. Musthafa I (tahun 1031-1032 H/1622-1623 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;10. Murad IV (tahun 1032-1049 H/1623-1640 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;11. Ibrahim I (tahun 1049-1058 H/1640-1648 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;12. Mohammad IV (1058-1099 H/1648-1687 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;13. Sulaiman II (tahun 1099-1102 H/1687-1691M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;14. Ahmad II (tahun 1102-1106 H/1691-1695 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;15. Musthafa II (tahun 1106-1115 H/1695-1703 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;16. Ahmad II (tahun 1115-1143 H/1703-1730 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;17. Mahmud I (tahun 1143-1168/1730-1754 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;18. "Utsman IlI (tahun 1168-1171 H/1754-1757 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;19. Musthafa II (tahun 1171-1187H/1757-1774 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;20. 'Abdul Hamid (tahun 1187-1203 H/1774-1789 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;21. Salim III (tahun 1203-1222 H/1789-1807 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;22. Musthafa IV (tahun 1222-1223 H/1807-1808 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;23. Mahmud II (tahun 1223-1255 H/1808-1839 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;24. 'Abdul Majid I (tahun 1255-1277 H/1839-1861 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;25. "Abdul 'Aziz I (tahun 1277-1293 H/1861-1876 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;26. Murad V (tahun 1293-1293 H/1876-1876 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;27. 'Abdul Hamid II (tahun 1293-1328 H/1876-1909 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;28. Muhammad Risyad V (tahun 1328-1339 H/1909-1918 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;29. Muhammad Wahiddin II (tahun 1338-1340 H/1918-1922 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;30. 'Abdul Majid II (tahun 1340-1342 H/1922-1924 M)&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Sekali lagi terjadi dalam sejarah kaum muslimin, hilangnya kekhalifahan. Sayangnya, kaum muslimin saat ini tidak terpengaruh, bahkan tidak peduli dengan runtuhnya kekhilafahan. Padahal menjaga kekhilafahan tergolong kewajiban yang sangat penting. Dengan lenyapnya institusi kekhilafahan, mengakibatkan goncangnya dunia Islam, dan memicu instabilitas di seluruh negeri Islam. Namun sangat disayangkan, tidak ada (pengaruh) apapun dalam diri umat, kecuali sebagian kecil saja. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Jika kaum muslimin pada saat terjadinya serangan pasukan Tartar ke negeri mereka, mereka sempat hidup selama 3,5 tahun tanpa ada khalifah, maka umat Islam saat ini, telah hidup selama lebih dari 75 tahun tanpa keberadaan seorang khalifah. Seandainya negara-negara Barat tidak menjajah dunia Islam, dan seandainya tidak ada penguasa-penguasa muslim bayaran, seandainya tidak ada pengaruh tsaqofah, peradaban, dan berbagai persepsi kehidupan yang dipaksakan oleh Barat terhadap kaum muslimin, sungguh kembalinya kekhilafahan itu akan jauh lebih mudah. Akan tetapi kehendak Allah berlaku bagi ciptaanNya dan menetapkan umat ini hidup pada masa yang cukup lama. &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;Umat Islam saat ini hendaknya mulai rindu dengan kehidupan mulia di bawah naungan Daulah Khilafah Islamiyah. Dan Insya Allah Daulah Khilafah itu akan berdiri. Sebagaimana sabda Rasulullah "...kemudian akan tegak Khilafah Rasyidah yang sesuai dengan manhaj Nabi". Kami dalam hal ini tidak hanya yakin bahwa kekhilafahan akan tegak, lebih dari itu, &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; Roma (sebagai pusat agama Nashrani) dapat ditaklukkan oleh kaum muslimin setelah dikalahkannya Konstantinopel yang sekarang menjadi Istambul. Begitu pula daratan Eropa, Amerika, dan Rusia akan dikalahkan. Kemudian Daulah Khilafah Islamiyah akan menguasai seluruh dunia setelah berdirinya pusat Daulah Khilafah. Sungguh hal ini dapat terwujud dengan Izin Allah. Kita akan menyaksikannya dalam waktu yang sangat dekat (Islamuda.com)&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-7904700378114418093?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/7904700378114418093/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=7904700378114418093' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7904700378114418093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/7904700378114418093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/urutan-lengkap-khalifah-dalam-lintasan.html' title='Urutan Lengkap Khalifah dalam Lintasan Sejarah'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-8490545303566788535</id><published>2009-01-01T17:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T17:35:33.335-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Studio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Photo Crew'/><title type='text'>Photo</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1tsBgKd-I/AAAAAAAAAC8/ugTENS_5uMA/s1600-h/Color+Balance2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 99px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1tsBgKd-I/AAAAAAAAAC8/ugTENS_5uMA/s320/Color+Balance2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286502140687841250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Crew jalan-jalan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1qzOHS0ZI/AAAAAAAAAC0/tR487NkNJe0/s1600-h/A1+4+BRU.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 160px; height: 113px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1qzOHS0ZI/AAAAAAAAAC0/tR487NkNJe0/s320/A1+4+BRU.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286498965797392786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Crew 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-8490545303566788535?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/8490545303566788535/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=8490545303566788535' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8490545303566788535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/8490545303566788535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/photo.html' title='Photo'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1tsBgKd-I/AAAAAAAAAC8/ugTENS_5uMA/s72-c/Color+Balance2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-2209782362892129113</id><published>2009-01-01T15:45:00.001-08:00</published><updated>2009-01-01T15:46:40.553-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>BEDA ANTARA SUKA sayang cinta</title><content type='html'>&lt;meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Blackadder ITC"; 	panose-1:4 2 5 5 5 16 7 2 13 2; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:decorative; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:right; 	mso-pagination:widow-orphan; 	direction:rtl; 	unicode-bidi:embed; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:1.0in 89.85pt 1.0in 89.85pt; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0; 	mso-gutter-direction:rtl;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;musim dingin tetap saja musim dingin hanya&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;suasananya lebih indah sedikit&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;kau hanya merasa senang dan gembira saja&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;kau cintai, matamu berkaca-kaca&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Apabila engkau melihat kepada mata orang yang&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;kau sukai, engkau hanya tersenyum saja&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dihadapan orang yang kau cintai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;kata kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Dihadapan orang yang kau sukai,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;kata kata hanya keluar dari pikiran saja&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Jika orang yang kau cintai menangis,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;engkaupun akan ikut menangis disisinya&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Jika orang yang kau sukai menangis,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;engkau hanya menghibur saja&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;rasa suka dimulai dari telinga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;cukup dengan menutup telinga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;jarak waktu yang cukup lama.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="IT"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta... ada&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;perasaan yang lebih mendalam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Yaitu rasa sayang.... rasa yang tidak hilang&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;secepat rasa cinta. Rasa yang tidak mudah berubah.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Perasaan yang dapat membuat mu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Mau menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;Cinta ingin memiliki. Tetapi Sayang hanya ingin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 16pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;melihat orang yang disayanginya bahagia….&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype  id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t"  path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" style='width:359.25pt;  height:75.75pt'&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\suargo\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg"   o:title="Davys2"/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/suargo/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" v:shapes="_x0000_i1025" height="101" width="479"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;NB&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;;mungkin ini semua tdak ada apa-apanya ,Cuma sekedar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda atau symbol&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;bahwasannya aku juga tau dan ingat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan hari ultahmu…..&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Blackadder ITC&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="ltr" style="text-align: center; direction: ltr; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 14pt;" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;font class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/font&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-2209782362892129113?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/2209782362892129113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=2209782362892129113' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2209782362892129113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/2209782362892129113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/beda-antara-suka-sayang-cinta.html' title='BEDA ANTARA SUKA sayang cinta'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3026298571902889704</id><published>2009-01-01T15:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T15:44:33.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>Sisi Gelap Pacaran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Hoyaaaa? lagi mojok berdua neh! He.he.. jangan mendelik dong kalo emang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ngelakuin. Bo..abo.. banyak juga neh remaja yang punya prinsip mojok&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;terus, gesek terus, en tempel terus ama gandengannya (idih, emangnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;truk?). Hmm? aneh bin ajaib memang. Urusan cinta yang diwujudkan lewat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pacaran kadang nggak kenal tempat dan waktu. Kalo udah demen, nyosor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;terus ampe lupa kanan-kiri. Dunia serasa milik berdua doang. Orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mah suruh tinggal di planet senen, eh, planet pluto sekalian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Saking menjamurnya budaya pacaran, di angkot, di pasar, di kereta, di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bus, termasuk di sekolah, mudah kamu jumpai remaja yang saling memadu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kasih. Lihat juga di taman kota, di trotoar jalan, termasuk di perpus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perpus? Nggak salah? Suasananya hening lho buat mojok. Kali aja makin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hot! /Astaghfirullah?/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Udah gitu nggak kenal waktu, bisa siang hari, bisa malam hari. Pokoknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;gebet terus sampe pagi. Malam hari banyak juga lho yang sok romantis,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pake gantian ngitungin jumlah bintang di langit segala, ngobrol ngalor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ngidul di bawah sinar rembulan yang jatuh ke bumi, duh kayak di sinetron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;jadinya (eh, pas meremas jari pacarnya, ternyata jempol semua! Bukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;orang kaliii.. Huhuy kebanyakan nonton Kismis tuh!) ?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sobat muda muslim, ngomong-ngomong apa sih definisi pacaran? Kalo orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hukum bilang, pacaran adalah kontrak sosial antara laki dan wanita dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;satu ikatan dengan tujuan untuk menikah. Hmm.. bener nggak sih? Buktinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;banyak yang cuma main-main doang. Lha iya, anak SD dan SMP udah pacaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;rapa mereka mikir mo langsung nikah? Kayaknya, kata orang Betawi mah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kagak nyaket di otak dah!? Pendek kata, nggak masuk akal, sobat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sayangnya, pacaran udah jadi tren lho. Jangan kaget kalo ada remaja yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nggak ngelakuin pacaran, bakalan dicap sebagai kampungan, norak, dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;super kuper. Sebaliknya, mereka yang jadian mengikat janji sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pasangannya, dianggap wajar karena tuntutan jaman. Wasyah! Apa nggak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kuwalik neh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Memangnya kalo jaman berubah, kita juga kudu selalu berubah? Nggak lha&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yauw. Kita lihat-lihat dulu. Kalo itu berubah kepada kebenaran, ya kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ikutin dong. Tapi kalo ngajak berubah untuk berani maksiat, entar dulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ngomong-ngomong soal semen, eh, pacaran, kita jadi kepikiran, bener&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nggak sih pacaran itu halal? Bener nggak sih pacaran itu banyak ruginya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Emangnya kalo udah pacaran kita boleh ngelakuin apa aja dengan pacar kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Ta`aruf, Taqarrub, dan ta` tubruk*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Remaja sekarang pada pinter ngeles lho.. (yang pinter mah..), pake&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ngedalil segala. Seolah-olah bakal ditolerir agama dengan dalilnya yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;asal-asalan itu. Nggak lha yauw. Saat kamu membanting kartu gaple dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;balak enam sambil menyebutkan, ?ini rukun iman?, tentunya bukan berarti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;main gaple jadi kegiatan yang islami lho. Nggak. Begitu pun dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pacaran. Jangan mentang-mentang aman aja lho kalo kamu berdalih bahwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;deketan sama lawan jenis sebagai bagian dari ta`aruf yang diajarkan agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sambil menyitir ayat tentang diciptakannya manusia dalam kultur dan suku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang berbeda-beda, yang tiada lain adalah untuk saling mengenal. Gubrak!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jelas salah alamat sobat. Kamu yang pacaran dengan mengaku-ngaku lagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Taa`ruf kayaknya cuma kedok doang deh. Memangnya kalo pengen kenalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dengan lawan jenis itu kudu nempel terus dan berduaan aja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ada teman kamu yang ngelakuin pacaran kok kayaknya seperti udah jadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;suami-istri. Nyebutnya aja ?mamah-papa?. Itu dilakukan demi mengenal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;lebih dalam karakter masing-masing. Kata mereka, dengan semakin dekat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kita berhubungan, semakin mengetahui kebiasaan pasangannya; mudah marah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;apa nggak, suka rewel atau justru asyik-asyik aja, kalo makan gembul apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nggak (harus bisa mengontrol jatah beras neh! He..he..he..), kita jadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tahu makanan kesukaannya, ngeh minuman favoritnya, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Nah, kalo udah cukup kenal luar-dalam, bisa jadi gampang juga untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;deketan. Pengen lebih deket, makin deket, dan deket banget. Nggak heran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;awalnya cuma mau temenen, eh, malah demen? Kalo udah kecantol begitu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;setiap pasangan jadi nggak ragu untuk membuka diri. Hmm? jangan kaget&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kalo akhirnya nggak cuma berani kirim SMS or e-mail dong, tapi mulai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;coba dengan yang lebih interaktif; nelpon. Bagi mereka yang udah kebelet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;(emangnya mo buang hajat?), pengennya deketan terus. Dalam kondisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;seperti itu, udah berani main ke rumah atau ngajak jalan bareng ke mana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;mereka suka. Sebab kata orang, cinta terasa makin kuat justru kalo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;berjauhan. Sebuah kenyataan yang bertolak belakang dengan efek doppler&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang justru kekuatannya makin terasa lemah jika saling menjauh (moga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kamu inget salah satu kajian dalam ilmu fisika ini).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sobat muda muslim, hati-hati deh. Kalo udah taa`ruf dan pengennya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Taqarrub,sangat boleh jadi akhir nya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ta' tubruk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alias main nyosor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;terus. Pikirnya, mana ada kucing yang tahan jika mangsanya ngasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;peluang. Mana ada yang tahan godaan kalo udah lengket-masket begitu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Bener, pake prinsip manajemen lagi; sedikit bicara banyak bekerja. Nggak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ada jaminan deh kalo udah nempel begitu tanganmu nggak gerilya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kemana-mana. Yee.. jadinya antara nafsu dan cinta jadi bias. Gubrak, itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;namanya peluang untuk saling ?menubruk? makin terbuka. Jadi jangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bingung kalo kemudian kamu bisa baca di koran tentang seks bebas remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ibu kota, juga tentang angka aborsi yang kian meroket, dan menularnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;PMS (penyakit menular seksual). Hih, syerem abis!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Ruginya pacaran*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kamu kudu ngeh juga soal yang satu ini. Rugi di akhirat udah jelas. Rugi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;di dunia juga sebetulnya sejelas siang hari. Cuma, bisa dinetralisir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dengan kenikmatan yang langsung didapat. Dasar! Pengen tahu lebih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;detil? Mari kita tunjukkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Pertama,* pacaran diduga kuat bikin kantong bolong (biasanya untuk anak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;cowok). Gimana nggak, kamu jadi kudu nyiapin anggaran lebih; selain buat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;diri kamu, tentunya biar disebut care ama yayang-nya, kalo jalan kudu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;punya pegangan. Malu dong kalo jalan nggak punya duit. Entar diledekin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pake plesetan dari lagunya Bang Iwan Fals, ?Jalan bergandengan tak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pernah jajan-jajan?? (he..he..). Itu sebabnya, anak cowok kudu nyiapin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;segalanya buat nyenengin sang pacar. Iya dong, masak makan sendirian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kalo lagi jalan bareng? Emangnya pacar kamu obat nyamuk dianggurin aja?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;So, pastinya kamu bakalan kena ?roaming? terus (backsound: rugi dah gua..).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Tapi jangan salah lho, bisa jadi anak cewek juga kudu nyiapin dana (kalo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;nggak minta ke ortu nodong sama pacarnya?he..he.. teman cowoknya kena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;juga deh). Buat apa? Huh, tanpa komunikasi, rasanya dunia ini sepi, bro!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;buat beli pulsa HP, terus sekarang kan jamannya internet, ya untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;chatting atau kirim-kirim e-mail cinta. Huh! Pacaran berat diongkos&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;namanya. Bener-benar terpadu, alias terpaksa pake duit!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Kedua,* bisa kehilangan privasi lho. Iya lah, kamu baru bisa nyadar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kalo kamu udah putus sama yayang kamu. Betapa kamu waktu itu udah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;memberikan informasi apapun sama kekasihmu. Rahasia luar-dalam dirimu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bisa kebongkar tanpa sadar. Celakanya, banyak pasangan yang akhirnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;putus. Nggak ada jaminan kan kalo akhirnya pacarmu cerita sama yang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;setelah putus sama kamu? Atau? bisa juga putus sama kamu karena udah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tahu kebiasaan jelek kamu (koor: kasihan deh eluh!..)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Ketiga,* menggangu aktivitas produktif. Iya lah. Sebab, pikiran kamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;manteng terus ke si dia. Inget terus sama doi. Maklumlah, bagi kamu yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kena sihir kasmaran, pastinya inget terus sama doi. Kayaknya nggak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;rela kalo sehari aja nggak ketemu or denger suaranya. Nggak afdol kalo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tiap jam nggak dapetin update info soal doi (emangnya situs berita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;He..he?). Persis kayak pelajar yang saban harinya makan sambel melulu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;katanya sih bisa bodoh. Lho? Iya, kalo kerjaan makan sambel itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;membuat doi lupa belajar (he..he..he..). Nah, pacaran disinyalir bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;membunuh produktivitas kamu. Hari libur joss terus sama pacar kamu; ke&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;tempat rekreasi, ke mall, dan sekadar jalan-jalan nggak jelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;juntrungannya. Padahal, bisa dipake untuk istirahat or kegiatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bermanfaat seperti olahraga, ngelancarin belajar ngaji, menghadiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kajian keislaman, dsb. Tul nggak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Padahal hari biasa juga dipake ngedate terus sama gebetan kamu. Kagak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ada matinya. Jadi produktivitasnya berubah. Tadinya mantengin pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dan kegiatan bermanfaat lain, pas pacaran jadi mantengin yayang-nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Apa itu nggak bikin kamu jadi kismin, eh, miskin produktivitas? Aduh,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;celaka banget deh!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Keempat, *rentan untuk sakit hati. Bener. Kegembiraan bisa berubah jadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kesedihan. Maklum, namanya juga baru pacar, belum ada ikatan kuat yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bisa melindungi kamu berdua. Jadinya, gampang banget untuk putus. Cuma&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;soal perbedaan kecil bisa jadi api yang membara. Ujungnya, putus deh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Kalo udah putus cinta, aduh, sakit rasanya. Bener. Perlu kamu pahami,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kebanyakan orang berpacaran adalah mencari petualangan. Jadi, bukan untukmelanggengkan ikatan itu, tapi justru masih cari-cari kecocokan. Bahaya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Kelima,* jangan bangga dulu punya pacar yang tampilannya oke punya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Senyuman mautnya bisa menenangkan kamu, sekaligus bikin gelisah. Siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;sudi kalo punya cowok mata keranjang? Nggak bisa teteg di satu hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Masih nyari penyegaran dengan akhwat, eh, cewek lain. Siapa tahu malah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;kamu yang jadi sephia-nya. Cewek lain justru kekasih sejatinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Gubrag! (suara satu-suara dua: kasihaaan deh kamu?).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Keenam,* beware alias waspadalah! Kejahatan terjadi bukan karena niat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pelakunya saja, tapi juga karena ada kesempatan (hei! kok kayak Bang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Napi sih? He..he..he.). Gaul bebas bisa bablas euy! Kalo kamu udah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;saling lengket, jangan harap akal sehat kamu dipake untuk mikir bener.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Justru kamu malah bimbang dengan suara-suara yang ngomporin supaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;melakukan ?begituan?. Pastinya kamu nggak mau dong kayak kasusnya Eno&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Lerian yang menikah karena udah hamil duluan; /Married by Accident!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Naudzubillahi min dzalik!/&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;*Tahan nafsu dong...!*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Ingat-ingat pesan Allah dan Rasul-Nya. Jangan mengklaim kebenaran dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ukuran kamu sendiri. Bahaya. Kamu bisa aja ngasih alasan bahwa pacaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;adalah menyenangkan. Itu hak kamu. Tapi jangan salah, kalo kebenaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;diserahkan kepada semua orang, bisa berabe. Itu sebabnya kudu ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;patokan. Apalagi kalo bukan aturan Allah dan Rasul-Nya. Betul? /?Dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina adalah perbuatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;yang tercela dan jalan yang buruk,? /*(QS al-Isra [17]: 32)*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dari Jabir ra, Rasulullah saw. berkata, /?Ingatlah! Janganlah seorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;laki-laki menginap di sisi seorang wanita dalam satu rumah, kecuali dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;menikahinya atau dia mahramnya.?/ *(HR Muslim)*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalam sebagian riwayat hadits Samurah bin Jundab yang disebutkan di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dalam Shahih Bukhari, bahwa Nabi Saw. bersabda:?Semalam aku bermimpi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;didatangi dua orang. Lalu keduanya membawaku keluar, maka aku pun pergi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;bersama mereka, hingga tiba di sebuah bangunan yang menyerupai tungku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;api, bagian atas sempit dan bagian bawahnya luas. Di bawahnya dinyalakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;api. Di dalam tungku itu ada orang-orang (yang terdiri dari) laki-laki&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;dan wanita yang telanjang. Jika api dinyalakan, maka mereka naik ke atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;hingga hampir mereka keluar. Jika api dipadamkan, mereka kembali masuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;ke dalam tungku. Aku bertanya: ?Siapakah mereka itu?? Keduanya menjawab:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;?Mereka adalah orang-orang yang berzina.? Ih, naudzubillahi min dzalik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Jadi udah deh, pacaran itu nggak ada untungnya. Banyak sisi gelapnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Rugi dunia-akhirat lagi. Kalo pun menurut kamu ada untungnya, itu kan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;baru perasaan kamu aja. Betul? Oke deh, kalo pun itu menyenangkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;menurutmu, apa ada jaminan kalo aktivitas kamu bebas dari dosa? Justru,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;pacaran itu menyenangkan atau tidak menyenangkan buat kamu, tetep aja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;haram di mata syariat! Jadi, jangan nekatz berbuat dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-align: justify; line-height: 416%;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-size: 20pt; line-height: 416%;"&gt;Waspadalah!!! 3 x&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5872640961853861101-3026298571902889704?l=suargofm.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://suargofm.blogspot.com/feeds/3026298571902889704/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5872640961853861101&amp;postID=3026298571902889704' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3026298571902889704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5872640961853861101/posts/default/3026298571902889704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://suargofm.blogspot.com/2009/01/sisi-gelap-pacaran.html' title='Sisi Gelap Pacaran'/><author><name>Suara Gontor FM</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09908222260551999767</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='23' src='http://3.bp.blogspot.com/_ZIELblsag-c/SV1fJ6IIZgI/AAAAAAAAACc/Vb5gxQ9xg7s/S220/logo+suaGo+copy+web.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5872640961853861101.post-3387389412931503692</id><published>2009-01-01T15:37:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T15:40:28.560-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Self Improving'/><title type='text'>Renungan Cinta</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csuargo%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Courier; 	panose-1:2 7 4 9 2 2 5 2 4 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:modern; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:body-text; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:Courier; 	mso-no-proof:yes;} h6 	{mso-style-next:Normal; 	margin-top:12.0pt; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:3.0pt; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	mso-outline-level:6; 	font-si
